Saturday, December 03, 2022
Home > Berita > BNPB bantu Rp 50 juta untuk perbaiki setiap rumah rusak berat akibat banjir di Trenggalek

BNPB bantu Rp 50 juta untuk perbaiki setiap rumah rusak berat akibat banjir di Trenggalek

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (pakai rompi) menyapa dan berdiskusi dengan warga terdampak banjir di Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (20/10). (Foto : Bidang Komunikasi Kebencanaan / Muhammad Arfari Dwiatmodjo)

Mimbar-Rakyat.com (Trenggalek) – Badan Nasional Penangulangan Bencanna  (BNPB) akan memberikan Rp 50 juta rupiah bagi setiap rumah yang alami rusak berat akibat banjir di Trenggalek, dan untuk rusak sedang serta ringan akan ditangani oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, saat meninjau penanganan bencana banjir di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur  Kamis (20/10). “Pendataan rumah yang harus dibangun kembali oleh pemerintah merupakan tanggung jawab dan tugas kita, BNPB akan memberikan 50 juta rupiah bagi rumah yang alami rusak berat, untuk rusak sedang dan ringan akan ditangani oleh pemerintah provinsi dan kabupaten,” katanya.

“Pengajuan dibuat cepat dan sesuai ketentuan dan dikomunikasikan langsung kepada BNPB, karena pengajuan ini akan diverifikasi, dicek oleh BPKP dan BPK sesuai ketentuan dan aturan,” tutur Suharyanto lagi, seperti dikutip dari bnpb.go.id.

Dikatakan pula, setelah selesai tanggap darurat akan masuk tahap rehabilitasi dan rekonstuksi, perlu adanya kolaborasi pentaheliks untuk mensukseskan penanganan bencana.

“Perlunya kerja sama erat semua pihak TNI, Polri, pemerintah daerah, media dan dunia usaha. dengan target rehabilitasi daan rekontruksinya berhasil, mitigasinya dilaksanakan juga dengan baik, targetmya paling tidak, tidak terjadi banjir jika terjadi berkurang. Artinya apa yang kita lakukan saat ini berhasil” pungkanya.

Wilayah Kabupaten Trenggalek mengalami banjir sejak Selasa (18/10) dan merendam 11 kecamatan serta mengakibatkan 2.640 KK / 7.440 jiwa terdampak. “Kehadiran kami merupakan arahan Presiden Joko Widodo, hadir langsung dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak,” kata Suharyanto.

Bantuan yang telah diberikan merupakan bantuan khusus dalam fase tanggap darurat berupa dana siap pakai dan logistik.  “Membantu masyarakat pada tahap-tahap penanganan bencana khususnya tanggap daruat dengan memberikan dana operasional 250 juta rupiah dan logistik kebutuhan pokok senilai 100 juta rupiah serta satu unit perahu karet,” katanya.

Banjir dan Longsor

Peristiwa banjir dan tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada Selasa (18/10) itu berawal dari meluapnya Sungai Tawing setelah diguyur hujan deras pada pukul 07.00 waktu setempat.

Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB mencatat, hingga Rabu (19/10) banjir masih menggenangi beberapa titik. Terdapat sebelas kecamatan terdampak banjir dan tanah longsor, antara lain Kecamatan Kampak, Kecamatan Dongko, Kecamatan Gandusari, Kecamatan Tugu, Kecamatan Pule, Kecamatan Suruh, Kecamatan Bendungan, Kecamatan Trenggalek, Kecamatan Pogalan, Kecamatan Karangan dan Kecamatan Durenan.

Bencana banjir dan tanah longsor di Kabupaten Trenggalek tersebut menambah daftar panjang bencana hidrometeorologi basah yang terjadi di Jawa Timur.

Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun, satu orang warga dilaporkan meninggal dunia akibat banjir. Banjir juga berdampak pada dua fasilitas pendidikan dan satu fasilitas kesehatan yaitu RSUD dr. Soedomo.

Selain banjir, tanah longsor juga terjadi secara bersamaan, tercatat 33 Kepala Keluarga dan 49 unit rumah terdampak longsor. Material longsor menutup beberapa titik akses jalan, sehingga mengakibatkan jalan tidak bisa dilalui.***(edy)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru