Thursday, October 22, 2020
Home > Politik > Astaghfirullah, Prabowo Disebut

Astaghfirullah, Prabowo Disebut

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta)  – Ranah jejaring sosial heboh dengan video pendukung Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa yang diunggah ke Youtube, yang mengatakan bahwa Prabowo sebagai titisan Allah SWT.

Dalam video yang diunggah oleh akun Relawan Prajanusa itu, terekam seorang perempuan berjilbab,Ketua Umum DPN Srikandi Partai Gerindra Nurcahaya Tandang saat Halal Bihalal Prabowo-Hatta di Rumah Polonia, Jakarta, Minggu (3/8/2014).

Fokus orasi yang menghebohkan itu adalah pernyataan Nurcahaya bahwa Prabowo  adalah  “titisan Allah SWT”. Awalnya, Nurcahaya bercerita tentang mengapa mereka harus mendukung Prabowo. Perempuan lulusan S3 Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada itu menyebut mendukung Prabowo sebagai jihad.

Dalam pidato sekitar 6 menit, Nurcahaya lantang menolak penetapan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019 oleh Komisi Pemilihan Umum. Setidaknya, hingga Kamis (7/8/2014) pukul 9.30 WIB, video itu sudah ditonton 64 ribu kali.

Dalam orasinya, Nurcahaya berbicara mengenai intervensi asing, negara yang sudah dijual ke asing, boneka asing, wacana pembentukan panitia khusus pemilu presiden di DPR, perselisihan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi, pemimpin komunis, hingga ancaman membuat peradilan jalanan jika aparat penegak hukum tidak berlaku adil.

“… Bukan cuma jihad nasionalisme. Kita tidak hanya mendukung visi besar bapak Prabowo tetapi visi besar pak Prabowo sebagai titisan Allah SWT…” ujar Nurcahaya berapi-api disambut tepuk tangan hingga teriakan para simpatisan Prabowo-Hatta yang hadir.

Memantik Reaksi

Tayangan video memang memantik reaksi keras dari berbagai akun dan netizen. Lantaran ini, Srikandi Gerindra ini buru-buru meralat pidatonya dengab mengaku  “keseleo lidah” saat berorasi.

Kontan, orasi Nurcahaya tersebut memantik komentar pedas dari para pengguna jejaring sosial. Berikut beberapa komentar-komentar tersebut:

“Menit ke 3.48 sy ga salah dengar nich???? Pak Prabowo sebagai titisan Allah Swt ???? Sejak kapan Allah punya titisan??
Astaghfirullah, benar2 dah keblinger. Para pendukungnya diam saja ??” (Pelangi Indah)

“Heehe.. kalo gitu Nabi pun kalah donk mah prabowo… Ckckck.. nih bukan cuman terlalu.. tapi sudah merupakan pemahaman SESAT…” (Zatarra Roy)

“Prabowo titisan Allah?? Ckckckkck…. Udah keblinger bener nih orang!” (Pingkana Cantik)

“Hebatt betul, Nabi Muhammad aja yng punya banyak Mukjizat Umat islam tidak berani mengatakan beliau titisan Tuhan, lah ini Prabowo, wkwkwkwk.” (Sulis Arionditwo)

“Salah apa negeri ini punya Capres Titisan Tuhan… tapi kalah menyakitkan dan tidak mau menerima kekalahan.” (Zulkarnain Rizani)

“Benar benar keblinger, semoga hatimu diketuk sama Allah seperti pidatonya sendiri. Memutar balikkan Facta, rakyat mana yg pilih Prabowo. Jijik sekali lihat orang orang seperti ini.” (Marlieta Tansley)

“Saya sebenarnya tidak bermaksud mengatakan Pak Prabowo sebagai titisan Allah. Saya saat itu, ingin mengatakan Pak Prabowo adalah sosok ‘titipan’ Allah untuk membawa rakyat Indonesia jadi sejahtera. Tapi saya keseleo lidah,” kata Nurcahaya .

Ralat ini pun mengundang pertanyaan, karena istilah “titipan” Allah bisa mengundang arti yang berbahaya.Karena bisa diartikan “utusan” atau  pemahaman semacam itu .

 Nurcahaya mengatakan, ia beberapa kali “keseleo lidah” saat berorasi. Misalnya, ia mengatakan bahwa sidang perdana MK digelar 6 Juli 2014. Padahal digelar 6 Agustus.

“Saya, Nurcahaya, adalah seorang muslimah. Saya benar-benar mengerti dalam Islam tidak ada ‘anak tuhan’ atau titisan Tuhan. Jadi, soal pidato saya itu benar-benar disebabkan keseleo lidah,” akunya.

“Saya minta maaf kalau ada pihak yang kurang nyaman atas kata ‘titisan’ Allah. Itu karena saya keseleo lidah, seharusnya saya ingin bilang Pak Prabowo ‘titipan’ Allah di zaman ini yang bisa membawa visi besar Indonesia,” tutur Nurcahaya.

Perempuan yang sempat menjadi Caleg DPR Gerindra di dapil Banten III itu juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang mau mengoreksi kesalahannya.

“Itu artinya, mereka masih peduli dan menginginkan saya bertatabahasa yang benar. Jadi, sekali lagi, saya meminta maaf karena keseleo lidah menyebut Pak Prabowo sebagai titisan Allah,” tandasnya. (Ais)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru