Sunday, June 20, 2021
Home > Berita > “Aksi 1000 Bunda” target bebaskan 50.000 Balita dari kelaparan

“Aksi 1000 Bunda” target bebaskan 50.000 Balita dari kelaparan

Aksi 1000 Bunda berusaha bebaskan Balita dari kelaparan dan kurang gizi. (ist)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Aksi 1000 Bunda menargetkan membebaskan 50.000 Balita dari kelaparan dan hal itu ditandai dengan deklarasi bertepatan dengan peringatan Kemerdekaan RI ke-75. 

Deklarasi secara virual itu diikuti para relawan Foodbank of Indonesia (FOI) dan sekitar 500 balita di 45 titik wilayah kerja FOI.  

Acara itu diakhiri dengan jumpa pers dihadiri para bunda, di antaranya Lenny N Rosalin, Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Eni Hermayani, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian UGM, dunia usaha yang diwakili oleh JNE dan ASDP, media dan blogger.  

Deklarasi aksi itu dilakukan secara simbolis di Pandeglang, Jakarta, dan Banyuwangi diikuti oleh para bunda di berbagai wilayah dengan tekad untuk membuka akses pangan dan memerangi kelaparan pada balita. Kampanye yang menyasar 50.000 anak ini akan berlangsung dari 15 Agustus hingga 22 Desember 2020. 

Founder FOI, Hendro Utomo, menyebutkan, rangkaian kegiatan “Aksi 1000 Bunda untuk Indonesia” diawali dengan Ekspedisi Merdeka 100% yang melalui tujuh provinsi dan menempuh jarak lebih dari 2.500 Km.  

Ekspedisi dengan menggunakan moda transportasi motor ini dimulai dari 15 Agustus dengan tujuan melakukan observasi lapang tentang pola makan Balita dari ujung barat hingga ujung timur pulau Jawa.  

“Dialog juga dilakukan dengan para relawan dan bunda mengenai isu kelaparan pada Ballita serta upaya yang dilakukan untuk memerangi kelaparan tersebut.  Dari hasil observasi lapangan, situasi pandemi ini semakin mempersulit Balita memperoleh akses pangan yang layak. Banyak Balita kita yang mengalami kelaparan, gizi kurang, bahkan stunting. Kita harus bergerak bersama untuk memerdekakan Balita Indonesia dari rasa lapar, sehingga dapat melahirkan generasi penerus bangsa yang tumbuh dan berkembang dengan baik, karena balita adalah generasi penerus bangsa,” ungkap Hendro.

Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak KPPPA, Lenny N. Rosalin mengungkapkan dukungannya. “Saya mendukung upaya Foodbank of Indonesia (FOI) untuk membantu masyarakat dalam mencari solusi melalui redistribusi makanan berlebih sebagai upaya untuk membuka akses pangan bagi kelompok rentan, termasuk Balita.” 

Kerjasama antar lembaga sangat penting untuk memastikan konvergensi seluruh program dan kegiatan terkait pencegahan stunting, utamanya untuk meningkatkan cakupan dan kualitas intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif pada kelompok ibu hamil, ibu menyusui,  dan anak berusia 0-23 bulan atau 1.000 hari pertama kehidupan.” jelas Lenny.

Mewakili akademisi di bidang pangan, Prof. Dr. Ir. Eni Hermayani, M.Sc, dekan Fakultas

Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada, menyatakan siap mendukung aksi ini melalui kerjasama yang sebelumnya telah terjalin antara FOI dengan FTP UGM. “Sukses untuk FOI yang menginisiasi Aksi 1000 Bunda untuk Indonesia,” katanya.  (ril/arl) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru