Mimbar-Rakyat.com (Washington) – Buku kritis itu tetap diterbitkan dan dipasarkan lebih awal setelah pengacara presiden AS mengancam akan menuntut. Alasannya, terdapat begitu banyak permintaan untuk buku baru yang mengkritik Presiden AS Donald Trump.
Penerbit “Fire and Fury: Inside The Trump White House” merilis buku ini lebih awal, dan mengabaikan ancaman adanya tantangan hukum dari pengacara presiden untuk mencegah publikasi buku tersebut.
Menurut lapotan Al Jazeeera, buku yang ditulis Michael Wolff itu menggambarkan kondisi tahun pertama yang kacau. Trump menyebut buku itu sebagai “kebohongan” dan mengatakanWolff “pecundang”. Itulah salah satu alasan tentang pertanyaan; Mengapa uku “Fire and Fury” membuat Trump sangat marah
