Tuesday, March 31, 2026
Home > Cerita > Puisi & Pantun

Setiap Ramadhan, Puisi Zulkarimein Nasution

Setiap menjelang Ramadhan Hamba berdebar berbalut girang Datang lagi kesempatan Untuk mengais pahala amal kebajikan Setiap tiba Ramadhan Mata hamba serasa berlinang Terkenang emak, ayah dan saudara hamba Yang sudah duluan pulang Setiap masuk Ramadhan Ingin hamba khusyuk beribadah Berpuasa, bertarawih dan membaca Al Qur'an Mohon dijauhkan segala gangguan Setiap menjalani Ramadhan Hamba cemas kalau ternyata Ibadah hamba masih juga belum karuan Hamba memohon kekuatan

Read More

Tamu itu pergi, Puisi A.R. Loebis

Sebentar lagi tamu itu akan pergi entah apa yang sudah kusuguhkan kepadanya tapi sebaliknya, begitu banyak makanan yang diantarkannya kepadaku di atas meja santap di dalam relung hati di kolam rindu jiwa entahlah sajadah itu apakah memberi kabar entah kenapa aku begitu cemas   jangan-jangan aku hanya lapar dan dahaga karena tak mampu tak kuasa tak menyiapkan waktu hanya menyisakan masa sehingga sukma terasa seperti

Read More

 “Wahai Malaikatku, Apa Balasan Bagi Para Pekerja?” 

 Siapa yang memohon, Aku akan memenuhi permohonannya. Siapa yang kembali kepada-Ku (Taa-ibin, taubat) maka Aku akan menerimanya. Siapa yang memohon ampunan (maghfirah) atas dosa-dosanya, maka Aku akan mengampuninya. Pada malam yang ditetapkan Allah sebagai Lailatul Qadr Allah memerintahkan Jibril dan rombongan besar malaikat turun ke bumi. Jibril turun dengan membawa panji hijau yang kemudian diletakkan

Read More

Ini Negeri Para Maling, Puisi Mahfudin Nigara

Ini negeri para maling Negeri kejahatan bukan lagi dosa Ini negeri para koruptor Negeri korupsi harus dibagi rata Ini negeri bajingan Negeri tempat para bajingan terkekeh di depan umum Ini negeri kejujuran adalah kejahatan Ini negeri jalan lurus adalah bencana Ini negeri kebenaran adalah kesalahan Duhai engkau penguasa: Apakah kau pikir akan abadi? Apakah kau pikir mati tak akan datang? Apakah kau

Read More

Sajak Gerimis 1,  Puisi Hendry Ch Bangun

Bertanya itu memperdalam luka Diam saja di tepi jendela Biar angin menerpa Nikmati hening beku Dan bergeraknya waktu   Kembali pada nurani Balikkan tiap lembar catatan Yang merekam jejak sekolah rakyat Di tepi sawah Kali kecil belakang rumah Dingin rumah panggung dari kayu Dan lapangan depan sekolah Tempatmu bersenda gurau dengan latar gunung Serta suara wak awung   Kau bukan sesiapa Tapi pernah ada Nama bergema Di panggung penuh

Read More

Antologi Puisi “Seventies” 2026 Segera Terbit

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Kurator penerbitan puisi para penyair lawas menantikan kiriman para penulis untuk diterbitkan dalam kumpulan puisi khusus para penyair berusia kurang lebih 70 tahun – atau minimal kelahiran 1965. “Kita nantikan puisi-puisi rekan penulis puisi lawas untuk kita terbirkan pada awal tahun 2026,” kata kurator penerbitan buku Hendry Ch

Read More

Pesan Dari Sumatera, Puisi A.R. Loebis

Sumatera Rakyat baca pesanmu Alam sudah tak tahan Terlalu lama menderita Seperti daging dikuliti Nyeri diiris sembilu Seakan kepala dibotakin terus menerus Akar rambut dikikis terus Lama kelamaan darah mengalir   Hewan kehilangan rumah Tanah kehilangan akar Bumi kehilangan pacak Manusia kehilangan segalanya Harta dan nyawa Keserakahan Hedonistis Hingga pekan ketiga 969 ribu orang tewas 564 hilang, pengungsi hampir satu juta orang Ada pejabat bilang bencana itu biasa saja Yang

Read More

Bencana Dan Pencitraan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Gunung meletus, banjir bandang menghantam Tanah longsor dan jalanpun terputus Rumah tertimbun tanah atau lumpur Rakyat menderita, kocar kacir Selamatkan mereka ya Tuhan   Bencana telah menyulitkan rakyat Harta benda luluh lantak Anggota keluarga banyak yang hilang Pada saat kebutuhan terus meningkat Tangis dan kesedihan pun memuncak Derita datang silih berganti   Sadarlah wahai para pemimipin Jangan memanfaatkan musibah pasang aksi Dengan mudah menjamin musibah

Read More

Bulan Diselimuti Awan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Bulan Diselimuti Awan Puisi Djunaedi Tjunti Agus Muram kehilangan cahaya Hatipun terasa berkabut, suram Pikiranpun melayang jauh Berkeliling nusantara raya Ke Sumatera dan Jawa Aceh Sumut dan Sumbar berduka Malang pun disiram hujan dan banjir Bagai bulan diselimuti awan Pikiran kusut terbawa emosi Belum lagi rakyat keluar dari bencana Pejabat sibuk membela diri Merasa semua telah berjalan benar Hantaman kayu gelondongan Tumpahan air bah dikatakan

Read More

Gulita perjalanan ini, Puisi A.R. Loebis

Di luar semua seakan siluet Sesekali ada cahaya Seolah kunang-kunang menggantung di latar altar Sesekali melewati cahaya Tak lama kemudian dilesati cahaya Lewat dan lesat kemilau itu Sesaat menyingkap siluet yang jalan Ternyata pohon dan dedaunan seakan memagar jalan lurus. Pekat tualang ini Ketika cahaya kunang-kunang itu Berjejer memanjang, jadilah bingkai lukisan Ujung-ujung jemari menunjuk langit Dari ruang kecil ini. tampak bulan

Read More

Pantai Anyer 4,    Puisi  Hendry Ch Bangun

Ujung jariku Lentik jemarimu Bersentuhan di pertemuan pasir basah dan lidah gelombang Ada daun kuning yang jatuh Ada lokan yang telah rapuh Menjadi penghias rindu Percakapan yang bisu Dulu ini pantai kita Dengan banyak istana Kini jadi sekadar gambar sempurna Mimpi yang gagal menjadi nyata *** Anyer,  september 25.     Pantai Anyer 5 ,    Puisi  Hendry CH Bangun Kulambaikan tangan pada kelomang dan kerang Pada siput dan

Read More

Pantai Anyer 1, Puisi Hendry Ch Bangun

Pada Anyer aku kembali datang Setelah berbelas tahun terlewat Menjenguk kenangan biru Yang tak lekang dalam waktu Pasir masih basah Nyiur melengkung rebah Tak kulihat jejak langkah Menuju laut lepas Apalagi air mata tanda berpisah Yang dulu jatuh saat tangan melambai Beserta angin senja menjelang langit gelap Hanya sunyi Dan kelap kelip Lampu nelayan yang menunggu pergi Seperti nyeri yang mampir di hati. ***   Pantai Anyer

Read More

Air di ujung daun, Puisi A.R. Loebis

Tetes air di ujung daun Mungkin juga endapan embun malam hari Berkilau ditimpa cahaya mentari pagi Tak sempat mengamati Karena keretaku melaju cepat Tapi terlihat ada daun kuning gugur Melambai-lambai jatuh ke tanah dedaunan hijau bertahan hembus angin pagi masih lemah jejeran petak-petak tanah retak seperti mozaik memenuhi ladang Kotak-kotak menghijau di tanah..ladang Kotak-kotak pualam berkilau di tanah..air   Tetes air di ujung daun Kemilau

Read More

Air di ujung daun, Puisi A.R. Loebis

Tetes air di ujung daun Mungkin juga endapan embun malam hari Berkilau ditimpa cahaya mentari pagi Tak sempat mengamati Karena keretaku melaju cepat Tapi terlihat ada daun kuning gugur Melambai-lambai jatuh ke tanah dedaunan hijau bertahan hembus angin pagi masih lemah jejeran petak-petak tanah retak seperti mozaik memenuhi ladang Kotak-kotak menghijau di tanah..ladang Kotak-kotak pualam berkilau di tanah..air   Tetes air di ujung daun Kemilau

Read More

Hujan Akhir Mei,   Puisi Hendry Ch Bangun

Puisi 1 Kucuran air di atas tanah meruap kering yang merekah Ada bau yang terbang melayang sampai ke tahun-tahun jauh ke belakang   Mestinya sudah kemarau tapi hujan masih kerap tiba entah menjenguk siapa bisa jadi kenangan-kenangan yang terlupa terselip di antara kejaran waktu kerja-kerja keras bagai kuda   Puisi 2 Daun lebar menepuk jendela dan rebah tak berdaya di atas tanah sepanjang hidupnya dia mengolah

Read More
A.R. Loebis (kiri) adalah salah seorang juri lomba.(Foto: Ist)

Wartawan Peserta Baca Puisi HPN 2025 Kalsel Antusias

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Wartawan calon peserta lomba baca puisi HPN 2025 Kalsel, semakin meningkat menjelang hari penyelenggaraan pada 7 Februari 2025, dua hari sebelum acara puncak HPN pada 9 Februari. Para peserta yang sudah mendaftar untuk mengikuti acara baca puisi berhadiah itu, di antaranya berasal dari Sumatera Utara, Jakarta dan tuan

Read More

Peserta HPN 2025 Ditantang Ikut Lomba Baca Puisi

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) - Semua peserta Hari Pers Nasional (HPN) 2025 di Banjarmasin, Kalimantan Selatan ditantang ikut Lomba Baca Puisi antarwartawan Se-Indonesia 2025, dalam rangakaian HPN 2025. Semua peserta HPN secara otomatis adalah peserta Lomba Baca Puisi HPN 2025 yang diselenggarakan PWI Pusat dan Pemerintah Provinsi Kalsel, sebagaimana dikatakan Ketua Pelaksana HPN 2025/pengarah

Read More

Bulan di atas Guci, Puisi A.R. Loebis

 Malam ini di Pegandengan Bumi Jawa Kutelan butir-butir kehidupan itu Bersama dua bulir awan di cawan basah Berasal dari petak tengah Melewati derit jembatan Penghubung tebing ngarai menganga Sebelumnya tengadah dan sujud mengupas langkah Temeram malam Dalam seduhan cairan warna Di balik senyum rembulan Merekah di peraduan beralaskan syair suci   Bulan di atas Guci Mengajak menari Tak usah khawatir Menari tak selalu dengan tangan dan

Read More

Hati Yang Terbakar, Sajak DTA Piliang

Hati Yang Terbakar Sajak DTA Piliang   Mendidih, menggelegar, berteriak marah Jari-jari pun dikepalkan, keras membatu Siap menghantam, meluluh lantakkan Tidak boleh ada yang membantah Meski tuk menuntut, memperjuangkan hak Lalu dia berkata; Sayalah sang raja diraja Yang lain harus patuh, menundukkan kepala   Para punggawa berbaris rapi, meski hanya satu dua Siap membungkuk memberi hormat Hormat tak terhingga pada sang paduka Merendahkan diri

Read More

Ego dan Dengki, Sajak Djunaedi Tjunti Agus

Ego selalu terkait tentang sikap Berkisar pada kata-kata Biasanya terdorong oleh kedengkian Tak ingin merasa kalah dari yang lain Iri terhadap kesuksesan orang Merasa diri selalu paling hebat Tak ingin terkalahkan oleh siapapun Merasa yang terbaik, super Tak nyaman bila orang lain dinilai berhasil Dengki atau hasad adalah penyakit hati Tidak nyaman melihat sukses orang lain Kerap kasak kusuk untuk menjegal Agar

Read More

Waktu, Puisi Hendry Ch Bangun

Adakah waktu bakal menutup luka-luka Seperti kata pepatah? Pagi menjadi senja Sore beranjak malam Dan gelap terus merangkak Ufuk masih juga pekat Bisa saja Garis tipis cahaya Masih mengintip di sana Yang ada hanya harap dan putus asa Tapi selalu ada Dia Yang membangunkanmu di tengah malam Mengajak bersujud mencium tanah Dan memberimu sel-sel semangat Untuk kuat Untuk percaya Kebenaran akan tiba Mengurangi degup jantung Melegakan paru-paru Dan bangkit

Read More

Menanti Doa Jadi Kenyataan,  Puisi: Djunaedi Tjunti Agus

Kutadahkan tangan Menekan sujud yang dalam Memilih kata-kata yang pas Ku panjatkan doa padaMu Selalu, setiap waktu menghadapmu Tanpa henti, setiap helaan napas   Meski bulan telah menghilang Walau matahari telah tenggelam Dalam keadaan gelap gulita Terlebih dalam terang benderang Hanya kepadaMu aku selalu meminta Terlebih di bulan suci Ketika segala kebaikan dijanjikan   Maafkan aku ya Allah Terkadang tak sabar menanti Menunggu pemberianMu Dari doa-doa yang aku

Read More

Langkah kaki Tapak hati, Puisi A.R. Loebis

Langkah kaki tapak hati   Langkah patah-patah Ketajaman merekah Di ujung jalan panjang ini Kutikam dendam Tusukan bertalu-talu Sayatan bertubi-tubi Sembilu meraba tulang Semburat merah Muncrat durjana marah Alir darah menetes di tanah   Langkah seok-seok Membelah limbah rimba beton Menyelusur gelombang bersahutan Merengkuh seberang lautan Terdampar di pantai buaian Bergelut dengan kecamuk dunia Ada kupu-kupu hinggap Sepotong nyala masuk lubang Dendam menebal di parit alunan kelam Suara malam gemuruh Kulit gerah Pori-pori merekah Aorta

Read More

Penantian, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Pasti ada yang kau nanti Demikian kau tebak perasaanku Kau tak salah, memang ada Aku dalam penantian amat penting Menanti keputusan Tuhan Aku menanti keajaiban Yang menurut banyak orang itu tak mungkin Ya aku berharap suatu keajaiban Yang datang dari Allah Harapan itu menurutku mungkin Karena Tuhan Maha Kuasa Allah bisa berbuat apa saja Meski kata manusia itu tak mungkin Begitu pentingkah penantianmu? Tanyamu

Read More

Kekuasaan dan Firaun, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Kekuasaan dan Firaun Puisi Djunaedi Tjunti Agus   Bila angan-angan dibiarkan liar Ambisi makin tak karu-karuan Semua cara pun dihalalkan Demi meraih kekuasaan Tipu daya pun dilakukan Kecurangan dianggap hal biasa   Hai para pengejar kekuasaan Yang menghalalkan semua cara Hatimu sudah tertutup kotoran Otakmu tak lagi peduli kebenaran Jika kesalahan dianggap wajar Demi memenuhi ambisi Memburu kekuasaan turun temurun Dalam upaya membangun dinasti Jelas anda jauh

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru