Wednesday, December 02, 2020
Home > Berita > Waspada Covid-19: Penyemprotan di Cluster E Puri Arraya

Waspada Covid-19: Penyemprotan di Cluster E Puri Arraya

Mimbar-Rakyat.com (Ciampea, Bogor) -Suara mesin berderam, gerobak kecil bergetar, pegangannya diangkat dan didorong, beberapa orang memegang slang dan di ujungnya penyemprot silih berganti mengarahkan ujung slang ke rumah-rumah.

Sejak awal saling bercanda, sesekali membuka masker di wajah,  semprotan desinfektan pun merajalela ke rumah-rumah, sementara di bagian lain ada yang sibuk mencampur adonan cairan bahan penyemprotan.

“Kita jangan tegang. Kita harus terus bercanda tapi bekerja dengan serius untuk kemaslahatan warga kita,” kata Roni, ketua di wilayah Cluster E Perumahan Puri Arraya di kawasan Ciampea, Bogor Barat.

Penyemprotan itu atas inisiatif warga, dirancang Selasa malam dan dieksekusi Rabu pagi.

“Saya punya mesin untuk menyemprot,” kata Aldi. Akhirnya para warga yang memiliki alat-alat lain pun saling berdatangan. Ragam cairan desinfektan pun dibeli, pakai uang kas warga.

Para “bapa-bapa muda” di kawasan itu amat aktif, cekatan, berasal dari berbagai latar belakang pendidikan, pekerjaan, suku. menyatu dalam satu ikatan komunitas guyub.

Ada Pak Roni, Mas Mul, Bang Zul, Pak Samsul, Pak Aldi, Pak Yudha, Pak Fahmi, Mas Martin, Bang Arma, Pak Luki, Pak Tri, Kakek Iyan, dan beberapa lainnya.

Penyemprotan disinfektan itu berlangsung sekitar tiga jam, meliputi enam blok dan setiap blok ada 14 bangunan rumah, saling berhadapan tujuh-tujuh.

Penyemprotan diarahkan bukan hanya ke bangunan rumah, melainkan ke berbagai pepohonan yang melingkupi kawasan itu.

“Alhamdulillah, kita dapat menyelesaikannya dengan cepat. Semoga warga kita tetap sehat. Terhindar dari wabah virus yang sedang menyerang dimana-mana,” kata Bang Zul.

Hingga Rabu,  dinyatakan tiga kecamatan di Kabupaten Bogor masuk Zona Merah virus Corona

Bupati Bogor, Ade Yasin, menyatakan Rabu, sudah ada enam korban penyebaran virus Corona. Enam orang dinyatakan positif Covid-19.

“Yang positif terpapar Covid-19 itu ada di tiga kecamatan, di antaranya tiga orang positif dan satu meninggal di Bojonggede, di Cibinong satu (positif), dan Gunung Putri dua yang positif,” ujar Ade, seperti diberitakan media.

Ade menambahkan, hingga saat ini Pemkab Bogor tidak menerapkan penutupan secara penuh. Perusahaan swasta tetap beroperasi meski dia mengakui sudah banyak yang mengeluh sepinya pengunjung.

“Kalau enggak ditutup juga mereka sudah mengeluh dengan sepinya pengunjung, karena masyarakat patuh terhadap imbauan pemerintah tentang social distancing,” kata Ade.

Ia mengatakan, kondisi Kabupaten Bogor tidak bisa disamakan dengan DKI Jakarta karena jika dilakukan lockdown dampaknya langsung terasa di masyarakat.

“Ada sebanyak 29 pasar yang melayani hampir enam juta penduduk, kalau ditutup butuh beras mau beli ke mana? Yang penting protokol kesehatan dijaga,” katanya.

Pasar Lama dan Pasar Baru Ciampea akan tutup para 27-28 Maret karena akan disemprot disinfektan. (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru