Thursday, November 26, 2020
Home > Berita > Turnamen AFC tertunda jangan jadi penghalang majukan sepak bola

Turnamen AFC tertunda jangan jadi penghalang majukan sepak bola

Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri (pssi)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Dibatalkan atau ditundanya beberapa turnamen atau event sepak bola dibawah AFC tidak boleh menjadi penghalang untuk memajukan sepak bola.

“Dalam situasi pandemi Covid-19,  AFC ingin setiap anggotanya negara-negara di Asia untuk tetap berusaha memajukan sepak bola,” kata  Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri usai mengikuti pertemuan virtual Komisi Teknik AFC, Senin.

Rapat ini dihadiri seluruh anggota Komite Teknik AFC termasuk Ketua Komite Teknik AFC Kohzo Tashima, Direktur Teknik AFC, Andy Roxburg dan Sekjen AFC, Dato’ Windsor John.

“Rapat berjalan lancar dan kami tadi memberikan masukan atau saran terkait perkembangan situasi sepak bola di Indonesia saat ini. Terdapat lima keputusan dari rapat tersebut,” kata Indra Sjafri dalam pssi.org.

Indra Sjafri terpilih sebagai anggota Komite Teknik AFC periode 2019-2023 pada Desember tahun lalu.

Ia terpilih bersama 14 orang lainnya di posisi strategis tersebut dan menjadi orang Indonesia pertama yang duduk sebagai anggota Komite Teknik AFC. Komite tersebut diketuai oleh mantan pemain Timnas Jepang, Kohzo Tashima.

Kelima keputusan itu adalah pergantian musim Liga Champions Asia (Proposal dari Asosiasi Sepak Bola Jepang), pertimbangan ulang dari Pengakuan Pengalaman dan Kompetensi Saat ini (RECC).

Kemudian, regulasi dan panduan yang direvisi untuk piagam AFC Grassroots dan Youth Scheme AFC Elite, pembentukan panel pendidikan pelatih AFC Baru, AFC Grassroots Panel dan AFC Youth Panel, dan kursus pelatihan khusus AFC.

Untuk kursus pelatih, Indra Sjafri menjelaskan, AFC menekankan kepada anggotanya tidak boleh menurunkan standart sertifikat atau lisensi pelatih.

Kualifikasi pelatih yang kompeten dibutuhkan untuk melindungi pemain, menjaga standart tim tetap tinggi, jadi dibutuhkan mereka yang memenuhi minimum syarat kualifikasi.

Ia menambahkan, Direktur Teknik AFC, Andy Roxburg mengatakan, selain pelatih kepala dan asisten pelatih yang harus memiliki lisensi yang mumpuni, namun juga komponen kepelatihan lainnya seperti pelatih kiper dan fisik.

Pengalaman memang penting, tapi terkadang pengalaman saja tidak cukup, butuh lisensi yang sesuai standart AFC.

Ini berlaku untuk pelatih lokal maupun asing. Khusus pelatih asing di Indonesia kami harus punya sertifikat atau lisensi yang diakui oleh AFC,” jelas pria yang pernah menjadi pelatih Timnas Indonesia U-23 dan U-19 tersebut.

Pada regulasi Liga 1 2020, standardisasi pelatih kepala dan asisten pelatih diatur pada pasal 31 tentang Dokumen Pendaftaran Ofisial yang menyatakan pelatih kepala harus mempunyai lisensi AFC “A“ Coaching, UEFA A License atau yang setara serta mendapatkan pengakuan dari AFC dengan dibuktikan dokumen RECC (Recognition of Experience and Current Competence).  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru