Wednesday, December 02, 2020
Home > Berita > Penceramah harus beri solusi terhadap ghirah keberagamaan umat

Penceramah harus beri solusi terhadap ghirah keberagamaan umat

Wamenag Zainut Tauhid.

Mimbar-Rakyat.com (Makassar) – Para da’i dan penceramah harus hadir dan memberi solusi terhadap ghirah keberagamaan umat, khususnya kalangan milenial.

“Cara dan metode penyampaian serta wawasan penceramah sangat menentukan tersampaikannya materi dakwah kepada para milennial,” kata Wamenag Zainut Tauhid di Makassar, Sabtu.

“Umat saat ini menunggu bimbingan dan penyuluhan dari para dai, untuk memberi solusi dan pencerahan dalam berbagai persoalan keagamaan,” lanjut Wamenag..

Wamenag menyampaikan terimakasih kepada para da’i yang telah membimbing umat, khususnya di Sulawesi Selatan.

“Atas nama Kementerian Agama, saya menyampaikan ribuan terima kasih kepada seluruh da’i dan da’iah, tokoh agama dan semua pihak yang terlibat dalam proses pembinaan keummatan,” ujar Wamenag ketika membuka seminar Penguatan Kompetensi Penceramah Agama, seperti disiarkan laman kemenag.go.id.

Acara yang digelar Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan ini diikuti puluhan penceramah agama Islam atau yang biasa disebut da’i.

Menurut Wamenag, sejalan perkembangan zaman, permasalahan keumatan semakin beragam. Arus informasi dari luar juga semakin deras dengan membawa sejumlah ide dan nilai yang tidak sepenuhnya relevan dengan keberagamaan di Indonesia.

Hal itu menjadi tantangan para penceramah, khususnya di tengah kehausan kaum millennial terhadap informasi.

Kakanwil Kemenag Provinsi Sulsel Khaeroni menyampaikan, penguatan kompetensi penceramah agama itu mengangkat tema “Dakwah Bil Hikmah”.

Dia berharap kegiatan itu akan meningkatkan kompetensi para da’i dan penceramah.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan keterampilan peceramah dalam mendorong pengetahuan keagamaan masyarakat, sekaligus meningkatkan jaringan silataruhim antar penceramah agama,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wamenag didampingi Khaeroni menyerahkan bantuan kepada ormas dan majelis taklim. Bantuan ormas diserahkan kepada PW Isnu Sulsel, Forum Santri Nasional Sulsel, Idaroh Wustho Sulsel, Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia, dan PW Muslimat NU Provinsi Sulsel. Masing-masing ormas mendapat bantuan Rp30 juta.

Majlis Ta’lim Al Ikhlas,  Ummu Sholehah,  Khaerunnisa,  Lailatul Qadri, dan Majelis Ta’lim Ar’rahim. Bantuan masing-masing sebesar Rp10 juta itu diserahkan Hj. Halimah Zainut Tauhid.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru