Saturday, December 05, 2020
Home > Berita > Muslim di Berbagai Penjuru Dunia Rayakan Idul Adha dalam Kesederhanaan

Muslim di Berbagai Penjuru Dunia Rayakan Idul Adha dalam Kesederhanaan

Jemaah haji di sekitar Kabah saat pelaksanan puncak ibadah Haji, Jumat, di Mekah.

MIMBAR-RAKYAT.Com (Mekah) – Hampir seluruh umat Islam di berbagai penjuru dunia merayakan Idul Adha pada Jumat (31/7). Momen ini sekaligus menjadi puncak ritual ibadah haji yang digelar terbatas tahun ini di Arab Saudi.

Seperti biasanya, setelah melangsungkan salat Idu Adha di Masjidil Haram di Mekah, acara pemotongan hewan kurban dilangsungkan. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban tahun ini jauh lebih sedikit.

Kegiatan serupa juga berlangsung di berbagai negara. Namun, pandemi virus corona, yang telah mendorong jutaan orang ke ambang kemiskinan, menyulitkan banyak orang dalam menjalankan tradisi kurban ini. Banyak Muslim mengatakan, perayaan Iduladha tahun ini berlangsung dalam suasana sederhana.

Di Somalia, harga daging meningkat. Abdishakur Dahir, seorang pegawai negeri, mengatakan, untuk kali pertama ia tidak bisa membeli kambing untuk dikurbankan. “Saya kesulitan memenuhi kebutuhan makan keluarga saya,” katanya. “Kami hanya bertahan hidup saat ini. Hidup semakin sulit dari hari ke hari.”

Di beberapa kawasan di Afrika Barat, harga domba jantan meningkat dua kali lipat. Para pedagang ternak mengatakan, penjualan mereka menyusut drastis. “Kami berada dalam situasi yang sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasar ternak sangat tidak menguntungkan,” kata Oumar Maiga, seorang pedagang ternak di Pantai Gading.

Para pemimpin Muslim di berbagai penjuru dunia mengingatkan umat Islam untuk merayakan Iduladha dengan kesederhanaan dan kehati-hatian. Di Albania dan Kosovo, para pemimpin Muslim menyarankan warga Muslim untuk menyelenggarakan kegiatan berkumpul atau bersilaturahmi. Salat Iduladha berjamaah dilarang dilangsungkan di kawasan-kawasan yang rawan virus corona.

Di Senegal, banyak Muslim tidak mampu merayakan hari besar itu dengan acara makan-makan. Beberapa hari menjelang Iduladha, Alioune Ndong, warga kota Mbour di Senegal, mengaku tidak memiliki uang untuk merayakannya. Ia menyerukan agar pemerintah Senegal membantu keluarga-keluarga miskin seperti dirinya. “Covid-19 menyulitkan saya memperoleh pemasukan,” kata perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai penjahit pakaian tersebut. (V/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru