Tuesday, September 22, 2020
Home > Kota > Kapolada Lampung Berharap, Oknum Guru Pukul 11 Murid Diselesaikan Musyawarah

Kapolada Lampung Berharap, Oknum Guru Pukul 11 Murid Diselesaikan Musyawarah

Proses belajar mengajar.

MIMBAR RAKYAT.COM (Lampung) – Kasus kekerasan (pemukulan) yang dilakukan seorang guru terhadap 11 murid di Sekolah Dasar Negeri Sawah Lama, Tanjung Karang Timur, Bandar Lampung supaya dapat diselesaikan dengan musyawarah dan kekeluargaan menyusul bertambahnya orangtua murid yang melapor.

Kapolda Lampung Brigjen Sudjarno mengharapkan, kasusnya ini tidak berkepanjangan dan bisa diselesaikan secara damai. “Saat ini kita menunggu hasil visum pelapor,” kata Kapolda Lampung, kemarin.

Dijelaskan, saat ini petugas masih menunggu hasil visum guna melihat secara pasti luka yang dialami murid.

“Tidak menutup kemungkinan untuk berdamai antara pihak orangtua dan guru. Harus melibatkan stakeholders yang terkait masalah ini seperti pihak sekolah, wali murid, dan Dinas Pendidikan,” katanya.

“Permasalahan ini bisa dikatakan, Restorative Justice, Salah satu tujuan hukum pidana adalah ketertiban dan perdamaian,” tambahnya.

DIREKAM ANAK
Sebelumnya diberitakan, seorang wali murid, Deni Ifani, 36, warga Jl. Hanoman No. 16, Jagabaya, Tanjungkarang Timur, melapor ke Polda Lampung terkait kekerasan yang dilakukan oknum guru SDN Sawah Lama.

“Oknum guru itu berinisial RS. Dia telah melakukan perlakuan kasar pada saat jam belajar mengajar di SDN Sawah Lama hanya karena nilai anak saya tidak memuaskan hatinya. Saya tidak terima apalagi anak saya anak perempuan dan tidak pernah nakal,” kata Deni Ifani.

Terungkapnya perbuatan oknum tersebut, awalnya sang anak sering mengadu ke ayahnya namun tidak ditanggapi. Untuk membuktikan ucapannya, sang anak beberapa hari ini bersikeras ingin membawa HP.

“Awalnya saya tidak mengerti jika HP yang dibawanya untuk merekam perlakuan kasar oknum guru itu. Setelah saya melihat rekaman video beredar barulah saya tahu dan percaya, jika pengaduan anak saya tentang perlakukan kasar oknum guru itu benar dan sudah sangat keterlaluan,” ungkapnya.

Deni menyesalkan perlakuan kasar oknum guru itu, yang seharusnya mendidik tidak hanya memberikan ilmu pengetahuannya dan terpenting adalah membentuk mental anak dididiknya agar bersikap baik dan tidak arogansi. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru