Tuesday, September 22, 2020
Home > Cerita > Hujan Bulan Maret

Hujan Bulan Maret

 

Hujan bulan Maret bukanlah airmata 
Walau mungkin masih tersisa duka 
Ketika kenangan berlalu lalang 
Di antara deret nisan di kuburan

Tetesan air yang berdenting-denting di atap rumah
Dan membuat rambutmu basah sepulang dari masjid
Bisa jadi sekadar penanda musim yang akan berakhir
Agar selalu kau ingat tiap detilnya dan menjadikannya sejarah

Sebab kita sering alpa pada masa silam
Menapaki hari seperti kereta api yang pulang pergi sesuai jadwal
Padahal setiap kerikil adalah detak jantung yang mendadak berdebar
Setiap tanjakan adalah nafas yang sesak tersengal
Setiap persimpangan adalah adrenalin yang memuncak
Karena kita mesti bertanya: sampai dimanakah perjalanan ini nanti

Maka di tengah hujan yang jatuh sepanjang siang
Aku terkurung di antara buku ajaran dan lagu pemompa jiwa
Sambil menatapi pohon yang miring tertiup angin
Sambil menikmati kopi di ruang yang mulai dingin

Palmerah Selatan, 5 Maret 2015.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru