Sunday, September 27, 2020
Home > Berita > Haornas ke-37 pada 9 September 2020

Haornas ke-37 pada 9 September 2020

Logo Haornas 2020.

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Hari ini, Rabu 9 September 2020, merupakan hari olahraga nasional (Haornas) ke-37 dan peringatannya diadakan secara sederhana di GOR POPKI, Cibubur, Jakarta Timur.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengajak masyarakat memeriahkan Haornas 2020 – hari bersejarah bagi olahraga Indonesia itu secara sederhana dan Presiden Jokowi direncanakan membuka resmi hari olahraga nasional 2020.

Haornas 2020 mengusung tema “Sport Science, Sport Tourism dan Sport Industry, kata Zainudin dan menjelaskan ketiganya memiliki peran besar untuk memajukan prestasi sekaligus perekonomian Indonesia di tengah pandemi Covid-19.

“Tanggal 9 September selalu membawa makna tersendiri bagi olahraga Indonesia. Sejak zaman Presiden Soeharto, 9 September dicanangkan sebagai Hari Olahraga Nasional. Dan kita memperingatinya hingga sekarang,” kata Menteri seperti dilansir pada laman kemenpora.go.id.

Peringatan Haornas pertama kali berlangsung pada 9 September 1983. Dasar penetapan itu berkaitan erat dengan momen bersejarah dalam olahraga Indonesia, yakni diselenggarakannya Pekan Olahraga Nasional (PON) pertama pada 9-12 September 1948 di Stadion Sriwedari Solo, Jawa Tengah.

Presiden Soeharto melalui Kepres nomor 67 tahun 1985 tentang Haornas menetapkan 9 September diperingati secara nasional oleh masyarakat olahraga. Jika dihitung sejak tanggal ditetapkan berarti tahun ini, Hari Olahraga Nasional memasuki tahun ke-37.

Dibalik penetapan tanggal 9 September sebagai Haornas, ada beberapa catatan sejarah yang ditorehkan Presiden Soeharto yang berkaitan dengan olahraga.

Sebelum Kepres No/67/Thn/1985 tentang Haornas, Presiden Soeharto terlebih dulu mencanangkan Gerakan Nasional tentang Panji Olahraga pada 1983. Salah satu motto yang paling populer dan fenomenal dari Panji Olahraga yakni “mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga”.

Payung hukum

Demi memanifestasikan Gerakan Nasional Panji Olahraga, Presiden Soeharto merilis payung hukum melalui Kepres nomor 17 tahun 1984.  Kepres tersebut memberikan ruang gerak yang luas kepada masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga.

Kala itu dengan semangat Kepres No 17/Thn/1984 beberapa ahli dan pelatih semua cabang olahraga memperkenalkan pepatah Latin Mens Sana In Corpore Sano, di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Ungkapan Latin tersebut  amat populer di mata kalangan cerdik pandai hingga masyarakat kelas bawah dan anak-anak sekolah dasar menghafal pepatah itu tanpa tahu secara pasti bagaimana bentuk penulisannya yang benar.

Lantas apa yang bisa dimaknai dari sejarah Hari Olahraga Nasional?

Olahraga secara filosofis, diartikan sebagai proses, actus tubuh dalam mengada atau eksis.

Plato dalam Republica menyatakan, seni olah tubuh meningkatkan entitas kemanusiaannya melalui disiplin gerak yang menyatu.

Buah pemikiran Plato tentang olahraga kemudian menghasilkan revolusi masyarakat Yunani kuno yaitu munculnya kaum Spartan. Kelompok ini dikenal dalam sejarah peradaban dunia sebagai pasukan militer yang tangguh dalam berperang sehingga berhasil menaklukan sebagian dunia.

Spartan mengutamakan kedisiplinan, kemahiran bertarung dan semangat korsa yang solid.

Indonesia kini memasuki Haornas ke-37, waktu yang cukup dewasa pada manusia, untuk berbuat, bertindah, menghasilkan momentum bersejarah dalam berbagai bidang olahraga.

Kiprah olahraga di satu negera, berkaita dengan bidang lain seperti ekonomi dan politik.

Momen Haornas 2020 diharapkan akan membuat Indonesia bangkit dari segala keterpurukan sosial politik serta ekonomi yang melanda negeri ini, terlebih di masa pandemi Covid 19 yang sedang melanda dunia.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru