Friday, September 25, 2020
Home > Berita > Gubernur Anies: Bila Datang Bencana, Selamatkan Warga Tanpa Pandang Bulu

Gubernur Anies: Bila Datang Bencana, Selamatkan Warga Tanpa Pandang Bulu

Gubernur Anies Baswedan meninjau kesiapan 50 ribu aparat dalam mengantisipasi bencana, di Silang Monas. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Gubenur Anies Baswedan memeriksa kesiapan Pemprov DKI Jakarta mengantisipasi bencana pada apel di Silang Monas, Sabtu (18/11).

Percepatan penyelamatan korban bencana menjadi menjadi prioritas Gubernur Anies dan jajaran Pemprov DKI Jakarta.

Gubernur mengecek langsung hampir 50.000 personel dari berbagai elemen di tingkat kota dan provinsi, dari jajaran SKPD Provinsi DKI Jakarta hingga organisasi-organisasi masyarakat, yang akan berperan penuh dalam kesiapsiagaan bencana.

Anies juga meninjau kendaraan mobil dan perahu yang digunakan untuk percepatan penyelamatan korban bencana.

“Dalam kondisi cuaca di Kota Jakarta saat ini, sering terjadi cuaca yang cukup ekstrim disertai hujan dengan angin kencang, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta jauh hari sebelumnya harus mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terjadi bencana melalui kegiatan apel siaga yang dilakukan hari ini yang bermakna strategis, dalam rangka kesiagaan kita semua menghadapi bencana di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Gubernur Anies.

Ditambahkan, dalam upaya mengatasi permasalahan banjir, diperlukan mitigasi struktural dan nonstruktural yang meliputi: regulasi, kesiapan personil, sarana dan prasarana yang harus benar-benar siaga penuh kapan dan dimanapun dibutuhkan di dalam penanggulangan bencana.

“Saya berharap, dalam mengantisipasi penanganan bencana di Provinsi DKI Jakarta haruslah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Prioritaskan rasa aman. Bila datang bencana, bantu dan selamatkan warga tanpa pandang bulu atau status, termasuk para kaum disabilitas yang termarginalkan,” tambahnya kepada wartawan.

Untuk diketahui, dari informasi terkait curah hujan hasil proyeksi Program Studi Metrologi ITB menggunakan model Smart Climate Model yang diperoleh BPBD Provinsi DKI Jakarta diprediksi curah hujan mulai tinggi pada dasarian kedua (sepuluh hari kedua) pada bulan November. Puncaknya terjadi pada dasarian kedua bulan Januari 2018.

BPBD melalui Pusat Data Informasi Kebencanaannya dan Call Center Jakarta Siaga 112 berada di lini terdepan dalam melakukan koordinasi dengan SKPD terkait dalam penanggulangan kedaruratan bencana.

Gubernur Anies pun memerintahkan laporan siaga bencana harus bersifat real time dan komunikasi harus aktif dilakukan baik itu secara tradisional menggunakan kentongan maupun SMS Blast serta alat Disaster Warning System, sehingga masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana dapat memperoleh informasi sebelumnya.

“Saya minta kita bekerja tuntas ikhlas untuk Jakarta dan menjadikan Operasi Siaga Ibukota ini momentum untuk menciptakan Jakarta sebagai kota Maju, lestari dan berbudaya, yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan dan kesejahteraan bagi semua,” ucap Gubernur Anies. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru