Wednesday, October 28, 2020
Home > Cerita > Budi Pekerti Rasululloh SAW

Budi Pekerti Rasululloh SAW

RASULULLAH SAW SEKOLAH DI ALAM
Berisi 24 Teladan Pilihan

Judul : Budi Pekerti Rasululloh SAW
Karangan : Ahmad Istiqom
Penerbit : Vision 03
Terbitan I : 2013
Alamat : Gema Pesona Estate, Blok Q 8 Jalan Tole Iskandar 45, Kota Depok 16412
Isi : 109 halaman
Ukuran : 12 X 19 Cm
   

Alam ini beserta segala isinya merupakan kampus besar bagi ummat manusia. Makhluk yang berpikir dan mau menggunakan otaknya dipersilahkan Allah SWT untuk melakukan hal positif apa pun di muka bumi ini, bahkan bila mampu silahkan pergi ke bulan dan angka luar.

Nabi Muhammad belajar dari alam, ia sekolah di alam, ia melakukan apa yang dilihat dan dirasakannya pada alam. Dunia dan segala isinya ini memang diamanatkan sebagai lembaran- lembaran ilmu pengetahuan yang terjilid dalam alam, baik alam besar (makro) mau pun alam kecil (mikro).

Tidak perlu menunggu berdirinya berbagai universitas, tapi pemuda Muhammad dah memulainya pada 1400 tahun lalu, bahkan ketika ia masih berusia sekolah SD. Karena, menggembala kambing merupakan pekerjaan sekaligus sebagai sekolah pertama Muhammad. Ia mengasah ilmu, merintis dan mencari peluang di tengah padang gembala. Zaman sekarang disebut dengan istilah mencari (pathfinding).

Kambing-kambing harus diarahkan, digiring ke tempat pencarian makan, mengawasi dan menjaganya dari terkaman srigala, dengan segala cara, upaya dan seninya. Ia juga harus memastikan hewan itu tidak keluar dari gerombolannya, agar tidak ada yang tercecer, dan hal itu dilakukan sampai berhari bermalam.

Inilah ilmu dasar kepemimpinan dalam menggembala dan lama kelamaan diterapkan pada kelompok manusia yang memiliki berbagai aktivitas. Orang-orang moderen menyebutnya dalam istilah manajemen dengan kata directing (mengerahkan) dan controlling (mengawasi) dan protecting (melindungi/memelihara).

Ahmad Isiqom dalam buku mungil Budi Pekerti Rasululloh SAW melukiskan kisah Muhammad kecil itu dalam “Bersekolah di Alam”, salah satu dari 24 judul perilaku pilihan Rasulolloh yang amat berguna untuk bacaan sehari-hari.

Pada bagian lain tulisannya dengan judul Rasulollah dan Yahudi Buta, digambarkan betapa mulianya hati Rasulullah, yang memberi makanan setiap petang kepada seorang wanita buta, Yahudi pula. Ia begitu lembut, sampai-sampai ketika Abubakar r.a yang datang menggantikannya pada suatu petang, dapat diketahui si buta bahwa itu bukan orang yang biasa datang.

Ketika diberitahu bahwa yang kerap datang adalah Rasulullah, wanita itu menangis dan segera mengucapkan shahadat masuk agama Islam. Pada kisah lain, seorang Badui kencing di Masjid Nabawi. Ia baru pertama datang ke tempat itu untuk membuktikan perkataan orang tentang dakwah Rasulollah. Sahabat Rasulollah bereaksi keras, tapi Muhammad mencegah dan meminta mereka membersihkannya.

Si Badui merasa terenyuh karena Rasulollah menyapanya dengan lembut danmemberitahu perbuatannya itu tidak dibenarkan (Rasulollah dan Kencing Badui, hal. 61-62). Kisah ini berisi moral, beritahu seseorang tanpa menyinggung dan membuatnya malu.

Kisah-kisah Rasulullah ini banyak ditemukan dalam berbagai kitab, tapi Ahmad Istiqom yang juga wartawan senior yang pernah sekolah di Pondok Pesantren Moderd Darussalam, Gontor, membuatnya secara singkat sehingga mudah dipahami.

Di antara kisah itu adalah: Pemuda Kaya Dilamar Janda Kaya, Jiwa Dagang, Rasulullah dan Dirham, Rasulollah dan Pasar, Muhammad sebagai Manajer, Pintu Rezeki, Kisah Shuhaib, Rasulullah dan Bau Daging, Rasulullah dan Jeruk Asam, Rasulullah dan Sarapan Pagi, Rasulullah dan Beban Batu, dan yang lainnya.

Buku Budi Pekerti Rasulullah SAW yang tipis ini enak dibaca atau dibawa kemana saja atau membuat kita lebih mudah menceritakan sifat dan teladan Rasulullah kepada para anak atau remaja, dalam usaha mengidolakan junjungan kita Baginda Rasulullah SAW kepada generasi sekarang.

Di saat generasi muda sekarang dalam situasi “gamang” akibat kurang seimbangnya penanaman moral dan aqidah ke dalam jiwa mereka – dengan situasi kekinian yang diimbas kemajuan teknologi yang seperti dua sisi mata pedang – maka contoh-contoh teladan amat dibutuhkan.

Penulisnya yang juga pernah menulis buku Orang Awam Naik Haji – sebagai oleh-olehnya ketika menunaikan ibadah suci itu pada 2010 – meramu contoh sikap dan perilaku Nabi Muhammad SAW dengan cara apik dan pantas menjadi santapan kita sehari-hari.

Di saat kondisi moral dan akhlak yang morat-marit sekarang ini, baik di kalangan pejabat, penguasa, siswa (bahkan tingkat SMP dan SD) bahkan di kalangan oknum ustad dan mengaku ustad serta alim ulama, maka contoh budi pekerti Rasulullah SAW pantas diketahui, dibaca, diteladani oleh siapa pun, karena bagi orang yang masih dapat merasakan sentuhannya, akan terasa seperti air menyejukkan, yang mengaliri urat nadi kehidupan keseharian kita. (Kb)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru