Wednesday, October 21, 2020
Home > Berita > Aksi Heroik Selamatkan Ibu dan Anak Disandera Bandit dalam Angkot, Aiptu Sunaryanto Pantas Dijuluki ‘Pahlawan Kehidupan’

Aksi Heroik Selamatkan Ibu dan Anak Disandera Bandit dalam Angkot, Aiptu Sunaryanto Pantas Dijuluki ‘Pahlawan Kehidupan’

Aiptu Sunaryanto, polisi heroik. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Aksi heroiknya menyelamatkan ibu dan anak yang disandera bandit di dalam angkutan kota (angkot) T 25 jurusan Pulogebang-Rawamangun, Jakarta Timur, Aiptu Sunaryanto, 44, pantas dijuluki ‘pahlawan kehidupan’. Polantas ini mendapat pujian dari berbagai pihak.

Jiwa patriotisme membuat dia rela mengambil resiko berat menyelamatkan warga yang tengah dalam ancaman. Hal itu yang dilakukannya saat berupaya menyelamatkan nyawa Risma Oktaviani, 27, dan anaknya Daffa, 2, saat pisau ditempelkan di leher ibu muda itu.

Awalnya, ketika akan berangkat ke kantornya di satuan wilayah Lantas Polres Jakarta Timur. Dia tak ada firasat apapun. Berangkat dari rumahnya dari kawasan Pondok Ungu, Bekasi. Kala itu akan bertugas jaga karena piket malam. “Nggak mikir apa-apa, kan biasa mau berangkat dinas,” katanya, Selasa (11/4).

Dengan mengendarai sepeda motor, Jalan I Gusti Ngurah Rai yang menjadi jalurnya. Namun, ketika melintas di kawasan tersebut, ia pun dikejutkan dengan aksi penodongan di dalam angkot. Karena kalau itu belum ada petugas kepolisian, ia pun mencoba untuk melakukan pemeriksaan. “Tapi begitu dilihat, tahu-tahu pemandangannya sangat mengerikan. Karena ada ibu yang gendong anak ditodong pisau,” ujarnya.

Awalnya, kata Aiptu Sunar, ia mencoba menenangkan lokasi yang ada, karena saat itu sekitar ratusan warga tumpah di jalan. Setelah itu, ia pun mencoba melakukan negosiasi dengan pelaku yang kala itu sudah mengalungi pisau di leher Risma. “Si pelaku itu saya ajak ngomong, saya juga minta dia untuk tenang. Hampir 30 menit saya negosiasi dengan pelaku sambil duduk di depan pintu naik angkot,” ceritanya.

Hingga akhirnya, begitu melihat kesempatan, ia pun berupaya melumpuhkan pelaku. Kala itu senjata yang ditembakkan, diarahkan ke lengan kanan pelaku. Tujuannya agar tangannya yang memegang pisau terluka dan pisau terlepas.

“Alhamdulillah, saya dikasih rejeki sama Allah, semuanya berjalan lancar,” ungkapnya.

Usai melumpuhkan tersangka Hermawan, Aiptu Sunaryanto langsung menarik ibu dan anak untuk diselamatkan. Melihat sudah aman, dia langsung memegangi tersangka yang kala itu sudah siap dihakimi warga. “Banyak pukulan yang masuk ke badan saya, orang warga pada mau mukulin pelaku. Makanya langsung dimasukan ke Pospol Klender,” terangnya.

Aiptu Sunar sendiri, merupakan anggota dari Satwil Lantas Polres Jakarta Timur. Pria itu baru pindah unit ke penanganan lakalantas, setelah sebelumnya tergabung di brigade motor (BM). “Baru satu bulan pindah unit, makanya masuk dinasnya kemarin malam,” kata Kasat Lantas Polres Jakarta Timur, AKBP Sutimin.

Pindahnya Aiptu Sunar, kata Kasat, karena belakangan ini ia mengeluhkan sakit pinggang yang dideritanya. Hal itu disebabkan karena hampir beberapa tahun belakangan ini dia bertugas menggunakan sepeda motor besar. “Makanya agar tugasnya tetap maksimal, dia dipindahkan untuk melayani warga yang menjadi korban kecelakaan,” tambah kasat.
d
Atas apa yang dilakukannya, tambah Kasat, sesama petugas kepolisian dia pun merasa bangga dengan yang dilakukan Aiptu Sunar. Jiwa kepolisiannya terpanggil untuk menolong warga yang kala itu tengah dalam masalah.

“Kami berharap akan banyak lagi anggota-anggota lain yang terus mengabdikan dirinya untuk melayani warga Indonesia,” pungkas AKBP Sutimin.

Tangan kanan Hermawan berdarah kena tembak polisi. Timah panas itu dihadiahi polisi lantaran bandit berusia 18 tahun itu melukai ibu dan anak penumpang angkot yang disanderanya.

Pemyanderaan dilakukan Hermawan sekira pukul 19:00 di lampu merah Buaran, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (7/4/2017). Dia menyandera Risma, 26, dan Isnawati, 40, yang memangku anaknya, Dafa, 2, dalam angkot T 25 Rawamangun-Pulogebang.

“Saya cuma butuh uang, Pak,” ujar Hermawan pada polisi yang memeriksanya. “Saya tobat, Pak, ampun.”

Pemuda itu mengaku sudah beberapa kali menodong dengan pisau dalam angkutan umum. Dia selalu mendapatkan HP yang kemudian dijualnya.

Menurutnya, uang yang didapat dari penjualan hasil kejahatannya digunakan untuk bersenang-senang di kawasan remang-remang Gunung Antang, Matraman, Jakarta Timur. “Biasanya buat modal main judi saja, Pak. Kalau kalah ya besok cari lagi,” katanya.

Hermawan melepaskan sanderanya setelah ditembak Aiptu Sunaryanto, Polantas Polres Jakarta Timur. Ibu dan anak yang terluka kena sayatan pisaunya dilarikan ke rumah sakit.

Herawati, warga, mengatakan penyanderaan terjadi sekira pukul 19:00. Angkot yang bergerak dari Terminal Pulogebang berhenti saat lampu berwarna merah di Buaran.

“Namun ketika di lampu merah depan bioskop Buaran, dia (tersangka) naik. Pikir saya tukang ngamen,” kata Herawati, penumpang lain.

Belum sempat terdengar suara nyanyian, pria itu menodongkan pisau ke perempuan yang memangku anaknya itu. Dia meminta HP, kalung dan gelang pada penumpang bernama Risma Oktaviani yang duduk memangku anaknya.

“Dalam angkot semua penumpangnya perempuan, kami semua ketakutan,” sambungnya. “Karena ketakutan itu akhirnya kami semua teriak minta tolong.”

Suara keras beberapa perempuan penumpang terdengar keluar angkot. Warga dan pengendara pun mengerumuni angkot tersebut.

Panik, bandit itu menyandera penumpang bernama Isnawati, Risma dan anak balitanya. Tangannya yang memegang pisau merangkul leher Isnawati yang memangku Dafa.

Beruntung ada Aiptu Sunaryanto, Polantas Polres Jakarta Timur, yang sedang berangkat dinas. Dia kemudian mendekat. Setengah jam dia mengajak negosiasi tersangka Hermawan untuk tak nekat. Satu sandera, RIsnawati dilepas. (joh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru