Wednesday, April 1, 2026
Home > Berita > Hari Pers Nasional Kesempatan Melepas Rindu

Hari Pers Nasional Kesempatan Melepas Rindu

Hari Pers Nasional (HPN) yang dirayakan sekali setahun, kembali bersatu,  setelah pesta sekali setahun dalam rangka hari lahirnya organisasi pers di Indonesia itu tahun lalu dilaksanakan oleh dua organisasi PWI yang berseberangan. PWI Pusat pimpinan Hendry Ch Bangun melaksanakan HPN di Banjarmasin/Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Sedang PWI di bawah pimpinan Zulmansyah Sekedang, menggelar HPN di Pekanbaru, Riau.
Hendry Ch Bangun adalah Ketua Umum PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat, periode 2023-2028 hasil kongres Bandung, Jawa Barat. Sedang  Zulmansyah terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat, periode 2024-2028 melalui KLB di Jakarta.
Perpecahan di tubuh organisasi wartawan tertua di Indonesia itu benar-benar membuat PWI terbelah. Bagi yang berjiwa “petualang” silang sengketa itu dijadikan arena caci-maki, tusuk kiri tusuk kanan, adu domba, fitnah.
Mereka yang memanfaatkan perpecahan itu tak sadar bahwa apa yang dia lakukan justru merusak wajah PWI. Artinya membuat organisasi dimana dia bergabung jadi tercoreng. Meminjam pepatah Minangkabau (Sumbar) apa yang dilakukan adalah “Buruak muko camin di balah”.
Artinya: Rusak muka cermin dibelah. Sindiran untuk orang yang tidak mau introspeksi diri dan selalu menyalahkan orang lain. Atau “Manapuak aia di dulang”,  peribahasa yang berarti menepuk air di dulang yang bermakna mengungkap keburukan atau aib keluarga sendiri atau orang lain, yang akhirnya akan menciprat dan mempermalukan diri sendiri juga. Peribahasa ini menasihati agar menjaga rahasia dan kehormatan bersama.
Pelaksanaan HPN didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 5 pada tahun 1985.
Keputusan Presiden Soeharto  tanggal 23 Januari 1985 itu menyatakan bahwa pers nasional Indonesia mempunyai sejarah perjuangan dan peranan penting dalam melaksanakan pembangunan sebagai pengamalan Pancasila. HPN menjadi suatu pesta bagi wartawan seluruh Indonesia. Pelaksanaan HPN dijadikan arena pertemuan besar oleh wartawan di seluruh Indonesia, yang diisi dengan berbagai acara menarik, seperti diskusi, seminar, pameran, dan banyak lainnya.
Adalah Akhmad Munir yang memimpin PWI Pusat saat HPN Banten dilaksanakan. Dia terpilih sebagai Ketua Umum PWI Pusat periode 2025-2030 dalam Kongres Persatuan PWI di Cikarang, Jawa Barat, 30 Agustus 2025.
Hingga tahun 2026 HPN telah 22 kali dilaksanakan di berbagai provinsi, beberapa provinsi telah menjadi tuan rumah berkali-kali.
Provinsi yang pernah menjadi tuan rumah HPN, adalah:
1. Riau 2005
2. Jawa Barat 2006
3. Kalimantan Timur 2007
4. Jawa Tengah 2008
5. DKI Jakarta 2009
6. Sumatera Selatan 2010
7. Nusa Tenggara Timur 2011
8. Jambi 2012
9. Sulawesi Utara 2013
10. Bengkulu 2014
11. Kepulauan Riau 2015
12. Nusa Tengga Barat 2016
13. Maluku 2017
14. Sumatera Barat 2018
15. Jawa Timur 2019
16. Kalimantan Selatan 2020
17. DKI Jakarta 2021
18. Sulawesi Tenggara 2022
19. Sumatera Utara 2023
20. DKI Jakarta 2024
21. Kalimantan Selatan dan Riau 2025
22. Banten 2026
Mulai Di Jambi
Saya termasuk wartawan yang terlambat akrab dengan HPN. Beberara kali peluang untuk ikut merasakan meriahnya HPN tidak saya manfaatkan. Saat itu saya masih seorang wartawan olahraga yang merasa super sibuk, tugas ke berbagai kota di negeri sendiri dan manca negara.
Saya mulai akrab dengan rangkaian perayaan Hari Pers Nasional sejak tahun 2012, ketika HPN diselenggarakan untuk ke-8 kalinya, di Jambi.  Saya termasuk salah seorang yang dipercaya dalam tim penerbitan buku oleh Panitia HPN Pusat/PWI Pusat. Tahun itu kami, saya bersama dua pengurus teras PWI Pusat  Hendry Ch Bangun dan Atal S Depari, juga dipercaya menyempurnakan buku pedoman/panduan pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Sejak itu hampir selalu saya diajak masuk di panitia (pusat), kecuali di tiga pelaksanaan HPN, 2015 di Batam, 2021 di DKI Jakarta, dan tahun ini di Banten. Untuk tiga kesempatan itu saya mengikuti perkembangan dan pelaksanaan HPN dari rumah sakit.
Tahun 2015, ketika HPN di Batam, saya baru saja menjalani operasi by pass jantung di RS Harapan Kita Jakarta. Tahun 2021, HPN Jakarta, saya juga menjalani opname, menjalani isolasi virus Corona di RS Siloam Bekasi Timur, dan tahun ini 2026 saya juga harus ke rumah sakit.
Yang pasti, setelah diikutkan dalam pelaksanaan perayaan HPN sejak 2012 berbagai pengalaman menarik saya alami.
Pada HPN 2024 misalnya, saya mendapat tugas baru, bergabung dalam Bidang Kebudayaan/Anugerah PWI 2024 yang menangani urusan penghargaan bagi Bupati/Walikota, dan masyarakat, terkait kebudayaan, BUMN, Lingkungan Hidup, dan Pendidikan. Saya juga pernah dua kali menjadi juri pembacaan puisi, di samping tetap masuk tim buku.
HPN ternyata mampu membangkitkan semangat banyak orang. Tidak hanya masyarakat pers, masyarakat umum juga mendapat manfaatnya.
Melalui kegiatan HPN saya bisa berkenalan dengan sejumlah tokoh pers. Saya juga saling mengenal banyak teman yang tergabung dalam masyarakat pers dari seluruh Indonesia.
HPN dari tahun ke tahun yang saya ikuti, sbb:
HPN 2012………Jambi
HPN 2013……….Manado
HPN 2014….,…..Bengkulu
HPN 2015…Batam (sakit)
HPN 2016……….Lombok
HPN 2017…………Ambon
HPN 2018………..Padang
HPN 2019……..Surabaya
HPN 2020.. Banjarmasin
HPN 2021 Jakarta (sakit)
HPN 2022 … Kendari
HPN 2023…. Medan
HPN 2024 ….Jakarta.
HPN 2025 …. Banjarmasin & Banjarbaru
HPN 2026 … Banten (sakit)
HPN yang ditetapkan berdasarkan Keppres No. 5 Tahun 1985 oleh Presiden Soeharto ini sangat erat hubungannya dengan sejarah pers nasional, yaitu berdirinya organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
HPN atau Hari Pers Nasional  dicetuskan pada  Kongres PWI ke-28, di Padang (Sumatera Barat). HPN tercetus dari keinginan tokoh-tokoh pers nasional ketika itu untuk menandai keberadaan dan peran pers Indonesia dalam lingkup nasional.
Tanggal 9 Februari yang merupakan hari lahirnya organisasi PWI ditetapkan secara resmi sebagai peringatan Hari Pers Nasional.  Hal itu mengingat sejarah peran serta jasa perjuangan per nasional untuk Indonesia.
Kemudian atas usul para tokoh pers nasional itulah akhirny HPN secara resmi  ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 5 Tahun 1985 oleh Presiden Soeharto pada tanggal 23 Januari 1985. Keppres tersebut menetapkan tanggal 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional. Hampir setiap pelaksanaan HPN dihadiri oleh Presiden atau Wakil Presiden. Setidaknya diwakili Menteri.***(Djunaedi Tjunti Agus)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru