Tuesday, March 31, 2026
Home > Cerita > Cerita Khas > Sean pernah juara di Abu Dhabi, kini bertekad mengulangi, Catatan A.R. Loebis

Sean pernah juara di Abu Dhabi, kini bertekad mengulangi, Catatan A.R. Loebis

Sean Gelael pernah menyapu gelar juara ketika berlomba di Abu Dhabi dan kini bertekad kuat untuk mengulangi pada laga akhir minggu ini.

“Sean Gelael dan JOTA Sport Sapu Bersih Kemenangan ALMS Abu Dhabi 2021,” demikian judul berita viral ketika itu.

Kini Sean datang lagi bersama teman dan tim lain pada kejuaraan yang sama (ALMS) di tempat sama pada 7-8 Februari 2026.

Kalau pada 2021 ia ditemani Tom Blomqvist didukung tim JOTA, maka pada 2026 ia bersama tim AF Corse 51 bersama Davide Rigon dari Italia dan Charly Samani asal Prancis, dengan menggeber Ferrari 296 GT3.

Apa yang terjadi dan bagaimana jalan lomba ketika Sean menang di Abu Dhabi pada 2021?  Kita baca dulu beritanya pada 21 Februari 2021:

Sean Gelael dan JOTA Sport Sapu Bersih Kemenangan ALMS Abu Dhabi 2021

Yas Marina, Performa apik awal musim kiprah Sean Gelael di balap ketahanan kembali ditunjukkan pada seri kedua Asian Le Mans Series (ALMS) 2021. Dalam dua balapan yang digelar di Yas Marina Circuit, Abu Dhabi, kemenangan diraihnya bersama tim JOTA Sport. Kemenangan kelas LMP2 pada seri ini berhasil disapu bersih.  

Sean Gelael juara P1 di ALMS Abu Dhabi 2021. (jagonya ayam)

Dua kali balapan di Abu Dhabi masing-masing digelar dengan durasi 4 jam, diisi oleh kelas LMP2, LMP3 dan GT. Rival terkuat dari rim G-Drive berhasil diungguli oleh duet Sean dan Tom Blomqvist untuk JOTA Sport. Bahkan dari dua balapan tersebut, Sean mendapat porsi giliran membalap lebih banyak, dan menunjukkan kekuatan fisiknya.

Meraih kemenangan di Race 1 hari Jumat (19/2/2021), JOTA Sport menguasai posisi terdepan hampir sepanjang balapan yang berlangsung di bawah guyuran sinar lampu sirkuit. Pada kesempatan ini, Sean diberi giliran kedua setelah Blomqvist, untuk membawa mobil balap berbasis Oreca sampai finish. Menguji kekuatan fisik, stint alias giliran yang didapat Sean berlangsung selama 3 jam non-stop.

Beruntung, pembalap Indonesia yang tahun lalu berkompetisi di Formula 2 itu mampu tampil konsisten dan tidak melakukan kesalahan fatal. Akhirnya kemenangan pertama musim 2021 diraih pada Race 1 ALMS seri Abu Dhabi oleh JOTA Sport. Hasil ini melanjutkan finish podium kedua oleh tim pada seri sebelumnya di Dubai.

Kemudian hasil yang sama diraih pada Race 2 Abu Dhabi, Sabtu (20/2/2021). Duet Sean dan Blomqvist memulai balapan dari posisi keenam, yang memberi tantangan lebih dalam mengejar posisi pertama. Tim G-Drive Racing sekali lagi menjadi rival utama skuad JOTA di awal musim 2021 ini, dengan komposisi dua mobil G-Drive lawan satu mobil JOTA.

Berbeda dengan Race 1, pada balapan kedua ini Sean mendapat giliran sebagai starter alias giliran pertama saat start balapan. Dari rencana strategi awal yang menempatkan Sean di mobil selama 1,5 jam, ternyata berubah menjadi selama 2 jam. Keputusan ini diambil setelah melihat dan menyesuaikan kondisi yang terjadi di trek seiring berjalannya balap ketahanan ini.

Blomqvist bergantian mendapat gilira di paruh kedua balapan. Mengambil alih kendali dan situasi, anak dari mantan juara WRC 1982 Stig Blomqvist itu membawa JOTA Sport berada di posisi kedua.  

Dalam stint pendeknya, Blomqvist berhasil menyalip Rui Pinto de Andrade dari G-Drive mobil nomor 25, untuk merebut posisi terdepan. Sebelumnya, jarak antara Blomqvist dan de Andrade terpaut sampai 18 detik di trek. 

Tidak berselang lama, pergantian pembalap kembali dilakukan untuk Sean menuju akhir balapan. Dengan strategi konservatif, Sean tidak menggeber maksimal mobilnya. Bahkan keunggulan jarak 35 detik harus terpangkas menjadi 11 detik setelah pitstop. Pada fase penutupan, Sean harus bertahan dari tekanan Franco Colapinto, pembalap G-Drive #25 lainnya.

Alhasil saat finish, Sean terdepan dengan selisih hanya 0,4 detik dari Colapinto. Persaingan keduanya harus dilalui dengan melewati traffic alias mobil-mobil yang lebih lamban saat overlapping. Kemampuan defensive Sean pada kesempatan itu juga benar-benar diuji.

“Pertarungan dengan Colapinto memang sengit, karena dia sangat cepat. Tapi kondisi saya yang lebih baik dibanding kemarin karena balapannya dipisah ikut menolong. Saya senang sudah mendapatkan chemistry dengan tim dan ini jadi modal bagus buat WEC (World Endurance Championship),” kata Sean usai balapan. 

Mengulang Kemenangan

Sean Gelael dan rekan setimnya ingin tampil terbaik di Abu Dhabi pada akhir laga ALMS 2025-2026, sebelum tampil lagi pada laga FIA WEC dan GTWE.

Setelah menunjukkan performa menawan pada putaran pertama di Sepang, Malaysia, namun lalu mengalami dua balapan sulit di Dubai, UEA, karena kendala teknis, Sean Gelael ingin menutup musim Asian Le Mans Series (ALMS) dengan hasil bagus di Sirkuit Yas Marina.

Sean Gelael bersiap dalam test day di Sirkuit Abu Dhabi, Jumat. (jagonya ayam)

Dua race terakhir ALMS digelar akhir pekan ini di sirkuit hasil reklamasi di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, pada Sabtu (7/2) dan Minggu. Dua balapan 4 Hours of Abu Dhabi tersebut tentu ingin dilalui oleh Sean dan dua rekan setimnya, Davide Rigon dan Charly Samani dengan paling tidak tanpa masalah.

Ini karena pada balapan ALMS sebelumnya di Dubai, dari dua race yang digelar (Race 3 & 4) semua mereka lalui dengan penuh masalah.

 

Race 3 masalah girboks, lalu karena sempat ditabrak pada Race 4 giliran downforce mobil yang terganggu sehingga penampilan jadi tidak maksimal sehingga mereka pulang dengan tangan hampa.

“Kami mengambil banyak pelajaran dari Dubai dan semoga balapan di Abu Dhabi bisa kami lalui dengan tanpa masalah. Kami ingin mengakhiri musim dengan baik,” ujar Sean, Brand Ambassador Pertamax Turbo.

Abu Dhabi diperkirakan juga bakal jadi balapan sengit bagi Sean Gelael dan tim AF Corse 51 di kelas GT. Persaingan di kelas ini sangat ketat, lantaran dari empat balapan sebelumnya terdapat tiga pemenang berbeda.

Tim GetSpeed 9 (Mercedes), lalu Kessel Racing 74 (Ferrari), dan Team WRT 69 (BMW) semua pernah jadi pemenang apakah di Sepang atau Dubai.

Menariknya, satu-satunya tim yang menang dua kali, Kessel Racing 74 justru menggeber Ferrari. Inilah yang membuat kubu AF Corse 51 merasa sebenarnya mereka mampu tampil sebaik Kessel Racing 74 karena sama-sama mengendarai mobil legendaris Italia tersebut. Dan itu sudah mereka buktikan di Sepang saat finis di P4.

Sirkuit Yas Marina memiliki banyak kemiripan dengan Dubai Autodrome, di mana lintasan lurus dan hairpin yang panjang menjadi bagian penting dari sirkuit ini. Sean sendiri pernah menang di sini di ajang ALMS, walau waktu itu di kelas LMP2.

Kali ini pasti berbeda, walau bila meraih podium atau bahkan menang lagi sensasinya pasti akan sama. Apa pun kondisinya, Sean, Rigon, dan Samani berusaha tampil total di Yas Marina.

Race 5 & 6 ALMS, 4 Hours of Abu Dhabi, bisa disaksikan langsung di kanal youtube @AsianLeMansSeries, di mana Sean berpartipasi di ALMS berkat dukungan KFC Indonesia, Pertamax Turbo, Pertamina Fastron, Telkomsel, dan BNI. (ak / arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru