Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Kurator penerbitan puisi para penyair lawas menantikan kiriman para penulis untuk diterbitkan dalam kumpulan puisi khusus para penyair berusia kurang lebih 70 tahun – atau minimal kelahiran 1965.
“Kita nantikan puisi-puisi rekan penulis puisi lawas untuk kita terbirkan pada awal tahun 2026,” kata kurator penerbitan buku Hendry Ch Bangun di Jakarta, Sabtu.
“Peserta untuk kumpulan puisi itu terbuka bagi para penyair berusia kurang lebih 70 tahun pada 2025, atau minimal kelahiran 1965,” kata Hendry Ch Bangun, yang sebelumnya menerbitkan kumpuan puisi “The Fifties” dua puluh tahun lalu. .
Selain Hendry Bangun, kurator lain penerbitan buku puisi bersama itu adalah Adri Darmadji Woko dan Kurniawan Junaedhie
Hendry menjelaskan, persyaratan untuk yang ingin menyertakan karyanya, minimal mengirim 2 (dua) puisi bebas, terbaru dan belum pernah dipublikasikan di media mana pun, disertai foto dan biodata terbaru.
Puisi ditulis dalam satu lembaran / scroll dalam aksara Times New Roman, 12 font, dengan 1,15 spasi.
“Pada setiap puisi, ditulis nama penyair dengan huruf besar, di atas masing-masing judul puisi,” kata Hendry, yang sudah menerbitkan beberapa buku karyanya.
Panjang setiap puisi maksimal 40 baris (termasuk judul, subjudul, jarak antarbaris / antarbait dan titimangsa.
“Jadi tiap puisi cukup termuat pada satu halaman dalam buku ukuran jumbo,” katanya.
Puisi yang dikirim merupakan karya orisinal, bukan AI, dan bukan hasil plagiasi atau anasir plagiarisme.
Puisi dikirim ke email: puisi70tahun@gmail.com paling lambat sudah harus diterima pada 31 Desember 2025, pukul 23.59 WIB.
Hendry menjeaskan, setiap penyair yang karyanya terpilih dan dimuat wajib mengganti ongkos ganti cetak minimal untuk 1 (satu) eks. buku dan ongkir pengiriman buku.
Hendry menyebutkan, untuk penerbitan antologi puisi “Seventies” ini, tidak diadakan surat-menyurat, SMS, WA, DM, atau pun kontak lainnya. (arl)
