Tuesday, March 31, 2026
Home > Berita > Kepedihan Ford – Ferrari  dan kegembiraan McLaren di LMGT3

Kepedihan Ford – Ferrari  dan kegembiraan McLaren di LMGT3

Mimbar-Rakyat.com (Indonesia) – Kesedihan atau kepedihan bagi Ford dan Ferrari serta kegembiraan bagi McLaren di kelas LMGT3. Begitu kita-kira terjemahan bebas judul berita “Ford and Ferrari’s pain is McLaren’s gain in LMGT3.”

Berita itu terdapat dalam laman fiawec.com usai laga putaran keenam FIA WEC 2025 yang berlangsung di Sirkuit COTA di Teksas, Amerika, Senin dini hari pukul 01.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB.

VISTA AF Corse kelihatannya sudah hampir tampil sebagai pemenang kategori LMGT3 bersama Ferrari 296 mereka di Lone Star Le Mans di Circuit of The Americas (COTA), Minggu jelang pukul 01.00 waktu setempat, namun ada sentuhan di ekor mobil mereka menyebabkan kemenangan diraih United Autosports’ #95 McLaren.

Dalam balapan mendebarkan itu, bintang kualifikasi Proton Competition tampil menawan bersama Ford Mustang #77, tapi kondisi kering menjelang akhir lomba membuat beberapa tim mengubah strategi mereka dengan mengganti ban kering ke ban basah.

Sean Gelael DKK juara di putaran keenam kejuaraan ketahanan FIA WEC 2025 di Sirkuit COTA Amerika, Minggu malam hingga Senin pagi WIB. (jagonya ayam)

Ketika waktu laga tinggal kurang dari lima menit lagi,   Ben Barker mengambil alih pimpinan tetapi terjadi kontak sehingga pebalap Italia itu kena penalti lima detik dan ini membuat McLaren meraih kemenangan pertama di kejuaraan musim 2025 ini.

Perhitungan Proton untuk tetap menggunakan ban basah pada akhir perlombaan hampir membuncahkan kegembiraan mereka sepeerti yang terjadi sehari sebelumnya. Tapi cuaca kering seolah datang tiba-tiba sehingga Barker kelabakan. Pebalap Inggris itu melorot dari urutan pertama ke urutan keenam dalam beberapa putaran, dua tingkat di atas mobil tim satunya Mustang #88 dan tidak pernah membuat jarak seperti yang dilakukan mereka pada Sabtu.

Kegembiraan VISTA AF Corse’s juga tak berlangsung lama, karena penalti yang diperoleh Rigons karena bersentuhan dengan Ford, membuat Ferrari #54 ituturun ke tangga ketiga klasifikasi akhir. Ini menimbulkan kelegaan dan kegembiraan bagi kru United Autosports #95 Sean Gelael, Marino Sato dan Darren, yang naik ke podium utama.

“Strategi ban kami tepat sekali,” kata Sato, yang menyetir kendaraannya pada stint akhir lomba itu. “Lima lap sebelum kami memutuskan strategi ban itu, saya terus diskusi bersama tim melalui radio di tiap tikungan. Saya kira saya lebih banyak diskusi ketimbang nyetir!.”

“Pada awal mengganti ban itu, lintasan terasa amat amat licin, tapi kami berusaha agar tetap bertahan. Setelah apa yang dilakukan oleh semua anggota tim selama ini..maka kami mendapatkan hasilnya,” kata Sato.

Sedangkann Sean Gelael berkomentat, “Semua punya peran besar dalam kemenangan ini. Darren di awal amat bagus, dia memastikan mobil aman di P1. Marino melakukan apa pun yang dia bisa di tengah kondisi sulit dan membawa mobil hingga finish. Inilah bukti  dari kerja berat kami selama ini, seberapa berat pun pekerjaan itu.”

Kedua mobil McLarens mendapatkan hasil meyakinkan, bersama mobil lainnya #59 yang runner-up di Qatar Februari lalu, berada di tangga keempat.

Hasil baik tim lainnya karena strategi Ganti ban itu, dialami juga oleh tim BMW. Mobil  M4 LMGT3 Evo nomor pintu #46 yang dikendarai Ahmad Al Harthy, Kelvin van der Linde dan legenda dunia sepeda motor Valentino Rossi, berada di urutan kedua, hasil terbagus mereka setelah di Imola. Valentino Rossi merupakan rekan setim Sean Gelael dalam kejuaraan sama saat mereka bergabung dalam tim WRT, dengan mobil berbedam pada tahun sebelumnya.

Valentino Rossi dan Sean Gelael di salah satu kejuaraan pada tahun lalu. (mr)

Seperti halnya Mustang #77, Manthey Phorm #92 yang memilih tidak mengganti ban, merasakan akibatnya mendapat kibaran bendera finis di luar urutan tujuh besar, seperti juga saingan berat mereka lainnya.

Baca juga: Sean Gelael dan United Autosports Juara FIA WEC di COTA Amerika

Ryan Hardwick, Richard Lietz dan Riccardo Pera masih menambah angka klasemen sementara mereka menjadi 19 poin.

Berlaga di kendang sendiri, Corvette pun tidak merasakan kegembiraan sama sekali, sementara karena dua mobil TF Sport Z06 LMGT3.R tidak berhasil menyentuh finis di dalam urutan 10 besar.

Musim laga berikutnya akan berlangsung di Jepang dengan tajuk 6 Hours of Fuji – sirkuit paling kondang di negeri Matahari Terbit itu, diadakan pada 26-28 September 2025. (fiawec / arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru