Mimbar-Rakyat.com (Depok) – Pentas Seni (Pensi) SDIT Darojaatul Uluum Limo Depok yang dikemas dalam tajuk Pensi DU Cinemagic, berlangsung menarik dan meriah, dihadiri orangtua murid dan para petinggi di kawasan sekolah di kecamatan itu.
Pentas seni yang dilakoni para murid sekolah SD Islam – yang berlokasi di Jalan Arthayasa, Blok Tengki, Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Depok dan didirikan pada 2005 itu, diadakan rutin setiap tahun dengan tajuk dan tema berbeda.
Pada Pensi yang berlangsung Sabtu 22/11/2025, para pemain beraksi di atas panggung, dengan layar lebar di belakang mereka, yang memunculkan latar berbeda adegan per adegan sesuai dengan inti cerita.

Pementasan didominasi gambar dan pencahayaan (lighting) sebagai latar belakang dan di pentas penuh dengan gerak natural dan teaterikal yang diperankan para siswa mulai dari kelas 1 hingga kelas 6 secara bergantian.
Di antara penampilan (performance) para siswa itu, ada yang dinamai dengan genre fiksi ilmiah, fantasi, horror, musikal, drama, dokumenter, romansa, dan beragam lainnya. Sedangkan duo pembawa acara mengenakan kostum Harry Potter, sehingga acara semakin semarak.
Pentas ini diolah menjadi dua dimensi, sehingga penonton merasa dibawa ke lokasi peristiwa yang sedang mereka lakoni. Para orang tua dan kanak-kanak yang menonton di bawah tenda di pelataran sekolah, serius menyaksikan, tak beranjak sejak awal pertunjukan hingga akhir dari Pensi itu.
Menggali bakat
Lurah Meruyung, Asep Suherman, SE. yang hadir dalam kesempatan itu menuturkan, ia amat terkesan dengan acara Pensi itu dan mengapresiasi kalender kegiatan sekolah itu.
“Pentas seni ini amat bagus untuk menggali bakat kreativitas siswa-siswi serta membangun rasa percaya diri mereka. Ini amat berharga dan berguna untuk masa depan mereka,” ujar Lurah Asep dalam sambutannya.

Asep Suherman menilai pentas itu amat berguna, agar para siswa tidak melulu hanya belajar saja, melainkan butuh sarana untuk membangun dan menyalurkan hobi mereka di luar kelas.
“Para siswa harus membangun dan mengembangkan hobi dan kreatifitas mereka. Mereka butuh pengembangan tidak hanya kecerdasan akademik, melainkan juga diimbangi dengan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual,” kata Lurah Asep.
“Pada gilirannya nanti harus ada sinergi antara orang tua dengan pihak sekolah dalam usaha untuk memajukan anak, demi tumbuhnya keberadaan generasi Indonesia Emas pada 2045, seperti yang dicanangkan pemerintah,” urainya.

Kepala Sekolah SDI Darul Ulum, Ulil Amri, M.Pd. menambahkan, pementasan itu diadakan tujuannya bukan hanya untuk melakoni pentas, melainkan membina semakin dekatnya hubungan para orangtua dengan guru.
“Kami meniatkan tujuan pentas seni ini bukan hanya untuk menggairahkan rasa berkesenian pada siswa serta mengembangkan hobi mereka, melainkan juga untuk meningkatkan semangat hubungan antara sekolah atau guru dengan para orang tua,” kata Ulil. (arl)
