Sunday, July 21, 2024
Home > Berita > Penantian 28 Tahun, Regu Putri Indonesia Kembali Menuju Olimpiade Paris

Penantian 28 Tahun, Regu Putri Indonesia Kembali Menuju Olimpiade Paris

Haru biru trio Rezza, Diananda dan Syifa saat berhasil merebut tiket beregu Olimpiade Paris/ (fptpz; lilird hsnfsysniz-

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Tinggal 35 hari ke depan, lambang supremasi olahraga sejagat, Olimpiade Paris digelar. Dalam dua pekan pasca berakhirnya babak kualifikasi final di Antalya, Turki. Kamis 20 Juni, World Archery mengkonfirmasikan daftar kuota yang diperoleh masing-masing negara pada NOC (KOI untuk Indonesia).

Tercatat tahun silam, dua tiket diperoleh Indonesia, melalui nomor individual: Arif dan Diananda. Menyusul beberapa saat lalu trio Diananda, Syifa dan Rezza untuk regu. Dengan demikian kuota individual Diananda kembali pada World Archery.

Cukup panjang jalan yang ditempuh Indonesia untuk mengulang perolehan tiket beregu putri ke Olimpiade.

Pada 32 tahun silam, saat Olimpiade Barcelona 1992  (belum diberlakukan kualifikasi 12 kuota beregu) tercatat Nurfitriyana, Rusena Gelanteh dan Purnama Pandiangan. Menyusul kualifikasi menuju Olimpiade Atlanta 1996 lolos trio  Nurfitriyana, Hamdiah  dan Dahliana.

Di sisi lain, perolehan tiket Regu Indonesia menuju Olimpiade Paris kali ini bisa disebut sebagai “hasil tabungan” dari event-event sebelumnya yang diikuti Indonesia: Semi-finalist di arena World Cup stage 1 Shanghai (April) dan Stage-2 di Yecheon (Mei). Di kedua event itupun berhadapan lawan trio serupa: Katharina Bauer, Charline Schwarz dan Elisa Tastler dari Jerman. Tabungan yang membuahkan peringkat dunia ke-9.  Singkat ceritra, trio Diananda, Syifa dan Rezza sempat menelan kekalahan 2-6 di perdelapan final dari Megan Havers dan kawan-kawan (Inggris) pada hari-hari sebelumnya pada babak kualifikasi Beregu di tempat yang sama pada 13-17 Juni. Kekalahan yang  meloloskan Inggris melangkah ke babak berikutnya.

Sementara itu dari Asia Tenggara, kubu trio Dania dan kawan-kawan (Malaysia) peringkat ke-22 dunia lebih awal lolos ke Paris setelah mampu ke final melalui aduan yang mendebarkan vs China sebelum akhirnya kalah 4-5 melalui tie-break.

“Kami tidak membayangkan hasil tinggi-tinggi, tapi memang latihan-latihan dan kerja keras,” ucap gadis 18 tahun yang sebelum terbang ke Antalya bersama tim yunior sempat menjalani pemusatan latihan di venue panahan GBK, Senayan.

trio Indonesia saat sebelum lomba di Antalya, Türkiyè: Diananda, Rezza dan Syifa. Foto: Lilies Handayani)

Hari-hari menjemput hasil tabungan sebagai peringkat dunia ke-9, masih tersisa dua (10 negara lolos melalui eleminasi aduan) bukan sesuatu yang nyaman untuk dilalui kubu Indonesia. Karena regu Columbia (peringkat dunia-12) dan Italia (ke-13) pun sama-sama menaruh asa bisa ke Paris.

“Jadi harap dimaklumi pada sensi.., aku minta terus untuk tenang, fokus dan fokus dan abaikan berita-berita”, ucap pelatih kepala, personil trio Perak Olimpiade Seoul, Lilies Handayani.

Tabungan pun akhirnya cair, berada dalam 12 regu peserta kelas dunia menjadi modal untuk menginjak venue Esplanade des Invalides di pusat kota Paris.  ((Indrie HP Koentjoro / him)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru