Thursday, December 03, 2020
Home > Berita > Musab al-Tamimi, Remaja Palestina Pertama yang Ditembak Mati Israel 2018

Musab al-Tamimi, Remaja Palestina Pertama yang Ditembak Mati Israel 2018

Kerabat remaja Musab al-Tamimi yang dibunuh pasukan Israel, meratapi kepergian remaja tersebut di sebuah rumah sakit Ramallah, Tepi Barat yang diduduki. (Foto: Anadolu /Al Jazeera)

Kerabat remaja Musab al-Tamimi yang dibunuh pasukan Israel, meratapi kepergian remaja tersebut di sebuah rumah sakit Ramallah, Tepi Barat yang diduduki. (Foto: Anadolu /Al Jazeera)

Mimbar-Rakyat.com (Ramalah) –  Pasukan Israel telah menembak mati seorang remaja Palestina di pinggiran utara kota Ramallah, Tepi Barat yang diduduki. Demikian menurut pejabat Palestina, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Kementerian kesehatan Palestina mengidentifikasi anak laki-laki berusia 17 tahun itu sebagai Musab Firas al-Tamimi dari desa Deir Nitham, di mana penembakan pada hari Rabu (3/1) terjadi.

“Dia meninggal tak lama setelah pasukan pendudukan menembakkan peluru ke lehernya,” kata Maria Aqraa, seorang juru bicara kementerian, mengatakan kepada Al Jazeera. “Dia dipindahkan ke rumah sakit di Ramallah dan dia meninggal beberapa menit kemudian,” tambahnya.

Aqraa mengatakan Musab ditembak saat terjadi konfrontasi dengan tentara Israel. Menurut situs berita Times of Israel, tentara Israel mengatakan bahwa Musab “sepertinya memegang pistol”, namun “tidak segera dikonfirmasikan bahwa al-Tamimi benar-benar telah dipersenjatai pada saat penembakan tersebut”.

Seorang juru bicara tentara dilaporkan mengatakan kepada situs web bahwa keadaan pembunuhan Musab sedang diselidiki.

Musab adalah anggota keluarga Tamimi, yang tinggal di desa Nabi Saleh yang berdekatan, di mana seorang aktivis remaja terkemuka ditangkap pada 19 Desember lalu.

Ahed Tamimi yang difilmkan menampar seorang tentara yang berdiri di luar rumahnya, setelah pasukan Israel menembak sepupunya yang berusia 15 tahun di hadapannya dengan sebuah peluru karet.

Keluarga tersebut telah dianiaya bertahun-tahun oleh tentara Israel yang telah menahan dan membunuh beberapa dari mereka selama demonstrasi yang tidak bersenjata melawan pencurian tanah mereka untuk pemukiman Yahudi ilegal di dekatnya, Halamish.

Ayah Musab, Firas, mengatakan bahwa tentara Israel telah memprovokasi penduduk kedua desa tersebut selama berbulan-bulan hingga sekarang.

Dia mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tentara Israel menggerebek Deir Nitham sekitar pukul 08:00 waktu setempat (06:00 GMT) pada hari Rabu, setelah anak laki-laki dari desa tersebut keluar untuk menghadapi mereka.

“Tentara pendudukan telah menyerang baik Deir Nitham dan Nabi Saleh siang dan malam. Mereka masuk, membuat amarah penduduk, menyerang rumah kami pada malam hari dan melemparkan bom-bom di jalan. Ini adalah kenyataan kita setiap hari,” kata Firas.

“Kami tidak bisa diam dan terus menonton, tidak ada yang mendengarkan kami – tidak ada yang merasakan sakit yang kami alami. Dunia hanya diam-diam menonton.”

Sejak 6 Desember, ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, 16 warga Palestina telah dibunuh oleh tentara Israel sebagian besar selama demonstrasi menentang keputusan Washington.

Pembunuhan Musab, yang tidak terkait dengan demonstrasi menentang Trump, membuat dia menjadi orang Palestina pertama yang ditembak mati oleh pasukan Israel pada tahun 2018.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru