Thursday, May 19, 2022
Home > Berita > Mengapa mobil LMP2 direduksi penampilannya di kejuaraan dunia FIA WEC?

Mengapa mobil LMP2 direduksi penampilannya di kejuaraan dunia FIA WEC?

Kategori mobil LMP2 dikejuaraan dunia FIA WEC dikurangi tenaganya. (jagonya ayam)

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Ini diawali ketika kategori Hypercar menggantikan LMP1 sebagai mobil di kelas utama pada 2020, tahun terakhir kejuaraan FIAWEC menggunakan mobil LMP1.

Dua mobil Toyota berstatus LMP1 H (Hybrid), fastest lap di kelas itu di Circuit de la Sharte (Le Mans) dengan catatan waktu 3:15.267. Ini tercipta di babak Hyperpole (kualifikasi).

Di lain sisi, fastest lap untuk kelas LMP2 adalah 3:24.528.

Tahun 2021 kelas utama berganti menjadi Hypercar.  Pada uji coba pertama mobil jenis ini, di mana Toyota menjadi satu-satunya tim menggunakan Hypercar, terjadi ketidakpuasan.

Ini karena lap time yang mereka buat di Le Mans hanya ditargetkan pada 3:30.000, walau dalam perkembangannya bisa lebih baik. Tentu saja, lap time itu dengan mudah dikalahkan oleh LMP2, demikian info yang dilansir dari medsos tim Jagonya Ayam.

Karena tak mau ada fakta kelas utama kalah dari kelas nomor dua, dari situlah usaha “penggembosan” LMP2 dimulai. Dan itu terjadi pada tahun debut semusim penuh Sean Gelael mengikuti kejuaraan FIA WEC, 2021.

Setelah dapat diketahui bahwa mobil Hypercar tidak lebih cepat dari LMP2 saat tes di Le Mans, dimulailah kompromi untuk mereduksi performa mobil LMP2. Penggunaan ban yang lebih keras dan pemangkasan power, menjadi dua upaya pertama untuk mengatasi masalah ini.

LMP2 memakai ban Goodyear, sementara Hypercar dan GTE Pro/Am menggunakan Michelin.

Pada uji coba awal penggunaan ban keras, mobil LMP2 sulit dikendalikan, sehingga dikeluhkan oleh pebalap dan tim. FIA dan ACO (promotor Le Mans) pun mencari solusi lagi.

Power pun dikurangi

Power mesin Gibson 4.2L V8 dikurangi dari 600 bhp menjadi 560 bhp. Pun ada lagi dari sisi setelan mobil, di mana di semua seri mobil LMP2 harus memakai setelan Le Mans yang low downfore. Padahal pada seri-seri selain Le Mans, bisa memakai setelah medium hingga high downforce, yang bisa membuat mobil melaju lebih cepat. Belum cukup, bobot minimal mobil pun ditambah 20 kg, menjadi 950 kg.

Dampaknya pada kualifikasi di 24 Hours of Le Mans 2021, Hypercar membuat fastest lap 3:23.900, sementara LMP2 3:27.950.

Jika dibandingkan sesi kualifikasi 2020, Hypercar lebih lambat 8,633 detik (2020 – 3:15.267) sementara LMP2 3,422 detik (2020 – 3:24.528). Bisa disimpulkan bila LMP2 tidak direduksi performanya, kelas ini minimal selevel dengan Hypercar.

Sepanjang 2021, usaha mereduksi performa LMP2 berhasil, karena Hypercar selalu unggul jauh di tiap seri, persis ketika kelas utama masih LMP1. Namun hal itu tak menyuruti FIA dan ACO untuk kembali mereduksi LMP2 lagi untuk musim 2022, walau kali ini usahanya tidak sebesar tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, power dikurangi sebanyak 8kW atau sekitar 10 bhp. Jadi perjalanannya adalah, dari 600 bhp (2020), lalu 560 bhp (2021), dan pada 2022 ini sekitar 550 bhp.

Sisi downforce juga terdampak. Selain masih harus memakai level setelan Le Mans untuk seluruh seri, ada juga larangan memakai dive plane (sayap tambahan di spoiler) depan, lalu tinggi bidang vertikal (strake) diffuser dipotong 50 mm, dan ada tambahan gurney 10 mm di sayap belakang untuk menjaga keseimbangan mobil. Bobot minimal mobil masih sama seperti 2021, 950 kg.

Kejuaraan FIAWEC 2022 baru menyelesaikan satu seri, 1000 Miles of Sebring di Amerika, Maret lalu.

Karena Sebring tidak menjadi bagian dari WEC pada 2020 dan 2021, data pembanding diambil dari musim 2019.

Lap time kualifikasi LMP2 di Sebring pada 2019 adalah 1:46.923. Sementara pada tahun 2022 catatan di sesi sama adalah 1:49.016. Selisih lebih lambat 2.093 detik ini dipastikan karena adanya upaya reduksi performa LMP2.

Menariknya, fastest lap kualifikasi kelas Hypercar 2022, 1:47.407, lebih lambat dari LMP2 tahun 2019.

Walau performa direduksi, tekad trio  Sean Gelael, Robin Frinjs1 dan Rene Rast tetap kuat ingin mempertahankan gelar juara tim dan pebalap bersama Tim WRT #31.  (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru