Wednesday, September 22, 2021
Home > Berita > Karsten Warholm pecahkan rekor dunia untuk raih emas lari gawang 400m

Karsten Warholm pecahkan rekor dunia untuk raih emas lari gawang 400m

Karsten Warholm dari Tim Norwegia bereaksi setelah memenangkan medali emas 400m gawang putra pada hari kesebelas Olimpiade Tokyo 2020, di Stadion Olimpiade, Selasa (3/8), di Tokyo, Jepang. (Foto Michael Steele-Getty Images/ https://olympics.com/tokyo-2020)

Mimbar-Rakyat.com (Tokyo) – Karsten Warholm dari Swedia menjuarai final 400m gawang pria secara spektakuler dengan mencetak rekor baru 45,94. Rai Benjamin dari Amerika Serikat berada di urutan kedua untuk meraih perak (46,17) dan Alison dos Santos dari Brasil meraih perunggu (46,72).

Baik Warholm dan Benjamin berada di bawah rekor dunia sebelumnya, dengan petenis Norwegia itu hampir satu detik di bawah mantan pemain terbaik dunia (46,70).

Warholm mulai banggkit dari blok seperti orang yang terbakar, bergerak ke depan, melesat, dan seolah-olah dia akan melenggang menuju kemenangan. Rai Benjamin dari AS punya semanggat sama, sprint itu sejajar dengan pelari Norwegia itu saat-saat terakhir.

Tampaknya, sejenak, seolah-olah Warholm akan memudar, tetapi ketika dia melompat dengan agresif melewati rintangan (gawang) terakhir, dia menemukan kesempatan hidup baru, berari baggai secepat kilat melewati batas untuk menghancurkan rekor dunianya sendiri.

Setiap pahlawan membutuhkan musuh bebuyutan, dan pada Benjamin, Warholm menemukan satu tantangan – dan mampu – untuk mendorongnya menjadi yang terbaik. Atlet AS, Benjamin, harus puas dengan medali perak.

Warholm telah melakukan apa yang belum pernah dilakukan oleh atlet lain sebelumnya, memecahkan rekor dunia Kevin Young yang berusia 29 tahun, sebulan yang lalu. Pelari Norwegia itu sekarang memiliki medali emas Olimpiade dan rekor dunia.

Warholm sangat senang dengan medali emas Olimpiadenya. “Maksudku, ini sangat gila. Ini adalah momen terbesar dalam hidup saya,” katanya, seperti dikutip dari https://olympics.com/tokyo-2020.

Benjamin, yang meneteskan air mata setelah baru saja kehilangan posisi teratas di podium, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya.
“Saya selalu memberi diri saya 24 jam untuk memproses sesuatu. Saat ini aku hanya penuh emosi. Saya telah bekerja sangat keras. Inilah yang penting. Saya mendapat medali tapi rasanya menyakitkan untuk kalah.”***(edy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru