Monday, January 18, 2021
Home > Berita > Debat Terakhir Hillary-Trump dari “Wanita Jahat” hingga “Boneka Putin”

Debat Terakhir Hillary-Trump dari “Wanita Jahat” hingga “Boneka Putin”

Donald Trump dan Hillary Clinton debat akhir calon presiden AS. (amnewyork)

MIMBAR-RAKYAT.com (Las Vegas) – Debat terakhir calon presiden Amerika Serikat antara kandidat Republik Donald Trump melawan kandidat Demokrat Hillary Clinton di Universitas Nevada di Las Vegas, Kamis waktu setempat, berlangsung panas ketika kedua kandidat saling melontarkan tuduhan dan ejekan.

Berikut tujuh hal menarik dari debat ketiga atau yang terakhir dari rangkaian debat menjelang Pemilu Presiden 8 November nanti, seperti dilansir antaranews dari Reuters:

1. Donald Trump tak akan mengakui hasil Pemilu seandainya dia kalah dengan menjawab pertanyaan moderator debat bahwa “saya akan melihat dulu nanti.” Hillary Clinton menyebut pernyataan Trump ini membahayakan demokrasi Amerika Serikat di mana selama ratusan tahun demokrasi AS para kandidat yang kalah selalu menyelamati lawannya dan mengakui kekalahan mereka kendati hasil Pemilu tidak menyenangkan mereka.

2. Hillary Clinton menyebut pemerintah Rusia telah mematai-matai AS dengan meretas email pemerintah dan rakyat AS untuk diberikan kepada WikiLeaks. Hillary heran Trump tidak mengecam aksi Rusia ini. Trump balik mengatai Hillary kalah pintar dari Presiden Rusia Vladimir Putin dan bahkan Presiden Suriah Bashar Al Assad sehingga pendulum perang di Suriah kini malah menguntungkan rezim Assad.

3. Hillary menyebut Trump “boneka” Presiden Rusia Vladimir Putin, antara lain karena menolak mengecam Putin dan Rusia padahal dinas intelijen AS dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS resmi menuduh Rusia melakukan serangan siber.
“Dia (Trump) lebih percaya kepada Vladimir Putin ketimbang pejabat militer dan intelijen kita yang sudah bersumpah melindungi kita,” serang Hillary.
Trump menolak disebut boneka, sebaliknya dia mengaku punya hubungan yang lebih baik dengan Putin ketimbang Putin dengan Hillary. “Putin bicara hal-hal baik dengan saya. Dia tidak menaruh respek kepada Hillary.”
Hillary menimpali, “Ya karena dia suka memilih boneka sebagai presiden Amerika Serikat.”

4. Trump menyebut Hillary “wanita jahat” karena akan menerapkan pajak tinggi kepada kaum kaya, termasuk Trump.

5. Hillary menyebut Trump tak pantas bertanggung jawab mengendalikan senjata nuklir sehingga kode-kode senjata nuklir AS tidak boleh ada di tangan Trump (Trump tidak boleh jadi presiden).

6. Trump kembali membantah telah melecehkan wanita dengan berkata bahwa dia tidak meminta maaf kepada istrinya Melania atas tuduhan pelecehan seksual karena dia mengaku memang tidak melakukannya.

7. Cerita tentang dua yayasan: (a) Trump menuduh Yayasan Clinton menerima dana dari negara-negara seperti Arab Saudi dan Qatar yang anti-LGBT dengan menyebut yayasan ini “perusahaan kriminal”, sebaliknya (b) Hillary menuduh salah satu aktivitas Yayasan Trump adalah membeli patung Donald Trump setinggi enam kaki untuk menunjukkan tidak jelasnya penggunaan dana yayasan karena Trump memang punya kebiasaan buruk tidak melaporkan kewajiban pajaknya.

Disaksikan 71,6 juta orang

Sekitar 71,6 juta orang telah menyaksikan debat terakhir calon presiden Amerika Serikat antara Hillary Clinton dan Donald Trump di layar televisi.

Data yang dipasok agensi pemeringkat Nielsen itu mencakup orang yang menonton debat terakhir itu di empat jaringan penyiaran televisi utama AS, ditambah sembilan saluan televisi kabel dan pemerintah.

Debat pertama menarik perhatian 84 juta penonton televisi yang merupakan paling besar dalam sejarah debat presiden AS. Debat kedua pekan lalu menarik perhatian 65,5 juta penonton.

Angka Kamis pagi WIB itu adalah yang paling tinggi ketiga untuk debat calon presiden AS sejak Nielsen mengukur parameter ini sejak debat 1976. Pada debat 1980 antara Presiden Jimmy Carter dari Demokrat dan penantangnya dari kubu Republik. Ronald Reagan, telah menarik perhatian 80,6 juta penonton.

Data Nielsen ini hanya mencakup televisi di rumah dan tidak termasuk jutaan lainnya yang menyaksikan debat secara online melalui medoa sosial atau bar dan restoran. (AN/KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru