Sunday, January 24, 2021
Home > Nasional > Black Box Raib Dari Ekor AirAsia

Black Box Raib Dari Ekor AirAsia

MIMBAR-RAKYAT.com (Pangkalan Bun )- Tim penyelam gabungan TNI Angkatan Laut telah menyusuri kembali bangkai ekor pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (9/1/2014). Namun gagal menemukan i black box atau kotak hitam pesawat yang semestinya berada di dalamnya. Namun, setelah tim pertama turun ke dasar laut selama 62 menit, black box tak juga ditemukan.

 Cuaca di sekitar perairan Karimata cerah. Penyelam berhasil masuk ke dasar laut. Namun mereka tak menemukan black box AirAsia QZ8501.

“Sudah kami susuri semua, tidak ditemukan black box,” kata Serka Oot Sudarma, setelah menyusuri secar a bergantian selama 63 menit . Tim  melaporkan hasil penyelaman kepada Panglima TNI Jenderal (TNI) Moeldoko di KRI Banda Aceh, Jumat pagi.

Namun, menurut Oot, ada bagian belakang ekor pesawat yang tidak dapat disusuri karena menancap ke pasir dan lumpur di dasar laut. Oot pun menyarankan agar ekor pesawat ditarik terlebih dahulu ke permukaan yang lebih tinggi sehingga tak ada lagi bagian yang tertutup lumpur.

Saat ini, tim penyelam sudah berhasil memasang tali dan tiga balon floating bag ke bagian ekor pesawat. Balon itu tinggal dikembangkan di dalam air untuk menarik ekor pesawat ke permukaan.

Kapal Crest Onyx milik SKK Migas yang dapat menarik beban 50 ton juga akan ikut membantu. Setelah ditarik, ekor pesawat akan berada pada ketinggian 5-7 meter sehingga tak ada lumpur yang menghalangi.

“Ekor itu silakan ditarik, tetapi harus ada penyelam yang standby di bawah untuk melihat sisa-sisa barang yang jatuh. Mungkin ada black box di situ,” kata Panglima TNI memberi restu penarikan pesawat.

Sinyal ‘Ping’ 300 M dari Ekor

Berdasarkan pengamatan visual, ekor AirAsia QZ8501 terendam lumpur di dasar laut. Black box tak terlihat. Di sisi lain, ada sinyal ‘ping’ yang diterima kapal KN Jadayat.

“KN Jadayat menerima sinyal ping yang diperkirakan jaraknya 300 meter dari titik pertama,” kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko di KRI Banda Aceh, Jumat (9/1/2015).

Titik pertama yang dimaksud adalah lokasi ditemukannya ekor dan bagian-bagian pesawat. Untuk memastikan sinyal itu, kata Moeldoko, 7 penyelam dikerahkan.

“Sedang kita kejar dan kirim penyelam ke arah ping,” tandasnya.

Moeldoko memimpin langsung pencarian black box sejak Kamis kemarin. Ia menginap di KRI Banda Aceh untuk memberi spirit kepada penyelam. Hari ini, penyelam berhasil masuk ke kedalaman laut untuk memastikan ada tidaknya black box di bagian ekor pesawat nahas tersebut. (Ais)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru