Tuesday, January 19, 2021
Home > Berita > Cianjur Raya > Aksi Melepas Id Card dan Berjalan Mundur Bentuk Protes Wartawan Cianjur

Aksi Melepas Id Card dan Berjalan Mundur Bentuk Protes Wartawan Cianjur

Mimbar-Rakyat (Cianjur)-Wartawan Cianjur yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), melaksanakan aksi melepas id card dan berjalan mundur Jumat pagi  (09/10/2020) di halaman Gedung PWI Cianjur Jalan Siliwangi.

Ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap perampasan  telepon selular dan penghapusan video hasil liputan wartawan media cetak harian oleh oknum aparat yang mengenakan pakaian preman saat aksi unjuk rasa di Sukabumi.

Ketua PWI Cianjur, Muhammad Iksan menuturkan, pihaknya sangat menyesalkan kejadian tersebut Kenapa masih terjadi intimidasi terhadap wartawan di tengah kebebasan pers. “Kami punya aturan dan kode etik dalam bekerja, kalau dengan aksi perampasan lalu menghapus video, saya rasa itu bentuk intimidasi dan tak benar,” kata Iksan saat orasi di halaman Gedung PWI Cianjur.

Dia  mengatakan, bentuk perampasan telepon selular kepada wartawan telah merusak hubungan yang baik yang selama ini telah terjalin.

Kata Ikhsan, siapa pun harus menghormati kinerja jurnalistik dan kebebasan pers. “Kami punya kode etik dalam bekerja.  Jadi tidak akan semena-mena juga dalam memberitakan,” tuturnya.

Ikhsan  meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas penghapusan video dengan cara merampas handphone milik wartawan. Hal ini tentu melanggar undang-undang pers No 40 tahun 1999. “Kami berharap kepada kepolisian agar mengusut kejadian ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Wartawan yang juga Anggota PWI Cianjur, Fauzi Noviandi berharap pihak kepolisian dapat mengungkap kejadian tersebut agar tidak terulang kembali. Pihaknya mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolres Sukabumi Kota dan akan membuat laporan tertulis ke PWI Sukabumi.

Wakapolres Cianjur Kompol Hilman Muslim yang mendampingi jalannya aksi menegaskan sejak awal sudah berkomunikasi dengan pihak kepolisian dari Sukabumi. Pihaknya mendapat kabar  kejadian di luar pengawasan Kapolresta. “Kami juga mendengar bahwa pihak kepolisian Sukabumi sudah menelusuri kejadian tersebut,” pungkasnya. deni ak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru