Wednesday, April 1, 2026
Home > Berita > Barrichello: “Menakjubkan” berdiri di podium di kandang sendiri 

Barrichello: “Menakjubkan” berdiri di podium di kandang sendiri 

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Cadillac bisa saja berbangga hari dengan hasil yang mereka peroleh pada laga Rolex 6 Hours of São Paulo yang dihelat 13 Juli lalu, tetap mayoritas dari penonton sebanyak 84. 741 orang yang amat antusias di Autódromo José Carlos Pace menegarahkan mata ke pebalap tuan rumah, pahlawan mereka Eduardo ‘Dudu’ Barrichello.

Setelah pebalap Brazil itu secara sensasional membawa Spirit of Léman di kelas LMGT3 masuk ke posisi pole sehari sebelumnya, pada hari H pun diharapkan ia melakukan hal sama di depan pendukungnya sendiri. Ia tidak kecewa.

Rekan setimnya Anthony McIntosh mengawali laga pada stint pertama di atas #10 Aston Martin Vantage, memimpin sekitar 20 menit sebelum pimpinan beralih kepada Petru Umbrărescu di dalam #87 Lexus.

Persaingan mulai semakin berat, ia berada di bawah tekanan oleh pengemudi Proton Competition, Stefano Gattuso dan Arnold Robin, yang mengemudikan Lexus lainnya. Situasi itu berlangsung lama sampai ia masuk pit dengan kedudukan dari urutan kedua pindah ke tangga etujuh.

Sempat bersenggolan dengan pengemudi BMW, Augusto Farfus, membuat pebalap Aston Martin semakin melorot ke urutan 12, kemudian pada dua stint berikutnya berusaha mengembalikan posisi tim mereka.

Pembalap Aston Martin, Valentin Hasse Clot, bekerja keras menaikkan posisi timnya dan berhasil menanjak ke urutan kelima, kemudian Barrichello kembali menggantikanya masuk kokpit.

Ia berhasil mengatasi laju pengemudi Lexus Finn Gehrsitz Michelle Gatting dari tim Iron Dames dalam laga sekitar 15 menit – kemudian penonton bersorak sorai ketika pebalap berusia 23 tahun itu melewati Gatting hanya tiga putaran menjelang finish.

Hasil itu menyebabkan terjadi podium pertama di laga FIA WEC bagi Racing Spirit of Léman, dalam lima peampilan mereka selama ini, juga podium awal bagi ketiga pebalapnya. Ini juga merupakan rekor tersendiri bagi Aston Martin Vantage di Interlagos; dari lima kali tapil sejak bermulanya laga pada 2012. Mobil sport Inggris itu sapai kini sudah menang di kelasnya tiga kali dan lima kali sebagai top tiga besar finisher.

“ Saya sangat bangga mejadi orang Brazil,” ujar Barrichello, yang juga menerima penghargaan Goodyear Wingfoot, sebagai pebalap terbaik dalam laga itu.

“Saya mengucapkan super terima kasih kepada penonton yang sudah memberikan dukungan kepada saya dan terpilih sebagai pebalap terbaik,” katanya.

Barrichelo bersama rekan setimnya. (fiawec)

“Stint terakhir itu betul-betul gila. Saya menyerahkan semua dan percaya pada mekanik saya yang mengatakan betapa usahnya mencopot ban pada akhir laga. Terima kasih atas kerja sama yang luar biasa ini, sampai kami bisa berada di urutan ketiga,” tambah pebalap Brazil itu.

“Rasanya amat menakjubkan bisa naik podium di depan penonton di kendang sendiri dan mendapatkan sambutan luar biasa seperti itu. Saya seolah tak percaya mendapatkan itu. Tapi tetap saya nikmati. Merupakan kehormatan membalap bersama Aston Martin di sini di Interlagos. Ini merupakan sesuatu yang terbaik dalam hidup saya,” tambahnya. (fiawec / arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru