Wednesday, November 25, 2020
Home > Nasional > Presiden: Prioritaskan Stabilisasi Harga Pangan dan Infrastruktur

Presiden: Prioritaskan Stabilisasi Harga Pangan dan Infrastruktur

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta): Presiden  Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) meminta kepada jajaran kementerian perekonomian untuk melakukan dua hal pada tahun 2014 ini. Pertama, menjaga stabilitas harga atau inflasi, utamanya sektor pangan.

 “Jangan tunggu sampai harga bergejolak. Mari pastikan kecukupan supply pangan. Saya harap jajaran Kemenko Perekonomian menjadikan ini sebagai prioritas, dengan segala cara dan upaya,” ujar SBY saat memimpin rapat paripurna kabinet yang dihadiri seluruh menteri, di Kantor Presiden, Kamis (16/1).

Seperti dikutip dari  webside khusus kegiatan Presiden RI,  presidenri.go.id ,  dalam rapat tersebut Presiden sangat menekankan agar  masalah pangan dan  soal menciptakan lapangan kerja baru serta mencengah terjadinya pengangguran  yang semestinya tidak perlu,  yang menjadi dua prioritas perhatian. 

Terkait dengan itu, Presiden SBY meminta proyek-protek infrastruktur dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) harus dilaksanakan sesuai rencana. Pembangunan infrastruktur dimaksudkan  untuk membuka lapangan kerja.

“Tolong dua prioritas itulah yang perlu kita laksanakan bersama,” tutur Presiden SBY menegaskan.

Dalam rapat yang juga dihadiri  Wapres Boediono itu, dibahas  tiga hal penting, yaitu pengelolaan perekonomian Indonesia, kesiapan menghadapi dan menyukseskan Pemilu 2014, dan penanganan bencana alam.

Terkait agenda yang pertama, Presiden juga menyatakan,  meskipun terjadi gejolak perekonomian dunia di tahun 2013, Indonesia bisa meminimalkan dampaknya. “Pelambatan pertumbuhan ada, pelemahan nilai tukar ada, defisit neraca berjalan ada, permasalahan dengan perdagangan ada. Tetapi apa yang kita khawatirkan bahwa ekonomi kita akan memburuk pada tahun 2013 tidak terjadi, meskipun situasinya belum aman,”  kata SBY.

Mengenai kesiapan Pemilu, Presiden meminta Menko Polhukam Djoko Suyanto dan Mendagri Gamawan Fauzi menjelaskan apa kewajiban tugas dan tanggung jawab pemerintah. Menurut undang-undang, pemilu bukan saja menjadi domain Komisi Pelmilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang independen. Melainkan juga tanggung jawab pihak-pihak lain, seperti pemerintah.

“Saya ingin kita semua, termasuk menteri yang berasal dari parpol, sungguh mengetahui kandungan undang-undang, termasuk peraturan. Dengan demikian bisa memberikan contoh untuk menyukseskan Pemilu,” Kepala Negara menjelaskan.

Tentang penanganan bencana alam, dibahas berbagai bencana di Indonesia. Misalnya, banjir di Jakarta, erupsi Gunung Sinabung, dan bajir di Manado. Di Sinabung, saat ini sudah terdapat 25 ribu pengungsi. “Dua hari yang lalu kita sudah tambahkan logistik. Insya Allah, awal minggu depan saya akan berkunjung kembali ke Sinabung,” kata Presiden.***janet

Foto: Presiden SBY didampingi Wapres Boediono saat memimpin rapat paripurna kabinet di Kantor Presiden, Kami (16/1). (Foto: presidenri.go.id)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru