Tuesday, June 25, 2024
Home > Hiburan > Tari Merak Pesona Pengunjung di Oslo

Tari Merak Pesona Pengunjung di Oslo

MIMBAR-RAKYAT.com (London) – Tari Merak asal Jawa Barat yang dibawakan dengan gemulai oleh Fatimah Shaw-Iversen, penati Bandung yang berdomisili di Oslo, memesona pengunjung pameran, baik di panggung utama maupun di anjungan Indonesia.

Pertunjukan budaya Indonesia memberikan warna berbeda pada pameran wisata terbesar Norwegia (Reiselivsmessen) yang digelar di Telenor Arena, Oslo, kata Sekretaris II Pensosbud KBRI Oslo, Dyah Kusumawardani kepada media, Sabtu.

Dyah Kusumawardani, yang mengkoordinir misi kesenian dalam pameran itu menuturkan pada hari kedua pameran (11/1), tari Merak asal Jawa Barat yang memesona itu dibawakan Fatimah Shaw-Iversen.

Kostum Fatimah yang menggambarkan burung merak jantan yang indah dengan corak bulu burung merak  menarik perhatian pengunjung.

Indonesia juga menampilkan pertunjukan musik tradisional yang dibawakan kelompok masyarakat Indonesia pimpinan Valentino Malaihollo juga mendapat sambutan meriah  pengunjung.

Medley lagu daerah seperti Soleram, Injit-injit Semut, Sajojo, dan Apuse ditampilkan dengan apik dan penuh keceriaan oleh kelompok Valentino.

Sorak-sorai dan tepuk tangan pengunjung begitu setiap pertunjukan budaya berakhir.

Kedua pertunjukan tersebut kembali tampil di panggung utama, Minggu dengan Fatimah akan membawakan tari Belibis, yang juga menggambarkan alam dan kehidupan binatang di Indonesia.

Dikatakannya untuk  pertama kalinya panggung pertunjukan budaya dalam Reiselivsmessen, dan penampilan budaya Indonesia yang tampil mengagumkan.

Keiselivsmessen setiap tahunn diselenggarakan pada Januari dan tahun ini diikuti 115 negara dengan hampir sebanyak 600 anjungan.

Jumlah pengunjung pameran diperkirakan akan mencapai 45.000 orang, sebagaimana tahun lalu.

Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI Oslo S. Sayoga Kadarisman mengatakan dalam pameran kali ini, anjungan Indonesia mengusung tema eko-turisme dengan menampilkan tujuan wisata alam dan produk kreatif hasil hutan.

“Kami memilih penampilan yang juga menggambarkan kedekatan budaya Indonesia dengan alam, seperti tarian yang menggambarkan kehidupan binatang. Sedangkan medley lagu daerah memberikan gambaran mengenai ragam budaya Indonesia yang berlimpah,” ujar Sayoga.  (KB)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru