Friday, November 27, 2020
Home > Berita > Guru madrasah ikuti kepelatihan di daerah perbatasan

Guru madrasah ikuti kepelatihan di daerah perbatasan

Keterangan foto - Kepelatihan guru dan tenaga kependidikan (GTK) diadakan di tempat terpencil, di Sabang, Aceh. (kemenag)

Mimbar-Rakyat.com (Sabang) – Guru dan tenaga kependidikan (GTK) yang bertugas di daerah perbatasan, mengikuti program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi guru di kawasan terpencil, terluar dan tertinggal.

Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam menyelenggarakan acara itu khusus di kawasan 3T (terpencil, terluar, dan tertinggal).

Pelatihan di Pulau Sabang, Aceh, yang berlangsung 1 – 4 Oktober 2020 ini, lapor kemenag.go.id,  dibuka Kakanwil Kemenag Aceh, H. Iqbal didampingi Kasubbag TU Direktorat GTK Madrasah, H. M. Sidik Sisdiyanto.

Kakanwil mengatakan, kompetensi yang dimiliki guru sangat menentukan kualitas pendidikan dan seorang guru madrasah harus benar-benar betugas sebagai guru, tidak sibuk persoalan administrasi.

Iqbal memandang guru sebagai kunci hadirnya kualitas yang baik terhadap pendidikan karena di tangan para guru yang mumpuni, siswa-siswi bisa mengembangkan diri secara optimal.

:Karenanya, upaya meningkatkan mutu seluruh guru madrasah sangat penting. Mulai dari guru, kepala madrasah dan pengawas harus saling mendukung serta bersama-sama membangun sinergi untuk mencari solusi terbaik terhadap kemajuan pendidikan di madrasah,” katanya di Subang minggu ini.

Kasubbag TU Direktorat GTK Madrasah, M. Sidik Sisdiyanto menjelaskan, Ditjen Pendidikan Islam memilih Aceh sebagai lokus karena merupakan wilayah paling ujung Indonesia bagian barat dan strategis.

“Selain Sabang sebagai daerah terluar, ini bentuk apresiasi terhadap provinsi Aceh yang tahun lalu menjadi juara umum kompetisi guru dan tenaga kependidikan madrasah berprestasi tingkat nasional,” katanya.

Sidik menjelaskan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi GTK Madrasah di daerah perbatasan.

Tujuan lainnya adalah memberi dukungan moral bahwa pemerintah hadir dan akan bersama-sama memperbaiki sistem pendidikan, khususnya di daerah perbatasan.

Pelatihan ini juga untukm memberikanbekal pemahaman moderasi beragama untuk diterapkan dalam proses belajar-mengajar di madrasah.

Ia menambahkan, pelatihan diisi dengan materi terkini dan disesain menyenangkan. Sehingga, di tengah pandemi Covid-19, guru dalam pembelajarannya bisa memanfaatkan berbagai media.

“Tetap semangat dan optimis, di tengah banyaknya tantangan di masa wabah Covid-19.  Tingkatkan motivasi menuju kompetensi. Insya Allah menjadi kebaikan di dunia dan amal akhirat nanti,” kata Sidik.

Kegiatan ini merupakan implementasi Madrasah Education Quality Reform, kerja sama Ditjen Pendis dengan The World Bank. Turut hadir dalam pelatihan itu,   Kabid Penfidikan madrasah Aceh H Zulkifli dan Kepala Kankemenag Kota Sabang, H. Zainuddin. (arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru