Tuesday, December 10, 2019
Home > Puisi

Terus berzikir, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

nafas terasa sesak batuk menjadi pemicu perutpun terasa sakit hanya zikir ku lakukan diselingi kehadiran tim medis hanya kepadMu aku mengadu   di ujung sana terdengar erangan ada teriakan, mengeluh meraung karena sakit aku hanya berzikir   monitor pemicu jantung mengeluarkan suara monoton menipis sunyi sepi keluarga tertidur lelap di pinggir dipan pasien satu dua main handphone lainnya bolak balik ke meja tim medis aku hanya berzikir berdoa penyakit diangkat   penyakit mengurangi

Read More

Menatap dari Huntingdale Puisi A.R. Loebis

Dari Huntingdale menatap Al Noor dan Linwood Ketika Jumatan di Huntingdale dingin autumn khusuk, di antara orang bersorban berjubah berjanggut panjang tatapan iklas penuh persaudaraan khotbah bukan bahasa ibu berkali-kali bilangan zakat dan jariah aku mengkhidmatkan kewajiban di Huntingdale 5.204 kilometer berjarak dari Jakarta   Jumat sama Sama-sama Jumatan bilangan menit ke menit Masjid Al Noor dan Linwood gempar timah panas berterbangan tajam menusuk kulit Ada gempuran merobek

Read More

Peringatan dan Kepiluan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

MUSIBAH datang silih berganti gempa, tsunami, banjir, longsor harta hancur, hilang seketika tak sedikit nyawa pun melayang tangis pilu, kesedihan merebak doa kemudian dipanjatkan nama Allah pun dilafazkan Allah, inikah peringatan tunjukkan kami pada kebenaran pada jalan yang Engkau ridhoi selamatkan kami dan keluarga kami dari segala musibah yang ada ampuni kami semua ya Tuhan kembalikan kami pada kebenaran dari kesesatan dan penyimpangan Allah, Engkau

Read More

Dalam Kesendirian Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Hati ini terenyuh dada makin terasa berat air mata tak lagi terbendung akhirnya cair menggenang isyak pun pecah membelah kesunyian malam hanya aku dan Engkau seperti ada jalur khusus membentang ke atas, lurus seperti jalan tanpa hambatan tidak ada halangan tak ada bunyi-bunyian bebas dari hingga bingar dalam kesunyian malam menjelang pagi, sepi belum ada kokok ayam suara cicak pun menghilang hati semakin tertuju pada Mu sosok ini

Read More

Pemimpin Polesan, Puisi Djunaedi Tjunti

Oleh: Djunaedi Tjunti Awas pemimpin polesan Prestasi kecil bisa di di blowup Bisa dikesankan berjasa Membela rakya jelata Dengan memanfaatkan media Waspada, jangan tergoda Awasi tipu muslihat mereka Biarkan mereka bersuara Tetapi jangan terperdaya Dengan uang Dengan kekayaan mereka Dengan gaya Dengan persekongkolan Mereka bisa bicara apa saja Membujuk, menggoda Bahkan mengumbar janji Meski hanya tipu daya Waspada Hati-hati godaan mereka Para pemimpin polesan Saat ini saja tak jujur Pasti nanti, ketika

Read More

Meja Yang Sepi :bagi Bowie Puisi Hendry Ch Bangun

Meja Yang Sepi : bagi Bowie Kopi semakin pahit Ketika lagu itu diputar kembali Dan aku sendiri di meja ini Sepanjang waktu menanti Cafe yang dulu menemani kita Tetap penuh di kala siang atau malam Orang membaca koran atau menulis catatan Atau duduk menatap pejalan lalu lalang Kau tak ada lagi Aku tak mengerti mengapa itu terjadi Kita tak bisa saling menatap

Read More
ilustari (hak cipta: https://satriabajahitam.com)

Jangan Dekati Zina

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   jangan dekati zina tundukkan pandangan jika tidak ingin terjebak itu adalah godaan setan membuat orang mabuk asmara karena alasan cinta, harta tega mengorbankan keluarga lupa akan dosa-dosa mengumbar nafsu setan   zina membuat orang lupa lupa suami, istri, dan anak lupa Allah dan siksaannya meski sehari-hari tampil sopan berpakaian muslimah, muslimin bila setan telah merasuk nafsu birahi yang di kedepankan   Astaghfirullah, sadarkan mereka yang berzina

Read More
ilustrasi berdoa (karya ummi online.com)

Antara Doa dan Menggugat

 Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   Ada yang hanya mengerang Sambil lirih berucap aduh Ada yang menggugat Bertanya kepada Tuhan Apa salah saya? ***  Ada yang berdoa Mohon ampunan dan kesembuhan Ada pula yang diam seribu bahasa Tapi tak jarang berteriak tak karuan *** Allah mungkin geli tertawa Melihat tingkah manusia Yang tak pernah merasa salah Tak merasa pernah berdosa ***  Ampuni hamba ya Allah *** RS Harapan Kita 03012015

Read More
Ilustrasi (Foto Dokumentasi Al Jazeera0

Tanda-Tanda Kiamat Makin Nyata

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   bila matahari terbit di ufuk barat langit runtuh porak poranda gunung berterbangan bak kapas laut pasang meratakan jagat Padang Mahsyar pun terkembang mayat-mayat bangkit bermunculan bak laron muncul setelah hujan   tanda akan kiamat makin nyata manusia tak takut berbuat dosa lesbian, gay, dianggap hak juga biseksual dan transeksual LGBT dikatakan hak asasi manusia perzinaan disebut bukan dosa dengan alasan suka

Read More
ilustrasi foto indowarta.com

Tak Mungkin Terus Bersatu

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   haruskah aku menyerah setiap berusaha melupakan sosokmu malah makin jelas setiap berupaya lari darimu kau makin rapat menempel hati dan pikiran pun gundah   kisah kasih di masa silam canda tawa dan merajuk perjalanan panjang tanpa batas selalu muncul, terbayang kadang aku tertawa sendiri ada kalanya mendadak cemberut kenapa semua itu tak mau hilang   ku coba berpangku tangan mengangkat bahu tinggi sekali menendang-nendangkan

Read More

Nina Bobokkan Aku Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Panggil aku yayang nina bobokkan aku belailah daku lembut sepenuh perasaanmu begitu katamu selalu tubuhmu semerbak wangi menambah suasana syahdu itu terjadi dari dulu hingga kini tak pernah terhenti sesaat pun kau setia menanti meski kantuk telah menggelayut tak ada terucap kata capai walau wajahmu terlihat lelah belailah daku katamu berulang aku rindu ujarmu dengan sendu kau raih tanganku, lembut kau berbalik lalu merapat aku rindu katamu

Read More

Temani Aku Malam Ini Puisi Hendry Ch Bangun

Temani Aku Malam Ini Sepi itu tusukan duri Karena itu kau kunanti malam ini Mengapa harus ada jarak Mengapa kita tak bisa terbang Tak perlu menimbang Dan memikirkan ide yang masuk akal Yang kuinginkan kita dapat berpelukan Di tepi jendela atau sofa di tengah ruang Kita reguk waktu Saling memandang dan memagut Lepaskan tenaga yang lama terperangkap Sampai lelah menandai badan Ayolah, datang Hanya

Read More

JERITAN HATI

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   Banyak yang terlintas Satu demi satu muncul Bak lembaran buku Berwarna warni, penuh corak Ada merah, hitam, putih Senang, sedih, sesal   Campur aduk, buruk baik Ada kebanggaan ada sesal Hati terus berkata-kata Kenapa begini, begitu Kenapa tidak selalu putih Kenapa harus terjadi   Tikungan, jalan lurus dilalui Jalan berlobang menghadang Jalan bergelombang dilindas Tubuh terguncang, turun naik Kadang terhempas, terhenyak   Sesal juga sering mencuat Kenapa saya

Read More

Inikah Negeri Kita

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus Subuh terasa begitu indah Hawa sejuk tanpa polusi Tapi begitu televisi bersuara Koran-koran pagi dibaca Semua jadi berubah Di ujung negeri bakuhantam Di kota lain aparat cidera Demonstran pun berdarah-darah Perebutan lahan jadi masalah Bupati ditangkap karena korupsi Walikota, gubernur, dicekal Anggota dewan disasar Menteri, ketua partai, tercemar Tapi pejabat tak kunjung sadar Koruptor terus mermunculan Inikah negeri kita, pemimpin kita Kemana rasa

Read More

Terimakasih Telah Diingatkan

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus Terimakasih kawan Terimakasih sahabat semua Juga para senior, ibu bapak Saudara dan handai tolan Terimakasih telah mengingatkan   Tak terasa usia bertambah Masa hidup pun berkurang Entah apa yang telah kulakukan Buruk baik manfaat atau tidak Ucapan dari teman menyadarkan Apa yang telah aku lakukan?   Terimakasih untuk perhatiannya Semoga semua bermanfaat Terimakasih atas dorongannya Terimakasih atas doa dan harapan Terimakasih yang tak terhingga   Mati

Read More

Lailatul Qadar Puisi A.R. Loebis

Inilah hari pertemuan Yang tak semua orang dapat bertemu Inilah hari perjumpaan Yang tak semua orang dapat bertemu Inilah waktu dimana air sungai berbalik arah Inilah waktu dimana telur berdiri Melawan hukum lonjongnya Inilah saat datangnya sinar cemerlang Yang menyerap tiba-tiba Inilah tempo dimana jutaan umat Serentak mengumandangkan kalam Illahi Inilah waktu penantian detik detik kemenangan Inilah saat orang istimewa mampu berdialog Dengan

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru