Saturday, October 21, 2017
Home > Cerita > Puisi

Temani Aku Malam Ini Puisi Hendry Ch Bangun

Temani Aku Malam Ini Sepi itu tusukan duri Karena itu kau kunanti malam ini Mengapa harus ada jarak Mengapa kita tak bisa terbang Tak perlu menimbang Dan memikirkan ide yang masuk akal Yang kuinginkan kita dapat berpelukan Di tepi jendela atau sofa di tengah ruang Kita reguk waktu Saling memandang dan memagut Lepaskan tenaga yang lama terperangkap Sampai lelah menandai badan Ayolah, datang Hanya

Read More

HARGA DIRI

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus jangan katakan aku tak berarti jangan katakan aku pengemis jangan katakan aku pendusta jangan sebut aku pemburu harta aku punya harga diri dan hati enyahlah, aku bukan penjual janji aku memiliki harga diri aku memiliki jiwa dan raga aku ada karena rahmatNya tak mungkin aku memelas menjatuhkan harga diri pergi, enyahlah, menjauhlah jangan sebut aku ingkar janji jangan katakan aku

Read More

PENUH MISTERI

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus kerap tak sesuai kulitnya dibalut oleh aksesoris senyum kerap menipu sering penuh kepalsuan membalut berbagai rahasia manusia itulah umumnya kerap penuh tanda tanya siapapun susah menebak apa dan bagaimana manusia memang penuh misteri hanya Allah yang tahu penuh misteri penuh tanda tanya kelihatan bahagia kadang sedih merana lain waktu senyum sumringah namun kadang itu palsu untuk menutupi rahasia diri jeritan hati kekecewaan, keluhan kadang ditutupi dengan rapi tapi

Read More
ilustrasi Ayam jantan. (Foto: Bobo.id)

Itulah Hidup

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus kadang sedih kadang gembira adakalanya merasa tak berguna adakalanya merasa dibutuhkan itulah kehidupan suatu ketika merasa terhina lain waktu berasa dipuja kadang serasa tak berharga lain masa merasa dibanggakan inilah hidup hidup tak selalu menyenangkan kadang keras dan menantang kadang memelas menyedihkan tak jarang harus mengurut dada pasrah dan menyerah hidup harus dimaknai selalu disikapi positif berdoa dan berusaha memohon kepadaNya Allah Maha Bijaksana Jakarta, 23072017

Read More
ilustrasi foto korban perang Suriah. (Dokumentasi Al Jazeera)

BILA SUDAH WAKTUNYA

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus Kapan dan kapan? Sudah dekatkah waktunya Makin usia berkurang Pertanyaan itu kerap datang Kapankah waktunya? Bila bicara kematian Dosa pahala kerap terbayang Apa yang telah dilakukan Teringat harus masuk kuburan Awal dari perjalanan fana Ah dunia hanya tuk sementara Pertemuan tak selamanya Perpisahan suatu kepastian Panggilan Allah itu pasti Tak ada yang bisa menghambat Jika waktu itu datang Bila sudah waktunya Rela atau tidak

Read More

Jakarta Mabuk  Puisi A.R. Loebis

I Jakarta mabuk kebanyakan air kepayang kepenuhan kata Aku kepayahan ah kurasa hampir semua kesusahan memungut kata untuk menyusun frasa Karena ia seperti banjir yang menghanyutkan makna Menenggelamkan arti yang terukir dalam dada Mencampakkan pikir yang terlukis di benak kepala Menghunjam logika yang sudah tertatih dimakan zaman Menghantam-hantam Apa siapa kapan dimana pun   Ah Jakarta mabuk kebanyakan air kepayang kepenuhan kata Aku resah menyimpan cemas

Read More

“Tamu” itu pergi Puisi A.R. Loebis

"Tamu" itu pergi Sebentar lagi "tamu" itu akan pergi entah apa yang sudah kusuguhkan kepadanya tapi sebaliknya, begitu banyak makanan yang diantarkannya kepadaku di atas meja santap di dalam relung hati di kolam rindu jiwa entahlah sajadah itu apakah memberi kabar entah kenapa aku begitu cemas jangan-jangan aku hanya lapar dan dahaga karena tak mampu tak kuasa tak menyiapkan waktu hanya menyisakan

Read More

Balada Sendu Dihembus Angin ke Langit Biru Puisi A.R. Loebis

Balada Sendu Dihembus Angin ke Langit Biru (Sajak Puasa)   (puasa, kemauan, Menahan kebutuhan fisik Rukun islam Yang tak di lihat orang)   Tiga puluh hari dalam setahun Menyelam dalam diri Mencari-cari tetap mencari Mencari menjadi bayi   Aku dan kuasaku adalah satu Puasamu adalah kehendak mu Menjalankan kewajiban yang sama Tapi aku menyelami kolam rindu Kalimat-kalimatMu oksigenku Gemlembung-gelembung nafasku rahasia zatMu Mencari-cari tetap mencari Mencari wadah diri tempat kebesaranMu Dalam

Read More

JERITAN HATI

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   Banyak yang terlintas Satu demi satu muncul Bak lembaran buku Berwarna warni, penuh corak Ada merah, hitam, putih Senang, sedih, sesal   Campur aduk, buruk baik Ada kebanggaan ada sesal Hati terus berkata-kata Kenapa begini, begitu Kenapa tidak selalu putih Kenapa harus terjadi   Tikungan, jalan lurus dilalui Jalan berlobang menghadang Jalan bergelombang dilindas Tubuh terguncang, turun naik Kadang terhempas, terhenyak   Sesal juga sering mencuat Kenapa saya

Read More

Inikah Negeri Kita

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus Subuh terasa begitu indah Hawa sejuk tanpa polusi Tapi begitu televisi bersuara Koran-koran pagi dibaca Semua jadi berubah Di ujung negeri bakuhantam Di kota lain aparat cidera Demonstran pun berdarah-darah Perebutan lahan jadi masalah Bupati ditangkap karena korupsi Walikota, gubernur, dicekal Anggota dewan disasar Menteri, ketua partai, tercemar Tapi pejabat tak kunjung sadar Koruptor terus mermunculan Inikah negeri kita, pemimpin kita Kemana rasa

Read More

Terimakasih Telah Diingatkan

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus Terimakasih kawan Terimakasih sahabat semua Juga para senior, ibu bapak Saudara dan handai tolan Terimakasih telah mengingatkan   Tak terasa usia bertambah Masa hidup pun berkurang Entah apa yang telah kulakukan Buruk baik manfaat atau tidak Ucapan dari teman menyadarkan Apa yang telah aku lakukan?   Terimakasih untuk perhatiannya Semoga semua bermanfaat Terimakasih atas dorongannya Terimakasih atas doa dan harapan Terimakasih yang tak terhingga   Mati

Read More

Lailatul Qadar Puisi A.R. Loebis

Inilah hari pertemuan Yang tak semua orang dapat bertemu Inilah hari perjumpaan Yang tak semua orang dapat bertemu Inilah waktu dimana air sungai berbalik arah Inilah waktu dimana telur berdiri Melawan hukum lonjongnya Inilah saat datangnya sinar cemerlang Yang menyerap tiba-tiba Inilah tempo dimana jutaan umat Serentak mengumandangkan kalam Illahi Inilah waktu penantian detik detik kemenangan Inilah saat orang istimewa mampu berdialog Dengan

Read More

Raudhah Jannah Puisi A.R. Loebis

Ya Syahiid, Yang Maha Menyaksikan Aku berada di makam Rasululloh Berdesakan dengan susah payah, badan menyatu langkah jinjit Ya Allah, berikanlah aku waktu dan ruang untuk solat di Raudhah ini Berhari-hari bermalam-malam aku berusaha mendekati  dan masuk ke tempat ini Aku salah satu dari ummat yang amat dipikirkan Rasul ketika ia akan dipanggil Allah Ummati-ummati, katanya Aku

Read More

Ketika El-Maut Disembelih Puisi Taufik Ismail

Ketika Hari Pengadilan semesta selesai dinyatakan Ketika keputusan terakhir telah dijatuhkan Ketika sejarah manusia di jagad raya telah ditutup dengan resmi Meliputi berapa trilyun manusianya Membuka panorama yang dahsyatnya luar biasa Maka manusia diantarkan masuk sorga Sejauh-jauh pandangan mata rombongan mereka Maka manusia digiring masuk api yang

Read More
Coretan kehidupan

Solitaire 23 Puisi A.R. Loebis

SOLITAIRE 23 (nyanyi untuk istri) siang malam kulantunkan lagu cinta kepada Kekasih istriku pagi petang kubangun istana suka tapi kubangan duka menganga luka berlumpur masa aku coba tak menoleh tapi suaka tertoreh sejarah coretlah Yang Mulia melalui dua sahabat siang malam bergerak asa asihMU kepada istri Kekasihku Jakarta, 01-04-06 SOLITAIRE 53 (I) Menembus batas lapis solitaire lima tiga berdegup gegap detak gerak derai gerai tajam tikam tumpul tusukku timbul lekuk keris keras landai mata pisauku geram rimau lahir

Read More

Hujan Bulan Maret

  Hujan bulan Maret bukanlah airmata  Walau mungkin masih tersisa duka  Ketika kenangan berlalu lalang  Di antara deret nisan di kuburan Tetesan air yang berdenting-denting di atap rumahDan membuat rambutmu basah sepulang dari masjidBisa jadi sekadar penanda musim yang akan berakhirAgar selalu kau ingat tiap detilnya dan menjadikannya sejarah Sebab kita

Read More

Jembatan

Sedalam-dalam  sajak takkan mampu menampung airmata     bangsa. Kata-kata telah lama terperangkap dalam basa-basi     dalam ewuh pekewuh dalam isyarat dan kilah tanpa makna.     Maka aku pun pergi menatap pada wajah berjuta. Wajah orang     jalanan yang berdiri satu kaki dalam penuh sesak bis kota.

Read More

Ode Kepada Maling

Ada pencopet, penjambret, pencuri, perampokKau di antara mereka Ada dengan kekerasan, Curas kata polisiArtinya mencuri denga kekerasanTapi ada pula yang kleptomaniaApakah kau maling budiman seperti jaman kerajaan dulu ? Karena makanmuKarena keluargamuKarena uang sekolah anakmuKarena sakitmu dan keluargamu ?Entahlah, karena banyak penganggurTapi sebenarnya banyak pekerjaanKau malas barangkali, Atau sudah keenakan mengambil yang

Read More

Kepada Cermin

(Di tiap rumah ada cermin Di kantor-kantor ada cerminDi mobil ada cerminDalam tas wanita ada cerminDi salon di tukang pangkas pasti ada cerminDi hotel-hotel dan penginapan kecil pasti ada cerminCermin adalah kebutuhan sekunder manusiaYang menjadi primer) Pakai busana, bersolek, sisir rambut mau menghadapAtasan umumnya bercerminKalau tidak ada cerminTak tahu bentuk hidungBentuk

Read More

Siap Menang Siap Kalah

Saat ada yang bersalaman ketika ada yang sujud syukur ada yang berubah pendiam pura-pura tak ada yang terjadi   ketika banyak yang gembira bersuka cita penuh ria ada yang menebar curiga mengajak semua waspada   ketika survei jadi rujukan kedua pihak mengaku menang sama-sama mengungkap senang tapi rakyat tahu mana yang menang   mudah-mudahan semua legowo bisa menerima kenyataan tidak mengandalkan uang membayar penabuh genderang   wahai para calon pemimpin yang

Read More

Sajak Kepada Duka

Malam ini dukaku lukaCairannya merambah lembah dan gunungAwan menangis matahari sembunyiBulan mengintip bintang berkedip di sapa air duka Angin berkejaran tanpa arahMembuat dedaunan bingung bergerakKunang-kunang sudah lama hilangKarena berfirasat cairan duka akan datangDapat membuat benderang cahaya berkurang Malam ini dukaku menglir di kulit bumi  Menyentuk kaki-kaki yang menelusuri sesuap nasi  Menerobos masuk

Read More

Koruptor yang Kotor

Monas bukan tiang gantungan KPK bukan tempat pembunuhan Menara bukan tempat bunuh diri Pantai bukan tempat eksekusi   Wahai koruptor yang kotor Jangan sok aksi, siap mati Tapi buktikan dirimu benar Buktikan di depan pengadilan Di hadapan penegak hukum   Tak usah berdebat Jika hanya utuk berkelit Tak usah menarik urat leher Jika nyatanya kau terlibat   Hai para koruptor Hukum tak pernah tidur Jika kau lolos di

Read More

PERANGKAP ROKOK

Merokok lah, teruslah merokok Tak ada yg mati karena merokok Begitu bujukmu langsung atau tidak Lewat berbagai cara, menggebrak Merokok membuat gaya, perkasa Rokok membuat siapa saja enjoy Terutama pengusahanya makin kaya Tapi membuat perokok jadi jontor Tanpa rokok kau jadi linglung Itu alasanmu, tak bisa berpikir Padahal

Read More

Raisopopo

aku raisopopo seperti wayang digerakkan dalang cerita sejuta harapan menjual mimpi tanpa kenyataan berselimut citra fatamorgana dan kau terkesima aku raisopopo menari di gendang tuan melenggok tanpa tujuan berjalan dari gang hingga comberan menabuh genderang blusukan kadang menumpang bus karatan diantara banjir dan kemacetan semua jadi liputan menyihir dunia maya dan

Read More

Azab dan Peringatan

Azab silih berganti datang Mengingatkan semua umat Pagi, siang, malam, juga petang Ada saja peringatan mencuat Tetapi pejabat tak mampu berbuat   Gunung gunung meletus Tawuran jadi mesin pembunuh Kapal tabrakan di laut lepas Air bah datang menggilas Tapi semua itu dianggap sepi Pemimpin diam, tak punya hati   Elite negeri malah berlomba Unjuk kemewahan, tepuk dada Semua mengaku paling baik Tetapi tak pernah berbuat baik Semua

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru