Sunday, April 05, 2020
Home > Cerita > Puisi & Pantun

SAJAK PAGEBLUG Oleh: Ahmad Istiqom

Bulan kalangan lapis tiga Dilingkari warna darah Semburat lembayung diujung ufuknya Kata kyai Semar itu pertanda pagebluk segera tiba Bunyi jangkrik malam pun terdengar sembilu Suara bonang bertalu talu dari Wuhan membawa kidung corona Blug..... Blug.... Blug Blug..... Blug... Blug Tajamkan daun telingamu,asah mata hatimu Pageblug bukan bencana, meski makan korban dimana mana Ia adalah teraju alam,dacin digital dengan presisi tinggi Menyeimbangkan

Read More

Semoga Ancaman Segera Berlalu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Semoga Ancaman Segera Berlalu Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   berawal di Kota Wuhan China menyebar ke penjuru dunia sejak muncul Desember 2019 tak terbendung, belum ada penangkal inikah cobaan bagi yang beriman atau azab dan ganjaran bagi lainnya Allah lah yang tahu   virus corona terus menyebar tanpa kenal batas, hambatan negara kecil, besar, diterabas tak kenal si miskin dan si kaya tak peduli orang

Read More

SAJAK ABABIL Oleh: Ahmad Istiqom

TAK ada lagi salib bersilang di gereja Tak ada lagi tangan bersedekap di mushola, tak juga tangkup telapak dada di vihara Azanpun kini tinggal hanya penanda waktu bukan hayya 'alasshola Ritual luruh bersama virus yang menggerus Dunia guncang bersama kejumawaan adidaya yang tumbang Xi Jinping terkencing kencing Trump melolong lolong bagai donatnya digondol kalong Syech Salman ngumpetin

Read More

Menunggu Dalam Doa

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   menunggu antrian sambil ngantuk kadang terasa nikmat juga apalagi tak ada yang ngajak bicara dan tak ingin ngobrol dengan siapa hanya hati yang terus bicara pikiran pun terus bekerja   kapankah waktu itu datang panggilan dari petugas jaga hati pun terus berkata-kata pikiran melalang buana juga teringat panggilanNya kapankah waktu itu datang   sudah siapkah anda hati pun berkata, bertanya sudah cukupkah bekal

Read More

Sajak Padang, Oleh A.R. Loebis

Padang... adalah  tanah datar luas , tidak ditumbuhi pohon berkayu besar padang  gembala kambing, sapi dan binatang lainnya padang golf hamparan rumput tempat bermain golf padang belantara padang mahsyar,  kelak menjadi tempat orang mati dibangkitkan pada hari kiamat padang minyak tanah luas mengandung minyak bumi padang pasir padang perburuan banyak dihuni binatang padang tekukur belantara padang tempat latihan menembak Padang.. Dalam bahasa Jawa berarti terang..bersinar Tapi Padang ini adalah Kota

Read More

SAJAK GUA HIRA (2) Oleh: Ahmad Istiqom

TAPAK pertama dari seribu tangga telah kujejak Undakan pertama dari ketinggian Jabal Nur telah kuinjak Menapak tilas awal iqra' dikedinginan angin malam Ayat pertama dari qolam suci itu adalah jawaban tahanud berkepanjangan Ketika rintih doanya tidak tahu harus kemana dipanjatkan Ketika titik air matanya menggedor baitul makmur mengguncang arsy Membuat Jibril tergopoh gopoh Mengemas iqra dalam balutan

Read More

Banjir (1) Puisi A.R. Loebis

Perjalanan hidup sesuap nasi dan seteguk air Tapi perjalanan hidup  bersuap-suap nasi Berteguk-teguk air Kualirkan sungai, ingin Kulihat apakah dahagamu cukup dengan seteguk air Tapi kau kuras isi sungai itu Kuberi sungai sampai ke rumah-rumah Teguklah bila kau mampu   Rumah tenggelam Kota terendam Gelap Redup nyali Gerak menjadi diam tapi bergerak pasrah kau pada sungaiKu tapi belum padaKu Kau coba kuasai dan lawan sungaiKu Tapi tak mampu,

Read More

Aku Tak Bisa Berpuisi

Oleh: Djunaedi Tjunti Agus   maafkan, aku tak bisa tak biasa merangkai kata membuat bait-bait puisi tapi aku tetap ingin bersajak jika tak bunyi maklumi maklumi pula jika terganggu aku ingin sampaikan isi hati demi bangsa anak negeri   keren, membawa-bawa bangsa jangan tertawakan aku abaikan jika tak berarti tapi aku ingin menagih janji pada paduka sang presiden jangan lupakan janji saat bapak giat berkampanye   kami para rakyat

Read More

I am a buzzer Oleh A.R. Loebis

Aku harus berpihak Aku harus menelikung Semua orang memihak Semua orang berpihak Berpihak pada kebenaran Adakah kebenaran? Ada tapi mutlak Karena tidak dapat dilihat Abstrak Aplikasinya kelihatan Berpihak pada benar, kata sifat Kebenaran adalah zat, kata benda Kok ada yang menyalahkan aku?   Aku seorang buzzer, kata orang Aku berat sebelah, kata orang Bahkan ada yang menyebutku buzzer istana Tak jelas ketika ada yang bilang ada buzzer

Read More
Bulan. (Foto: Repro Bernama)

Puisi: Ibu, Ini Aku

Puisi Djunaedi Tjunti Agus   wajah itu melintas wajah yang sangatku kenal senyum, lenggang, semua Ibu ini aku, anakmu ucapan itu beegitu saja terlontar tanpa terduga, otomatis tapi ibu terus berlalu   ini aku bu, anakmu tetap bergeming, menjauh tersadar, bangun ada apa dengan ibu aku tercenung, berpikir Astaghfirullah, aku tercekat mungkin ibu membutuhkan doa doa dari anak-anaknya termasuk doa dariku maafkan aku ibu   aku langsung berwudhu lalu sholat sunah di setiap

Read More

Jokowi Vs Prabowo, Oleh Djunaedi Tjunti Agus

perseteruan telah berakhir Jokowi dinyatakan menang Prabowo pun menerima legowo nyatanya Prabowo masuk kabinet kabinet bentukan Joko Widodo lalu kenapa kita masih bermusuhan seolah menghadapi lawan abadi tanpa mengenal kata maaf   siapa kita, apa urusan kita siapapun yang menang silakan yang penting dia memikirkan kita mengutamakan kepentingan rakyat menuntaskan kemiskinan menghukum para koruptor tikus got pencoleng uang rakyat tidak mengacak-acak agama kita tidak melakukan adu domba   siapa

Read More

Terus berzikir, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

nafas terasa sesak batuk menjadi pemicu perutpun terasa sakit hanya zikir ku lakukan diselingi kehadiran tim medis hanya kepadMu aku mengadu   di ujung sana terdengar erangan ada teriakan, mengeluh meraung karena sakit aku hanya berzikir   monitor pemicu jantung mengeluarkan suara monoton menipis sunyi sepi keluarga tertidur lelap di pinggir dipan pasien satu dua main handphone lainnya bolak balik ke meja tim medis aku hanya berzikir berdoa penyakit diangkat   penyakit mengurangi

Read More

SAJAK DIGITAL: Oleh Ahmad Istiqom

Tal digital tal Zamannya joged jagad digital Jagadnya para begal Sejak para siluman malam menangkap sinyal Pada era 70 an awal Makhluk itu berlabel internet, bapaknya bernama Kleinrock Kawin siri dengan mbah Gugel Kumpul kebo dengan Amazon, samen liven dengan Facebook Dengan Microsoft dan Aple, menjadi lima menguak takdir Dengan jumawa face book berkata: Aku kenal semua mahluk di mayapada Mbah

Read More

Hanya kepadaMu Puisi Djunaedi Tjunti Agus

ku tadahkan tangan berdoa dari segala penjuru menghadap rumahMu Allah air mata kerap mengalir bahkan menitik deras ku mohonkan banyak doa untuk diri sendiri, keluarga bagi sanak famili, tetangga bagi sahabat, teman-teman serta bagi banyak orang mereka yang menitip doa kabulkan doa hamba ya Allah   hapuskan dosa-dosa hamba dosa keluarga, dosa saudara serta dosa-dosa orang tua dosa ibu, ayah, nenek, kakek jadikan kami putih bersih bak bayi

Read More

Puisi Gulon Oleh A.R. Loebis

GEMURUH (1) Angin mengurung ketika asap pecah-pecah tapi langit menyibak warna saat kilat membelah getaran itu inti sebab gemetar dan kata meluncur tanpa sudah terlentanglah terlentang menghadap bintang kemukus kilat seperti asap pecah angin menyeruak membawa bintang membelah tanah tanah terbelah ditoreh bintang dihunjam angin rumah plastik biru-biru haru-biru melaut kelap-kelip seperti bintang-bintang seakan kunang-kunang di laut hitam denyut nafas meraung dalam

Read More

Memenuhi PanggilanNya, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

jalan terjal telah aku lalui berliku, becek, berlubang kadang penuh onak duri penyesalan panjang pun mengikuti tergilincir, terjerembab pun terjadi air kotor pun pernah diarungi sampai aku tersadar, lunglai kenapa harus berada di sana   sampai akhirnya kini berjuang memenuhi panggilanMu memenuhi semua perintah menjauhi apa yang Engkau larang hanya Allah yang berhak disembah aku pun bersimpuh minta ampun berusaha mebersihkan jiwa raga berharap semua dosa

Read More
ilustrasi ummi online

Berserah Diri, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Oleh: Djunaedi Tjunti Agus   Allah telah menentukan segalanya, tak ada yang luput menang kalah, sukses dan gagal semua telah diatur rinci tak ada yang luput dari Allah selembar daun jatuhpun diketahui   segalanya ada maksudnya yang menang janganlah angkuh yang kalah tak perlu sedih kebanggaan bukan segalanya kekalahan bukanlah hina yang penting adalah akhirnya ingat Allah menjelang ajal   sejarah telah membuktikan Allah telah memberi contoh kebenaran di

Read More
Ilustrasi: Masjid Al-Aqsa Palestina (Arab News)

Ketika Setan Dibelenggu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

oleh:Djunaedi Tjunti Agus   ketika ayat-ayat Mu ku baca ketika ayat suci berkumandang hati ini terasa nyaman, damai kadang air mata mengalir lain waktu sampai terisak-isak dalam dada muncul gelora ada sesal, ada pula kerinduan   Ramadhan mengubah segalanya ingat dosa, terkenang masa lalu berbagai kesalahan muncul datang berebutan susul menyusul kebaikan ada, tapi tak seberapa ampuni hamba ya Allah jadikan bulan suci ini bermakna mengantar hamba

Read More

Ramadhan pun Berakhir, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Ramadhan telah berakhir bulan suci itu selesai sudah kitapun boleh berbuka siang hari memadu cinta dengan pasangan kitapun bermaaf-maafkan dengan sesama umatNya Minal aidin wal faizin   namun bukan hanya itu justru saatnya kita merenung apakah yang kita lakukan sepanjang bulan suci Ramadhan adakah kita melakukan kebaikan berbuat baik antara sesama selain melakukan perintah Allah atau hanya sekadar menahan lapar   adakah Ramadhan berbekas mendorong perilaku kebaikan atau hanya

Read More

Jangan Mati Sia Sia, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

setiap nyawa tak akan pergi meninggalkan raganya sebelum rezekinya habis kematian tak akan datang sampai semua jatah dinikmati Allah telah menjanjikan itu   Rasulullah telah memastikan setiap jiwa tidak akan mati sampai sempurna ajalnya hingga habis jatah rezekinya namun jangan hanya pasrah menerima apa adanya   carilah rezeki dengan cara halal jangan lakukan segala cara merenggut merajalela tanpa berpikir halal dan haram perolehlah harta atas ridhaNya bukan dengan cara

Read More

Menatap dari Huntingdale Puisi A.R. Loebis

Dari Huntingdale menatap Al Noor dan Linwood Ketika Jumatan di Huntingdale dingin autumn khusuk, di antara orang bersorban berjubah berjanggut panjang tatapan iklas penuh persaudaraan khotbah bukan bahasa ibu berkali-kali bilangan zakat dan jariah aku mengkhidmatkan kewajiban di Huntingdale 5.204 kilometer berjarak dari Jakarta   Jumat sama Sama-sama Jumatan bilangan menit ke menit Masjid Al Noor dan Linwood gempar timah panas berterbangan tajam menusuk kulit Ada gempuran merobek

Read More

Inikah Kita, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

kaki yang telanjang, hitam naik ke kursi dengan lutut berdiri tak peduli orang di sebelah risih cuek bebek, acuh tangan sibuk memainkan hp serius tak peduli sekitar antre menunggu panggilan menjadikan banyak orang jutek memperlihatkan aslinya termasuk yang tampil kampungan   lalu lihatlah ke sekitar anak-anak, remaja berlarian atau saat naik kendaraan entengnya berucap serampangan kata bodoh, goblok, anjing sumpah serapah menyemburat tak terlihat risih, malah tertawa ucapan

Read More
ilustrasi hak cipta ummi-online.com

Taubatlah, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Taubatlah Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   segerakanlah sebelum azab datang menerpa secara tiba-tiba pada waktu tak terduga taubatlah secepatnya minta ampun atas dosa-dosa   minta ampun lah segera atas semua kesalahan azab bisa datang tak terduga gempa, tsunami, banjir bisa datang secara tiba-tiba longsor, tanah bergerak tiba-tiba menghantam menghancurkan tak dinyana   bertaubat lah sebenar taubat diikuti amal shaleh bukan hanya dalam perkataan memohon ampun lah kepadaNya taubat wajib bagi semua menuju ketaatan pada

Read More

AKHIR KEHIDUPAN, Hati yang Membatu, Puisi: Djunaedi Tjunti Agus

Mata masih terasa berat menggeliat, meregang, menggelayut ingin rasanya menahan jarum jam namun waktu tak mau berhenti detik, menit, jam pun berlalu namun kemalasan masih dominan inikah pekerjaan iblis, setan semua itu harus dilawan demikian kata orang-orang bijak namun tak semudah mengucapkan tak semudah membalik telapak tangan entah karena hati lagi dingin mungkin membeku, menolak saran karena usia sudah semakin tua mungkin pertanda akhir

Read More

SENDIRI, Puisi: Djunaedi Tjunti Agus

sendiri terasa sunyi tak ada yang peduli, sepi kiri dan kanan asyik sendiri-sendiri menatap, kadang melirik mencari, menunggu entah siapa menanti tanpa kepastian di tengah kesendirian apa yang telah dilakukan kenapa harus mengenal mereka ada apa dengan diri ini mengapa semua harus terjadi sederet pertanyaan mencuat di saat kesendirian, sesal semua muncul silih berganti apakah semua itu takdir itu pasti, kebenaran dan kesalahan lainnya bagai berebut

Read More
ilustasi: Arab News

Amal dan Takdir, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

AMAL DAN TAKDIR tugas umat adalah beramal bukan mempersoalkan takdir karena takdir adalah urusan Allah bukan urusan umat manusia tugas kita beramal, beribadah bukan menyerah karena alasan takdir   bukan hak kita memvonis diri menyatakan tak perlu lagi sholat tak perlu puasa, zakat, dan naik haji tidak perlu menyembah Allah karena alasan takdir, lauhul mahfudz karena semuanya rahasia Allah   lauhul mahfudz hanya Allah yang

Read More

Rindu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

kerinduan itu tiba-tiba datang muncul di tengah kebisingan di tengah banyak orang tak sabar bosan akan keadaan   kerinduan itu menyeruak menerjang menebas hambatan tak peduli ada yang ngedumel tak pusing ada yang cemberut   kerinduan itu mendorong memaksa bak larva mendesak kerinduan itu tak tertahankan rindu akan kesembuhan rindu kan ketenangan dan kemenangan   *RS Harkit Januari 2015

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru