Thursday, July 09, 2020
Home > Cerita > Puisi & Pantun

Petikan daun bambu, Puisi A.R. Loebis

Jejeran pohon bambu bergerak-gerak Menari dengan gemulai menawan Dedaunannya melambai-lambai Suaranya, aduhai , berdesah-desah basah   Pasti ada yang memetik simfoni itu Kalau tidak tak mungkin senarnya bergetar Punggungku nyaman menempel di tembok Mataku  nanar menatap ke kejauhan Kurasa-rasa, entah kapan menyaksikan keindahan pandang Kemerduan suara dan irama yang mengalun dari buluh perindu   Baru kali ini aku mengamati khusus Kulitku terkesiap seperti

Read More

Mereka pergi, Puisi A.R. Loebis

Memandang punggung mereka Di ujung bulan ini kaki mungil itu berjuntai di gendongan bila terang ia pasti jalan tertatih mengikuti Tapi ia tak pergi Terpateri dalam hati   Aku memandangi punggung mereka Di ujung bulan ini Bebatuan jingga itu Menanti sapuan tangannya Serta jentikan jemari Dan tiupan perlahan Dengan kaki berlonjor dan berjuntai Busana berkibar perlahan Dihembus angin menembus ilalang Yang datang dari arah belakang Entah kapan lagi terbentang   Aku

Read More

Tamu itu pergi, Puisi A.R. Loebis

Sebentar lagi tamu itu akan pergi entah apa yang sudah kusuguhkan kepadanya tapi sebaliknya, begitu banyak makanan yang diantarkannya kepadaku di atas meja santap di dalam relung hati di kolam rindu jiwa entahlah sajadah itu apakah memberi kabar entah kenapa aku begitu cemas jangan-jangan aku hanya lapar dan dahaga karena tak mampu tak kuasa tak menyiapkan waktu hanya menyisakan masa sehingga sukma terasa

Read More

SAJAK RAMADHAN: Oleh Ahmad Istiqom

PUISI ni tidak lagi terasa bergizi Dimaki ayat makiyah dipadani surat madaniyah Satu juta dua puluh tuju abjadnya seperti peluru penuh mesiu Setiap kubaca ia memantul seperti kaca Meletupkan satu kebajikan berbanding sepuluh balasan Ramadhan begini Alquran-ku semakin lusuh Puisiku menjadi pepesan kosong Gurindammu.... bohong Bermain kata bak anjing menggonggong Seratus empat belas surat, bukan syair bukan sajak Berawal dari iqra

Read More

Malam 1000 Bulan, Puisi A.R. Loebis

Malam 1000 bulan Tak terbayangkan begitu banyak menghias angkasa aku termangu hanya termangu tak kuasa membayangkan penciptanya tak terhingga ku membacamu dibawah sinar dian 1000 bulan dada bergetar air mata menetes hingga tertatih-tatih dari Ramadan ke Ramadan menahan rindu dendam   Ya Allah yang maha Kuasa Satu bulan pun membuat semua orang bahagia Apalagi 1000 bulan Bulan di angkasa dan dalam dada Bulan dalam ruang dan waktu Dalam janji dan

Read More

Ramadan dan Doa, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Ramadan dan Doa Puisi Djunaedi Tjunti Agus   jangan pernah berhenti berdoa doa adalah segala-galanya tanpa doa hidup akan hampa jalan kehidupan jadi gelap gulita tanpa doa tujuan hidup kacau   takdir memang telah ditentukan Allah namun doa dapat mengubahnya hanya dengan doa dapat dilakukan begitulah sabda Rasulullah jangan remehkan arti doa Tuhan akan sangat memperhatikannya   barang siapa yang tak minta pada Allah niscaya Allah akan

Read More

Pesona Korona, Puisi A.R. Loebis

Pesona Korona  Puisi: A.R. Loebis   Korona memesona Walau masalah dunia Karena ia memporakporandakan sekaligus meluruskan kembali tatanan peradaban manusia Ia merajalela tak terlihat, entah kapan berakhirnya   Korona memesona Masalah dunia Seperti neraka dan surga Seandai Tuhan menunjukkan bentuk dan isi neraka Tak akan ada manusia berbuat nista karena takutnya Seandai Tuhah menunjukkan bentuk dan isi surga Tak akan ada orang berbuat cela karena

Read More

Azab atau Cobaan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   lockdown, kuncian di mana-mana tidak diperbolehkan masuk bahkan juga keluar kawasan dilarang berkumpul karena  darurat apakah ini azab atau cobaan?   peringatan dari Allah Maha Kuasa telah berulangkali terjadi ditenggelamannya penentang Nabi Nuh yang tak bersedia menyembah Allah namun bersikukuh menyembah berhala serta dihujamnya umat kota Sodom karena berzina sesama jenis meski telah diingatkan Nabi Luth   azab pun pernah ditimpakan pada penentang

Read More

SAJAK PAGEBLUG Oleh: Ahmad Istiqom

Bulan kalangan lapis tiga Dilingkari warna darah Semburat lembayung diujung ufuknya Kata kyai Semar itu pertanda pagebluk segera tiba Bunyi jangkrik malam pun terdengar sembilu Suara bonang bertalu talu dari Wuhan membawa kidung corona Blug..... Blug.... Blug Blug..... Blug... Blug Tajamkan daun telingamu,asah mata hatimu Pageblug bukan bencana, meski makan korban dimana mana Ia adalah teraju alam,dacin digital dengan presisi tinggi Menyeimbangkan

Read More

Semoga Ancaman Segera Berlalu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Semoga Ancaman Segera Berlalu Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   berawal di Kota Wuhan China menyebar ke penjuru dunia sejak muncul Desember 2019 tak terbendung, belum ada penangkal inikah cobaan bagi yang beriman atau azab dan ganjaran bagi lainnya Allah lah yang tahu   virus corona terus menyebar tanpa kenal batas, hambatan negara kecil, besar, diterabas tak kenal si miskin dan si kaya tak peduli orang

Read More

SAJAK ABABIL Oleh: Ahmad Istiqom

TAK ada lagi salib bersilang di gereja Tak ada lagi tangan bersedekap di mushola, tak juga tangkup telapak dada di vihara Azanpun kini tinggal hanya penanda waktu bukan hayya 'alasshola Ritual luruh bersama virus yang menggerus Dunia guncang bersama kejumawaan adidaya yang tumbang Xi Jinping terkencing kencing Trump melolong lolong bagai donatnya digondol kalong Syech Salman ngumpetin

Read More

Menunggu Dalam Doa

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   menunggu antrian sambil ngantuk kadang terasa nikmat juga apalagi tak ada yang ngajak bicara dan tak ingin ngobrol dengan siapa hanya hati yang terus bicara pikiran pun terus bekerja   kapankah waktu itu datang panggilan dari petugas jaga hati pun terus berkata-kata pikiran melalang buana juga teringat panggilanNya kapankah waktu itu datang   sudah siapkah anda hati pun berkata, bertanya sudah cukupkah bekal

Read More

Sajak Padang, Oleh A.R. Loebis

Padang... adalah  tanah datar luas , tidak ditumbuhi pohon berkayu besar padang  gembala kambing, sapi dan binatang lainnya padang golf hamparan rumput tempat bermain golf padang belantara padang mahsyar,  kelak menjadi tempat orang mati dibangkitkan pada hari kiamat padang minyak tanah luas mengandung minyak bumi padang pasir padang perburuan banyak dihuni binatang padang tekukur belantara padang tempat latihan menembak Padang.. Dalam bahasa Jawa berarti terang..bersinar Tapi Padang ini adalah Kota

Read More

SAJAK GUA HIRA (2) Oleh: Ahmad Istiqom

TAPAK pertama dari seribu tangga telah kujejak Undakan pertama dari ketinggian Jabal Nur telah kuinjak Menapak tilas awal iqra' dikedinginan angin malam Ayat pertama dari qolam suci itu adalah jawaban tahanud berkepanjangan Ketika rintih doanya tidak tahu harus kemana dipanjatkan Ketika titik air matanya menggedor baitul makmur mengguncang arsy Membuat Jibril tergopoh gopoh Mengemas iqra dalam balutan

Read More

Banjir (1) Puisi A.R. Loebis

Perjalanan hidup sesuap nasi dan seteguk air Tapi perjalanan hidup  bersuap-suap nasi Berteguk-teguk air Kualirkan sungai, ingin Kulihat apakah dahagamu cukup dengan seteguk air Tapi kau kuras isi sungai itu Kuberi sungai sampai ke rumah-rumah Teguklah bila kau mampu   Rumah tenggelam Kota terendam Gelap Redup nyali Gerak menjadi diam tapi bergerak pasrah kau pada sungaiKu tapi belum padaKu Kau coba kuasai dan lawan sungaiKu Tapi tak mampu,

Read More

Aku Tak Bisa Berpuisi

Oleh: Djunaedi Tjunti Agus   maafkan, aku tak bisa tak biasa merangkai kata membuat bait-bait puisi tapi aku tetap ingin bersajak jika tak bunyi maklumi maklumi pula jika terganggu aku ingin sampaikan isi hati demi bangsa anak negeri   keren, membawa-bawa bangsa jangan tertawakan aku abaikan jika tak berarti tapi aku ingin menagih janji pada paduka sang presiden jangan lupakan janji saat bapak giat berkampanye   kami para rakyat

Read More

I am a buzzer Oleh A.R. Loebis

Aku harus berpihak Aku harus menelikung Semua orang memihak Semua orang berpihak Berpihak pada kebenaran Adakah kebenaran? Ada tapi mutlak Karena tidak dapat dilihat Abstrak Aplikasinya kelihatan Berpihak pada benar, kata sifat Kebenaran adalah zat, kata benda Kok ada yang menyalahkan aku?   Aku seorang buzzer, kata orang Aku berat sebelah, kata orang Bahkan ada yang menyebutku buzzer istana Tak jelas ketika ada yang bilang ada buzzer

Read More
Bulan. (Foto: Repro Bernama)

Puisi: Ibu, Ini Aku

Puisi Djunaedi Tjunti Agus   wajah itu melintas wajah yang sangatku kenal senyum, lenggang, semua Ibu ini aku, anakmu ucapan itu beegitu saja terlontar tanpa terduga, otomatis tapi ibu terus berlalu   ini aku bu, anakmu tetap bergeming, menjauh tersadar, bangun ada apa dengan ibu aku tercenung, berpikir Astaghfirullah, aku tercekat mungkin ibu membutuhkan doa doa dari anak-anaknya termasuk doa dariku maafkan aku ibu   aku langsung berwudhu lalu sholat sunah di setiap

Read More

Jokowi Vs Prabowo, Oleh Djunaedi Tjunti Agus

perseteruan telah berakhir Jokowi dinyatakan menang Prabowo pun menerima legowo nyatanya Prabowo masuk kabinet kabinet bentukan Joko Widodo lalu kenapa kita masih bermusuhan seolah menghadapi lawan abadi tanpa mengenal kata maaf   siapa kita, apa urusan kita siapapun yang menang silakan yang penting dia memikirkan kita mengutamakan kepentingan rakyat menuntaskan kemiskinan menghukum para koruptor tikus got pencoleng uang rakyat tidak mengacak-acak agama kita tidak melakukan adu domba   siapa

Read More

Terus berzikir, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

nafas terasa sesak batuk menjadi pemicu perutpun terasa sakit hanya zikir ku lakukan diselingi kehadiran tim medis hanya kepadMu aku mengadu   di ujung sana terdengar erangan ada teriakan, mengeluh meraung karena sakit aku hanya berzikir   monitor pemicu jantung mengeluarkan suara monoton menipis sunyi sepi keluarga tertidur lelap di pinggir dipan pasien satu dua main handphone lainnya bolak balik ke meja tim medis aku hanya berzikir berdoa penyakit diangkat   penyakit mengurangi

Read More

SAJAK DIGITAL: Oleh Ahmad Istiqom

Tal digital tal Zamannya joged jagad digital Jagadnya para begal Sejak para siluman malam menangkap sinyal Pada era 70 an awal Makhluk itu berlabel internet, bapaknya bernama Kleinrock Kawin siri dengan mbah Gugel Kumpul kebo dengan Amazon, samen liven dengan Facebook Dengan Microsoft dan Aple, menjadi lima menguak takdir Dengan jumawa face book berkata: Aku kenal semua mahluk di mayapada Mbah

Read More

Hanya kepadaMu Puisi Djunaedi Tjunti Agus

ku tadahkan tangan berdoa dari segala penjuru menghadap rumahMu Allah air mata kerap mengalir bahkan menitik deras ku mohonkan banyak doa untuk diri sendiri, keluarga bagi sanak famili, tetangga bagi sahabat, teman-teman serta bagi banyak orang mereka yang menitip doa kabulkan doa hamba ya Allah   hapuskan dosa-dosa hamba dosa keluarga, dosa saudara serta dosa-dosa orang tua dosa ibu, ayah, nenek, kakek jadikan kami putih bersih bak bayi

Read More

Puisi Gulon Oleh A.R. Loebis

GEMURUH (1) Angin mengurung ketika asap pecah-pecah tapi langit menyibak warna saat kilat membelah getaran itu inti sebab gemetar dan kata meluncur tanpa sudah terlentanglah terlentang menghadap bintang kemukus kilat seperti asap pecah angin menyeruak membawa bintang membelah tanah tanah terbelah ditoreh bintang dihunjam angin rumah plastik biru-biru haru-biru melaut kelap-kelip seperti bintang-bintang seakan kunang-kunang di laut hitam denyut nafas meraung dalam

Read More

Memenuhi PanggilanNya, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

jalan terjal telah aku lalui berliku, becek, berlubang kadang penuh onak duri penyesalan panjang pun mengikuti tergilincir, terjerembab pun terjadi air kotor pun pernah diarungi sampai aku tersadar, lunglai kenapa harus berada di sana   sampai akhirnya kini berjuang memenuhi panggilanMu memenuhi semua perintah menjauhi apa yang Engkau larang hanya Allah yang berhak disembah aku pun bersimpuh minta ampun berusaha mebersihkan jiwa raga berharap semua dosa

Read More
ilustrasi ummi online

Berserah Diri, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Oleh: Djunaedi Tjunti Agus   Allah telah menentukan segalanya, tak ada yang luput menang kalah, sukses dan gagal semua telah diatur rinci tak ada yang luput dari Allah selembar daun jatuhpun diketahui   segalanya ada maksudnya yang menang janganlah angkuh yang kalah tak perlu sedih kebanggaan bukan segalanya kekalahan bukanlah hina yang penting adalah akhirnya ingat Allah menjelang ajal   sejarah telah membuktikan Allah telah memberi contoh kebenaran di

Read More
Ilustrasi: Masjid Al-Aqsa Palestina (Arab News)

Ketika Setan Dibelenggu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

oleh:Djunaedi Tjunti Agus   ketika ayat-ayat Mu ku baca ketika ayat suci berkumandang hati ini terasa nyaman, damai kadang air mata mengalir lain waktu sampai terisak-isak dalam dada muncul gelora ada sesal, ada pula kerinduan   Ramadhan mengubah segalanya ingat dosa, terkenang masa lalu berbagai kesalahan muncul datang berebutan susul menyusul kebaikan ada, tapi tak seberapa ampuni hamba ya Allah jadikan bulan suci ini bermakna mengantar hamba

Read More

Ramadhan pun Berakhir, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Ramadhan telah berakhir bulan suci itu selesai sudah kitapun boleh berbuka siang hari memadu cinta dengan pasangan kitapun bermaaf-maafkan dengan sesama umatNya Minal aidin wal faizin   namun bukan hanya itu justru saatnya kita merenung apakah yang kita lakukan sepanjang bulan suci Ramadhan adakah kita melakukan kebaikan berbuat baik antara sesama selain melakukan perintah Allah atau hanya sekadar menahan lapar   adakah Ramadhan berbekas mendorong perilaku kebaikan atau hanya

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru