Sunday, June 24, 2018
Home > Cerita

Jeritan Hati, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Jeritan Hati Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   Banyak yang terlintas Satu demi satu muncul Bak lembaran buku Berwarna warni, penuh corak Ada merah, hitam, putih Senang, sedih, sesal   Campur aduk, buruk baik Ada kebanggan ada sesal Hati terus berkata-kata Kenapa begini, begitu Kenapa tidak selalu putih Kenapa harus terjadi   Tikungan, jalan lurus dilalui Jalan berlobang menghadang Jalan bergelombang dilindas Tubuh terguncang, turun naik Kadang terhempas, terhenyak   Sesal juga sering mencuat Kenapa

Read More

Melihat Jakarta dari Puncak Monas

Melihat Jakarta dari puncak Monas...... Ada ayam mengajar kambing Ayam mengembik sambil mengencingi kuda........ Kucing melolong dengan bahasa kalong Heyna mendengkur sambil menggigit kaki kuda.. Ada burung gagak menyanyi seriosa... Lagunya mememikkan irama namimah dan ghibah... Wahai makhluk mulia yang pernah diciptakan.... Relakah kau menghinakan dirimu setara habitat mereka.. Si buta menghardik si bisu Si Tuli menghujat si pekak Si

Read More

Renungan Rohani: Bersihkan Karat di Hati

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rohani) - Hati manusia seperti halnya besi, bisa berkarat. Harus selalu dibersihkan. Caranya mudah, perbanyak istigfar (minta ampun) dan zikrullah (mengingat Allah). Hati manusia disebut kalbu (qalbun), yakni organ tubuh yang letaknya di dalam dada sebelah kiri dan merupakan bagian terpenting bagi pergerakan darah. Hati juga disebut qalb, karena sifatnya

Read More

Jumat di Menado

Jumat di Menado Kumegarkan daun telinga mencari suara azan disubuh buta Tak bergetar membran karena sumber suara jauh diujung negeri Tertutup altar bias dengan cicit burung gereja Di Paniki Bawah masjid tua berselisih dengan tembok ruko Karpetnya gundul horen nya terserang flu stadium empat Tercium aroma apek ketika sujud jumatan disana Khatibnya muda masih menyimpan semangat Didepan jamaah

Read More

Aku dan Kau

Aku dan Kau Kau bilang itu korupsi Aku bilang itu prestasi Kau bilang korupsi itu masif berjamaah dan terstruktur Aku bilang korupsi itu kalau tertangkap Kau bilang korupsi itu kejahatan luar biasa Aku bilang korupsi itu biasa saja tuh Kau bilang korupsi e_Katepe itu mega korupsi Aku bilang itu pepesan kosong Singgasanaku magrong magrong di Senayan Aku tak bergeming karena

Read More

Renungan Rohani: Insyaf Sebelum Terlambat

MIMBAR-RAKYAT.Com (Rohani) - Manusia dalam kehidupannya, tidak akan pernah lepas dari penyakit lalai atau alpa. Karena sudah dimulai sejak dari Nabi Adam dan Siti Hawa memakan buah khuldi. Karena itu, ada ungkapan, pada diri manusia tempatnya salah dan lupa. Akibat dari kealpaan itu, manusia bisa terjebak melakukan kesalahan, pelanggaran, sampai kepada

Read More

Pengantin Baru untuk Kedua Kalinya, Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus

Pengantin Baru untuk Kedua Kalinya Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus Cincin kawin masih melingkar di jari manis tangan kananku. Hanya itu sisa-sisa pertanda aku pernah menikah. Suamiku telah pergi, raib tidak tahu kemana dia mengelana. Apakah masih hidup, atau telah mati, aku juga tak pasti. Yang jelas tidak ada lagi kabar, telah hampir

Read More

Perjalanan Panjang, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Perjalanan Panjang Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   ini entah pemberhentian keberapa? tidak terhitung lagi tikungan serta jalan lurus yang dilalui juga turunan yang curam jalan mendaki yang terjal berkelok, meliuk di pinggang jurang menyeberangi lautan luas mengudara dengan burung besi   jalan berlubang, berkerikil tajam jalan mulus dan terbentang lebar hingga pada jalan setapak yang penuh onak dan duri tantangan, entah sampai kapan? tak seorangpun dapat memprediksi   banyak

Read More

Dalam Kesendirian Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Hati ini terenyuh dada makin terasa berat air mata tak lagi terbendung akhirnya cair menggenang isyak pun pecah membelah kesunyian malam hanya aku dan Engkau seperti ada jalur khusus membentang ke atas, lurus seperti jalan tanpa hambatan tidak ada halangan tak ada bunyi-bunyian bebas dari hingga bingar dalam kesunyian malam menjelang pagi, sepi belum ada kokok ayam suara cicak pun menghilang hati semakin tertuju pada Mu sosok ini

Read More

Inikah Aku?, Puisi Djunaedi Tjunti

Inikah Aku? Puisi: Djunaedi Tjunti bayangan mencuat di genangan terlihat sebuah wajah bak sketsa yang tak begitu jelas namun aku tahu siapa pemiknya wajah yang tak asing bagiku raut yang sangat akrab                *** dia adalah wajahku yang telah berpuluh-puluh tahun tak terpisahkan melekat erat hati, perasaan, bersatu utuh dari waktu ke waktu kami  selalu bersama              *** keceriaan masa kecil masa kanak-kanak dan remaja beragam tantangan kala

Read More

Pemimpin Polesan, Puisi Djunaedi Tjunti

Oleh: Djunaedi Tjunti Awas pemimpin polesan Prestasi kecil bisa di di blowup Bisa dikesankan berjasa Membela rakya jelata Dengan memanfaatkan media Waspada, jangan tergoda Awasi tipu muslihat mereka Biarkan mereka bersuara Tetapi jangan terperdaya Dengan uang Dengan kekayaan mereka Dengan gaya Dengan persekongkolan Mereka bisa bicara apa saja Membujuk, menggoda Bahkan mengumbar janji Meski hanya tipu daya Waspada Hati-hati godaan mereka Para pemimpin polesan Saat ini saja tak jujur Pasti nanti, ketika

Read More

Jalan Tuhan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus tadinya terasa berat menahan rasa dan keinginan dari hura-hura dan keangkuhan melayang tanpa arah, bebas membawa kepongahan dan sombong menganggap dunia hanya milik kita *** tadinya tak ada halangan semua diterabas, bebas pongah melindas, tak ada yang menghalangi namun kini harus ada aturan harus sesuai kehendakNya baik buruk ada ukurannya dosa dan pahala, jelas *** apa artinya taubat? jika kesalahan sama berulang apa gunanya

Read More

Selasa, Hujan Hampir di Seluruh Kota di Indonesia

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Hujan masih mendominasi kota-kota besar di Indonesia pada Selasa (13/3). Namun hujan yang terjadi rata-rata dalam durasi singkat dan tidak merata. Demikian prakiraan cuaca yang dilansir Badan Metereologi Klimatoligi dan Geofisika (BMKG). Kota-kota yang diperkirakan tidak mengalami hujan sepanjang Selasa (13/3) adalah; Gorontalo, Samarinda, Mataram, Sumbawa Besar, dan

Read More
Sridevi adalah pemeran utama dalam film petualangan 1987, Mr India. Dia mendapat penghargaan sebagai superstar di Asia Selatan. (Foto: WikiCommons: Bollywood Hungama/Al Jazeera)

Sridevi, Ikon Bollywood Meninggal Akibat Serangan Jantung

Mimbar-Rakyat.com (Dubai) - Sridevi, salah satu aktris India yang paling terkenal, meninggal karena serangan jantung di Dubai, Sabtu (24/2).  Bintang film yang telah membintangi lebih dari 300 film, meninggal dalam usia 54 tahun saat menghadiri pernikahan keluarga di Dubai, Uni Emirat Arab. Anggota keluarga  Sridevi mengkonfirmasi ke situs web Indian Express

Read More
Ilustrasi Gunung Bromo. (Foto: initempatwisata.com/Istimewa)

Jebakan dan Kiamat; Sajak Djunaedi Tjunti Agus

Jebakan dan Kiamat Oleh: Djunaedi Tjunti Agus   tanda-tanda kiamat sudah banyak pembantu melahirkan anak majikan yang dikasi amanah menyeleweng membuat aturan, dia yang melanggar kejujuran sudah gaib amanah hilang, jadilah penghianat   tanda kiamat sudah banyak muncul fenomena alam ada gempa, sunami, rumah roboh bahkan tempat ibadah hancur semua peringatan Allah   maksiat dimana-mana rumah Allah banyak, tapi tuk berkelahi menghantam kawan-kawan sendiri ini tanda kiamat makin dekat ustad

Read More

Meja Yang Sepi :bagi Bowie Puisi Hendry Ch Bangun

Meja Yang Sepi : bagi Bowie Kopi semakin pahit Ketika lagu itu diputar kembali Dan aku sendiri di meja ini Sepanjang waktu menanti Cafe yang dulu menemani kita Tetap penuh di kala siang atau malam Orang membaca koran atau menulis catatan Atau duduk menatap pejalan lalu lalang Kau tak ada lagi Aku tak mengerti mengapa itu terjadi Kita tak bisa saling menatap

Read More
Ilustrasi pusat kota Jakarta. (Foto: Dokumentasai www.jakarta.go.id/)

Sayang, Aku Telah Kembali: Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus sayang, aku telah kembali petualangan telah berakhir semua kembali terang benderang aku sadar telah tersesat saat memilih jalan di persimpangan kini jalan lurus kembali terbentang kaulah pautan hatiku sesungguhnya kita memiliki jalan sama satu hati dan satu kata sayang, terimakasih kau bersabar tak bosan mengingatkan aku untuk kembali ke jalan-Nya baru aku sadari sekarang jalan yang ku tempuh dulu kelam berjalan

Read More

Tromol Mesjid Cerpen A.R. Loebis

Masyarakat di kawasan tempatku bermukim gempar Senin pagi.  Pasalnya kotak tromol mesjid amblas isinya. Kegemparan ini terasa semakin menyesakkan, karena kejadiannya bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Berikut ini kejadiannya. Sekitar satu jam setelah usai solat hari raya, terdengar suara-suara berisik dari arah mesjid, yang letaknya tak jauh dari rumahku. Aku saat itu

Read More

Di Simpang Jalan, Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus

Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus “Maaf jika saya mengganggu. Sekali lagi maaf. Tapi saya tidak sabar melihat anda duduk diam dari waktu kewaktudengan wajah sedih begitu. Pulau Maratua begitu indah, penuh pesona. Kenapa tidak anda nikmati?” Saya coba mengangkat wajah, malas, berusaha meneyilidiki apa maunya perempuan ini? “Saya perhatikan beberapa hari ini anda menghabiskan

Read More

Biarlah Berlalu Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Tak terasa semua telah berlalu tidak ada rasa, tanpa permisi plong, rasa lega pun datang aku tak perlu lagi nyinyir bak tua bangka haus perhatian tak perlu mengawasi bak pengembala biarkan berjalan bak air mengalir hanyut ke hilir menyusuri lembah biarlah semua berlalu aku tak peduli, meski kau hanyut terombang-ambing di tengah samudra berpegangan pada namanya ambisi mencari kebebasan di lembah nista kau

Read More
ilustrasi (Foto BMKG)

Bulan Kesiangan

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   matahari mulai menyembul kau baru pertengahan jalan cahaya mu mulai memudar meredup, pucat pasi   tapi percayalah kau tetap dinantikan fungsimu tak berubah menerangi malam   tanpa mu malam kelam tanpa mu malam jadi sepi bila kau tak hadir semua sunyi aku pun merana, tak ada arti   tak peduli kau kesiangan kehadiranmu selalu dinanti bahkan ketika gerhana bulan pun kau pun jadi perhatian semua berlomba,

Read More

Menghitung Kantong Orang     Oleh Hendry Ch Bangun

Pernahkan Anda bertemu orang yang kerjanya hanya membicarakan orang lain. Setiap saat mencari-cari kekurangan orang lain. Setiap saat sibuk menghitung rezeki orang lain. Setiap saat memperhatikan tindak-tanduk orang lain. Semula saya kira itu hanya ada di sinetron, novel, dan angan-angan penulis fiksi. Tetapi ternyata orang seperti itu ada di dunia

Read More

Penghargaan kepeloporan HPN 2018 kepada media dan tokoh

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) - Panitia pusat Hari Pers Nasional (HPN) 2018 akan menganugerahkan Penghargaan Kepeloporan Media kepada tujuh media massa dan seorang tokoh yang diakui kepeloporan mereka di bidangnya. “Penghargaan itu akan diberikan pada puncak peringatan HPN 2018 di Padang pada 9 Februari 2018,” kata Penanggung jawab HPN Margiono, Kamis, di Jakarta. Seusai

Read More
ilustari (hak cipta: https://satriabajahitam.com)

Jangan Dekati Zina

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   jangan dekati zina tundukkan pandangan jika tidak ingin terjebak itu adalah godaan setan membuat orang mabuk asmara karena alasan cinta, harta tega mengorbankan keluarga lupa akan dosa-dosa mengumbar nafsu setan   zina membuat orang lupa lupa suami, istri, dan anak lupa Allah dan siksaannya meski sehari-hari tampil sopan berpakaian muslimah, muslimin bila setan telah merasuk nafsu birahi yang di kedepankan   Astaghfirullah, sadarkan mereka yang berzina

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru