Tuesday, March 31, 2020
Home > Cerita

Semoga Ancaman Segera Berlalu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Semoga Ancaman Segera Berlalu Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   berawal di Kota Wuhan China menyebar ke penjuru dunia sejak muncul Desember 2019 tak terbendung, belum ada penangkal inikah cobaan bagi yang beriman atau azab dan ganjaran bagi lainnya Allah lah yang tahu   virus corona terus menyebar tanpa kenal batas, hambatan negara kecil, besar, diterabas tak kenal si miskin dan si kaya tak peduli orang

Read More

SAJAK ABABIL Oleh: Ahmad Istiqom

TAK ada lagi salib bersilang di gereja Tak ada lagi tangan bersedekap di mushola, tak juga tangkup telapak dada di vihara Azanpun kini tinggal hanya penanda waktu bukan hayya 'alasshola Ritual luruh bersama virus yang menggerus Dunia guncang bersama kejumawaan adidaya yang tumbang Xi Jinping terkencing kencing Trump melolong lolong bagai donatnya digondol kalong Syech Salman ngumpetin

Read More

Menunggu Dalam Doa

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   menunggu antrian sambil ngantuk kadang terasa nikmat juga apalagi tak ada yang ngajak bicara dan tak ingin ngobrol dengan siapa hanya hati yang terus bicara pikiran pun terus bekerja   kapankah waktu itu datang panggilan dari petugas jaga hati pun terus berkata-kata pikiran melalang buana juga teringat panggilanNya kapankah waktu itu datang   sudah siapkah anda hati pun berkata, bertanya sudah cukupkah bekal

Read More

Sajak Padang, Oleh A.R. Loebis

Padang... adalah  tanah datar luas , tidak ditumbuhi pohon berkayu besar padang  gembala kambing, sapi dan binatang lainnya padang golf hamparan rumput tempat bermain golf padang belantara padang mahsyar,  kelak menjadi tempat orang mati dibangkitkan pada hari kiamat padang minyak tanah luas mengandung minyak bumi padang pasir padang perburuan banyak dihuni binatang padang tekukur belantara padang tempat latihan menembak Padang.. Dalam bahasa Jawa berarti terang..bersinar Tapi Padang ini adalah Kota

Read More

SAJAK GUA HIRA (2) Oleh: Ahmad Istiqom

TAPAK pertama dari seribu tangga telah kujejak Undakan pertama dari ketinggian Jabal Nur telah kuinjak Menapak tilas awal iqra' dikedinginan angin malam Ayat pertama dari qolam suci itu adalah jawaban tahanud berkepanjangan Ketika rintih doanya tidak tahu harus kemana dipanjatkan Ketika titik air matanya menggedor baitul makmur mengguncang arsy Membuat Jibril tergopoh gopoh Mengemas iqra dalam balutan

Read More

SAJAK GUA HIRA Oleh Ahmad Istiqom

MELIHAT Makkah dari gua Hira Lelaki tampan itu menatap orang mengangkang Kencingnya menyebar seantero kota Segerombolan lain menari telanjang sekitar ka'bah Sambil mencomot camilan dari patung kurma Sesembahanmu uzza pepundenmu latta Anak cucu Ibrahim yang terhormat itu kini terlaknat Dari gua Hira laknat itu tertayang gamblang Lelaki itu gundah menahun Hatinya halu, hatinya debu Melihat Makkah berdarah Yang mengalir dari leher

Read More

Kumpulan Cerpen HPN 2020 : Naluri Bercerita, Catatan A.R. Loebis  

 Ia mempermainkan karakter tokoh cerita dengan cermat – baik sebagai orang pertama tunggal mau pun orang ketiga – sehingga pembaca umumnya ingin cepat mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya (what next). Ini menyebabkan saat membaca tiap judul cerita pendeknya, pembaca ingin secepatnya membaca secara tuntas isinya, sebelum beralih ke judul lainnya. Ini

Read More

Antologi puisi HPN 2020: Membaca Lapis Makna,   Catatan A.R. Loebis

Bagaimana cara memahami puisi yang baik? Pembaca selayaknya melakukan interaksi dengan fisik puisi, untuk menggali makna (sense) secara umum, karena keberadaan makna akan membuahkan pertanyaan “apa yang ingin dikemukakan penulis puisi lewat karyanya itu. Para penulis puisi mengungkapkan isi hati dan pikiran mereka terkadang seperti pernyataan, tapi ada yang seperti menyapa

Read More

Ayo Beli Koran   Catatan Hendry Ch Bangun

Entah mengapa tadi pagi tiba-tiba saya tergerak untuk membeli koran di halte Transjakarta. Dalam beberapa waktu ini saya memang sering menggunakan transportasi publik itu untuk menghindari kemacetan Jakarta, menghemat waktu dan memanfaatkan kemudahan yang disediakan pemerintah. Jadi saya baru tahu ada penjaja koran di sasa, sementara di stasiun Commuter Line

Read More

“Membaca Sosok Ilham Bintang dari Tulisannya”  Oleh Hendry Ch Bangun

Buku terbaru  wartawan senior Ilham Bintang “Surat-surat Mendiang Nana”  membuat saya sebagai wartawan yang lebih muda merasa malu. Di usia memasuki 65 tahun, Ilham begitu produktif sehingga bisa setiap tahun membuat buku berisi kumpulan tulisannya, hasil dari bepergian kemana-mana, atau juga hasil perenungan atas suatu topik tertentu. Setiap kali pergi dia

Read More

Renungan Awal Tahun: Demokrasi Budi Pekerti, Catatan Ahmad Istiqom

Hampir saja ramalan Prabowo menjadi kenyataan. Indonesia bubar tahun 2030. Kok? Kalau saja konflik pemilu 2019 tidak menemukan jalan keluar, bukan tahun 30 bubarnya, tapi lebih cepat terjadinya. Perang saudara. Bukankah kondisi pasca dan pra pemilu 2019 kemarin sudah selangkah lagi pecah perang saudara? Pada titik ini sangat pantas untuk hormat takzim

Read More

Banjir (1) Puisi A.R. Loebis

Perjalanan hidup sesuap nasi dan seteguk air Tapi perjalanan hidup  bersuap-suap nasi Berteguk-teguk air Kualirkan sungai, ingin Kulihat apakah dahagamu cukup dengan seteguk air Tapi kau kuras isi sungai itu Kuberi sungai sampai ke rumah-rumah Teguklah bila kau mampu   Rumah tenggelam Kota terendam Gelap Redup nyali Gerak menjadi diam tapi bergerak pasrah kau pada sungaiKu tapi belum padaKu Kau coba kuasai dan lawan sungaiKu Tapi tak mampu,

Read More

Cinta itu bersemi di rumah ini

“Ada sesuatu yang ingin kukatakan” “Aku sudah tahu” “Dari siapa Enggit tahu?” “Dari setiap bunga yang ada di sekeliling rumah ini” *** Siang itu angin semilir setelah beberapa saat sebelumnya hujan tak begitu lebat berebut turun menyiram bumi.  Kami sengaja agak ngebut membelah jalan di kota itu, karena ingin cepat sampai tujuan, dan tentu saja

Read More

Aku Tak Bisa Berpuisi

Oleh: Djunaedi Tjunti Agus   maafkan, aku tak bisa tak biasa merangkai kata membuat bait-bait puisi tapi aku tetap ingin bersajak jika tak bunyi maklumi maklumi pula jika terganggu aku ingin sampaikan isi hati demi bangsa anak negeri   keren, membawa-bawa bangsa jangan tertawakan aku abaikan jika tak berarti tapi aku ingin menagih janji pada paduka sang presiden jangan lupakan janji saat bapak giat berkampanye   kami para rakyat

Read More

I am a buzzer Oleh A.R. Loebis

Aku harus berpihak Aku harus menelikung Semua orang memihak Semua orang berpihak Berpihak pada kebenaran Adakah kebenaran? Ada tapi mutlak Karena tidak dapat dilihat Abstrak Aplikasinya kelihatan Berpihak pada benar, kata sifat Kebenaran adalah zat, kata benda Kok ada yang menyalahkan aku?   Aku seorang buzzer, kata orang Aku berat sebelah, kata orang Bahkan ada yang menyebutku buzzer istana Tak jelas ketika ada yang bilang ada buzzer

Read More
Bulan. (Foto: Repro Bernama)

Puisi: Ibu, Ini Aku

Puisi Djunaedi Tjunti Agus   wajah itu melintas wajah yang sangatku kenal senyum, lenggang, semua Ibu ini aku, anakmu ucapan itu beegitu saja terlontar tanpa terduga, otomatis tapi ibu terus berlalu   ini aku bu, anakmu tetap bergeming, menjauh tersadar, bangun ada apa dengan ibu aku tercenung, berpikir Astaghfirullah, aku tercekat mungkin ibu membutuhkan doa doa dari anak-anaknya termasuk doa dariku maafkan aku ibu   aku langsung berwudhu lalu sholat sunah di setiap

Read More

Jokowi Vs Prabowo, Oleh Djunaedi Tjunti Agus

perseteruan telah berakhir Jokowi dinyatakan menang Prabowo pun menerima legowo nyatanya Prabowo masuk kabinet kabinet bentukan Joko Widodo lalu kenapa kita masih bermusuhan seolah menghadapi lawan abadi tanpa mengenal kata maaf   siapa kita, apa urusan kita siapapun yang menang silakan yang penting dia memikirkan kita mengutamakan kepentingan rakyat menuntaskan kemiskinan menghukum para koruptor tikus got pencoleng uang rakyat tidak mengacak-acak agama kita tidak melakukan adu domba   siapa

Read More

Terus berzikir, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

nafas terasa sesak batuk menjadi pemicu perutpun terasa sakit hanya zikir ku lakukan diselingi kehadiran tim medis hanya kepadMu aku mengadu   di ujung sana terdengar erangan ada teriakan, mengeluh meraung karena sakit aku hanya berzikir   monitor pemicu jantung mengeluarkan suara monoton menipis sunyi sepi keluarga tertidur lelap di pinggir dipan pasien satu dua main handphone lainnya bolak balik ke meja tim medis aku hanya berzikir berdoa penyakit diangkat   penyakit mengurangi

Read More

SAJAK DIGITAL: Oleh Ahmad Istiqom

Tal digital tal Zamannya joged jagad digital Jagadnya para begal Sejak para siluman malam menangkap sinyal Pada era 70 an awal Makhluk itu berlabel internet, bapaknya bernama Kleinrock Kawin siri dengan mbah Gugel Kumpul kebo dengan Amazon, samen liven dengan Facebook Dengan Microsoft dan Aple, menjadi lima menguak takdir Dengan jumawa face book berkata: Aku kenal semua mahluk di mayapada Mbah

Read More

Dia melangkah Pergi  Cerpen : Andi Dasmawati

Koridor panjang dengan dinding berlapis wallpaper berwarna krem dan coklat menggaungkan kesunyian. Matahari telah lama tenggelam. Alin menekan lift menuju lantai dasar. Kantor tempatnya bekerja memang seperti tidak pernah tidur. Satpam berseragam biru gelap berjaga sepanjang waktu, selama masih ada pegawai yang bekerja di gedung. Pekerja di sini tidak perlu takut

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru