Wednesday, August 05, 2020
Home > Cerita

Berbagi Kebahagiaan,  Catatan Hendry Ch Bangun

Saya beruntung tinggal di kawasan perumahan yang warganya suka berbagi. Dalam Idul Adha 1441 Hijriah kemarin, ada 11 sapi dipotong bersama dengan 26 ekor kambing. Dihasilkan 1.100 plastik daging yang dibagikan ke warga sekitar yang dianggap berhak menerimanya. Setiap anggota panitia yang jumlahnya 100 lebih juga mendapatkan satu kantong daging sebagai

Read More

Dan Malam Semakin Dingin, Cerpen Hendry Ch Bangun

“Seharusnya kita berbicara seperti ini dua puluh atau tiga puluh tahun lalu. Wajah kita masih bersinar, masih ada sesuatu yang dibanggakan.” “Dalam pandanganku kau masih cantik..” “Ah, kau selalu tak pandai berbohong. Atau memang bodoh” “Aku serius.” “Itulah kebodohanmu. Tapi itu yang membuat aku menyukaimu.” “Kita cocok kan? Apapun namanya, kita sebenarnya saling menyukai.” “Dan terbukti,

Read More

Masjidil Haram (1), Puisi A.R. Loebis

Aku terpana Hampa Terpacak Terpesona Meleleh   Masjidil Haram (2) Pusaran manusia Aku meleleh Hanyut   Masjidil Haram (3) Kiblat dunia penuh manusia Jutaan dari penjuru dunia Ras, warna, jenis kelamin, negara, kostum, satu Rebutan mengagungkan Asma-Mu Ya Allah Kami datang memenuhi undanganMu Ya Robb jutaan dari milyaran penduduk dunia   aku terhanyak memandangi manusia kecil-kecil di lantai tiga mungkin mereka sedang towaf tapi pasti sedang mengagumi kebesaran dan kehebatanMu aku melihat berkeliling,

Read More

Petikan daun bambu, Puisi A.R. Loebis

Jejeran pohon bambu bergerak-gerak Menari dengan gemulai menawan Dedaunannya melambai-lambai Suaranya, aduhai , berdesah-desah basah   Pasti ada yang memetik simfoni itu Kalau tidak tak mungkin senarnya bergetar Punggungku nyaman menempel di tembok Mataku  nanar menatap ke kejauhan Kurasa-rasa, entah kapan menyaksikan keindahan pandang Kemerduan suara dan irama yang mengalun dari buluh perindu   Baru kali ini aku mengamati khusus Kulitku terkesiap seperti

Read More

Mereka pergi, Puisi A.R. Loebis

Memandang punggung mereka Di ujung bulan ini kaki mungil itu berjuntai di gendongan bila terang ia pasti jalan tertatih mengikuti Tapi ia tak pergi Terpateri dalam hati   Aku memandangi punggung mereka Di ujung bulan ini Bebatuan jingga itu Menanti sapuan tangannya Serta jentikan jemari Dan tiupan perlahan Dengan kaki berlonjor dan berjuntai Busana berkibar perlahan Dihembus angin menembus ilalang Yang datang dari arah belakang Entah kapan lagi terbentang   Aku

Read More

Lebaran di Ciampea, Catatan A.R. Loebis

Gema takbiran saling bersahutan di udara.  Seketika merinding bulu roma, melintas beragam gambar hari raya lalu yang bahagia.  Kini, aku hanya berdua dengan istri di pelosok desa sepi ini. Ruang terbuka sebelah kanan rumah yang penuh berbagai jenis pepohonan, dedaunannya seolah melambai mengucapkan selamat pagi. Aku bergegas ke masjid tak jauh

Read More

Tamu itu pergi, Puisi A.R. Loebis

Sebentar lagi tamu itu akan pergi entah apa yang sudah kusuguhkan kepadanya tapi sebaliknya, begitu banyak makanan yang diantarkannya kepadaku di atas meja santap di dalam relung hati di kolam rindu jiwa entahlah sajadah itu apakah memberi kabar entah kenapa aku begitu cemas jangan-jangan aku hanya lapar dan dahaga karena tak mampu tak kuasa tak menyiapkan waktu hanya menyisakan masa sehingga sukma terasa

Read More

SAJAK RAMADHAN: Oleh Ahmad Istiqom

PUISI ni tidak lagi terasa bergizi Dimaki ayat makiyah dipadani surat madaniyah Satu juta dua puluh tuju abjadnya seperti peluru penuh mesiu Setiap kubaca ia memantul seperti kaca Meletupkan satu kebajikan berbanding sepuluh balasan Ramadhan begini Alquran-ku semakin lusuh Puisiku menjadi pepesan kosong Gurindammu.... bohong Bermain kata bak anjing menggonggong Seratus empat belas surat, bukan syair bukan sajak Berawal dari iqra

Read More

Malam 1000 Bulan, Puisi A.R. Loebis

Malam 1000 bulan Tak terbayangkan begitu banyak menghias angkasa aku termangu hanya termangu tak kuasa membayangkan penciptanya tak terhingga ku membacamu dibawah sinar dian 1000 bulan dada bergetar air mata menetes hingga tertatih-tatih dari Ramadan ke Ramadan menahan rindu dendam   Ya Allah yang maha Kuasa Satu bulan pun membuat semua orang bahagia Apalagi 1000 bulan Bulan di angkasa dan dalam dada Bulan dalam ruang dan waktu Dalam janji dan

Read More

Belajar mati, Oleh A.R. Loebis

Mati kok dipelajari? “Ya, aku merasa sekarang sedang belajar mati. Bukan aku saja, tapi kita semua.” “Aku gak ngerti apa yang kamu maksud.” “Ya gimana mau ngerti. Kamu tidak menghayatinya.” “Menghayati apa? Kamu ngomong apa sih.  Kok tiba-tiba ngawur.  Temperaturmu berapa?” “Maksudmu apa?” “Lho. Saya bertanya, kok kamu balik bertanya. Aku gak ngerti nih. Aku yang

Read More

Ramadan dan Doa, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Ramadan dan Doa Puisi Djunaedi Tjunti Agus   jangan pernah berhenti berdoa doa adalah segala-galanya tanpa doa hidup akan hampa jalan kehidupan jadi gelap gulita tanpa doa tujuan hidup kacau   takdir memang telah ditentukan Allah namun doa dapat mengubahnya hanya dengan doa dapat dilakukan begitulah sabda Rasulullah jangan remehkan arti doa Tuhan akan sangat memperhatikannya   barang siapa yang tak minta pada Allah niscaya Allah akan

Read More

Pesona Korona, Puisi A.R. Loebis

Pesona Korona  Puisi: A.R. Loebis   Korona memesona Walau masalah dunia Karena ia memporakporandakan sekaligus meluruskan kembali tatanan peradaban manusia Ia merajalela tak terlihat, entah kapan berakhirnya   Korona memesona Masalah dunia Seperti neraka dan surga Seandai Tuhan menunjukkan bentuk dan isi neraka Tak akan ada manusia berbuat nista karena takutnya Seandai Tuhah menunjukkan bentuk dan isi surga Tak akan ada orang berbuat cela karena

Read More

Azab atau Cobaan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   lockdown, kuncian di mana-mana tidak diperbolehkan masuk bahkan juga keluar kawasan dilarang berkumpul karena  darurat apakah ini azab atau cobaan?   peringatan dari Allah Maha Kuasa telah berulangkali terjadi ditenggelamannya penentang Nabi Nuh yang tak bersedia menyembah Allah namun bersikukuh menyembah berhala serta dihujamnya umat kota Sodom karena berzina sesama jenis meski telah diingatkan Nabi Luth   azab pun pernah ditimpakan pada penentang

Read More

Sesal, Cerpen Kartika Permata

“Maaf Dit, tapi gue nggak bisa menerima perasaan lo.” ucapnya ketika kami duduk bersama di ruang makan. “Perasaan gue ke lo saat ini, hanya bisa sayang sebagai teman dan nggak bisa lebih.” lanjutnya lagi. Ucapannya mengingatkanku pada ucapanku sekitar setahun lalu, ketika aku menolak perasaannya. Kali ini, aku yang harus menerima perkataan itu kembali

Read More

SAJAK PAGEBLUG Oleh: Ahmad Istiqom

Bulan kalangan lapis tiga Dilingkari warna darah Semburat lembayung diujung ufuknya Kata kyai Semar itu pertanda pagebluk segera tiba Bunyi jangkrik malam pun terdengar sembilu Suara bonang bertalu talu dari Wuhan membawa kidung corona Blug..... Blug.... Blug Blug..... Blug... Blug Tajamkan daun telingamu,asah mata hatimu Pageblug bukan bencana, meski makan korban dimana mana Ia adalah teraju alam,dacin digital dengan presisi tinggi Menyeimbangkan

Read More

Semoga Ancaman Segera Berlalu, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Semoga Ancaman Segera Berlalu Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   berawal di Kota Wuhan China menyebar ke penjuru dunia sejak muncul Desember 2019 tak terbendung, belum ada penangkal inikah cobaan bagi yang beriman atau azab dan ganjaran bagi lainnya Allah lah yang tahu   virus corona terus menyebar tanpa kenal batas, hambatan negara kecil, besar, diterabas tak kenal si miskin dan si kaya tak peduli orang

Read More

SAJAK ABABIL Oleh: Ahmad Istiqom

TAK ada lagi salib bersilang di gereja Tak ada lagi tangan bersedekap di mushola, tak juga tangkup telapak dada di vihara Azanpun kini tinggal hanya penanda waktu bukan hayya 'alasshola Ritual luruh bersama virus yang menggerus Dunia guncang bersama kejumawaan adidaya yang tumbang Xi Jinping terkencing kencing Trump melolong lolong bagai donatnya digondol kalong Syech Salman ngumpetin

Read More

Menunggu Dalam Doa

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   menunggu antrian sambil ngantuk kadang terasa nikmat juga apalagi tak ada yang ngajak bicara dan tak ingin ngobrol dengan siapa hanya hati yang terus bicara pikiran pun terus bekerja   kapankah waktu itu datang panggilan dari petugas jaga hati pun terus berkata-kata pikiran melalang buana juga teringat panggilanNya kapankah waktu itu datang   sudah siapkah anda hati pun berkata, bertanya sudah cukupkah bekal

Read More

Sajak Padang, Oleh A.R. Loebis

Padang... adalah  tanah datar luas , tidak ditumbuhi pohon berkayu besar padang  gembala kambing, sapi dan binatang lainnya padang golf hamparan rumput tempat bermain golf padang belantara padang mahsyar,  kelak menjadi tempat orang mati dibangkitkan pada hari kiamat padang minyak tanah luas mengandung minyak bumi padang pasir padang perburuan banyak dihuni binatang padang tekukur belantara padang tempat latihan menembak Padang.. Dalam bahasa Jawa berarti terang..bersinar Tapi Padang ini adalah Kota

Read More

SAJAK GUA HIRA (2) Oleh: Ahmad Istiqom

TAPAK pertama dari seribu tangga telah kujejak Undakan pertama dari ketinggian Jabal Nur telah kuinjak Menapak tilas awal iqra' dikedinginan angin malam Ayat pertama dari qolam suci itu adalah jawaban tahanud berkepanjangan Ketika rintih doanya tidak tahu harus kemana dipanjatkan Ketika titik air matanya menggedor baitul makmur mengguncang arsy Membuat Jibril tergopoh gopoh Mengemas iqra dalam balutan

Read More

SAJAK GUA HIRA Oleh Ahmad Istiqom

MELIHAT Makkah dari gua Hira Lelaki tampan itu menatap orang mengangkang Kencingnya menyebar seantero kota Segerombolan lain menari telanjang sekitar ka'bah Sambil mencomot camilan dari patung kurma Sesembahanmu uzza pepundenmu latta Anak cucu Ibrahim yang terhormat itu kini terlaknat Dari gua Hira laknat itu tertayang gamblang Lelaki itu gundah menahun Hatinya halu, hatinya debu Melihat Makkah berdarah Yang mengalir dari leher

Read More

Kumpulan Cerpen HPN 2020 : Naluri Bercerita, Catatan A.R. Loebis  

 Ia mempermainkan karakter tokoh cerita dengan cermat – baik sebagai orang pertama tunggal mau pun orang ketiga – sehingga pembaca umumnya ingin cepat mengetahui apa yang akan terjadi berikutnya (what next). Ini menyebabkan saat membaca tiap judul cerita pendeknya, pembaca ingin secepatnya membaca secara tuntas isinya, sebelum beralih ke judul lainnya. Ini

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru