Saturday, April 21, 2018
Home > Cerita

Inikah Aku?, Puisi Djunaedi Tjunti

Inikah Aku? Puisi: Djunaedi Tjunti bayangan mencuat di genangan terlihat sebuah wajah bak sketsa yang tak begitu jelas namun aku tahu siapa pemiknya wajah yang tak asing bagiku raut yang sangat akrab                *** dia adalah wajahku yang telah berpuluh-puluh tahun tak terpisahkan melekat erat hati, perasaan, bersatu utuh dari waktu ke waktu kami  selalu bersama              *** keceriaan masa kecil masa kanak-kanak dan remaja beragam tantangan kala

Read More

Pemimpin Polesan, Puisi Djunaedi Tjunti

Oleh: Djunaedi Tjunti Awas pemimpin polesan Prestasi kecil bisa di di blowup Bisa dikesankan berjasa Membela rakya jelata Dengan memanfaatkan media Waspada, jangan tergoda Awasi tipu muslihat mereka Biarkan mereka bersuara Tetapi jangan terperdaya Dengan uang Dengan kekayaan mereka Dengan gaya Dengan persekongkolan Mereka bisa bicara apa saja Membujuk, menggoda Bahkan mengumbar janji Meski hanya tipu daya Waspada Hati-hati godaan mereka Para pemimpin polesan Saat ini saja tak jujur Pasti nanti, ketika

Read More

Jalan Tuhan, Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus tadinya terasa berat menahan rasa dan keinginan dari hura-hura dan keangkuhan melayang tanpa arah, bebas membawa kepongahan dan sombong menganggap dunia hanya milik kita *** tadinya tak ada halangan semua diterabas, bebas pongah melindas, tak ada yang menghalangi namun kini harus ada aturan harus sesuai kehendakNya baik buruk ada ukurannya dosa dan pahala, jelas *** apa artinya taubat? jika kesalahan sama berulang apa gunanya

Read More

Selasa, Hujan Hampir di Seluruh Kota di Indonesia

Mimbar-Rakyat.com (Jakarta) – Hujan masih mendominasi kota-kota besar di Indonesia pada Selasa (13/3). Namun hujan yang terjadi rata-rata dalam durasi singkat dan tidak merata. Demikian prakiraan cuaca yang dilansir Badan Metereologi Klimatoligi dan Geofisika (BMKG). Kota-kota yang diperkirakan tidak mengalami hujan sepanjang Selasa (13/3) adalah; Gorontalo, Samarinda, Mataram, Sumbawa Besar, dan

Read More
Sridevi adalah pemeran utama dalam film petualangan 1987, Mr India. Dia mendapat penghargaan sebagai superstar di Asia Selatan. (Foto: WikiCommons: Bollywood Hungama/Al Jazeera)

Sridevi, Ikon Bollywood Meninggal Akibat Serangan Jantung

Mimbar-Rakyat.com (Dubai) - Sridevi, salah satu aktris India yang paling terkenal, meninggal karena serangan jantung di Dubai, Sabtu (24/2).  Bintang film yang telah membintangi lebih dari 300 film, meninggal dalam usia 54 tahun saat menghadiri pernikahan keluarga di Dubai, Uni Emirat Arab. Anggota keluarga  Sridevi mengkonfirmasi ke situs web Indian Express

Read More
Ilustrasi Gunung Bromo. (Foto: initempatwisata.com/Istimewa)

Jebakan dan Kiamat; Sajak Djunaedi Tjunti Agus

Jebakan dan Kiamat Oleh: Djunaedi Tjunti Agus   tanda-tanda kiamat sudah banyak pembantu melahirkan anak majikan yang dikasi amanah menyeleweng membuat aturan, dia yang melanggar kejujuran sudah gaib amanah hilang, jadilah penghianat   tanda kiamat sudah banyak muncul fenomena alam ada gempa, sunami, rumah roboh bahkan tempat ibadah hancur semua peringatan Allah   maksiat dimana-mana rumah Allah banyak, tapi tuk berkelahi menghantam kawan-kawan sendiri ini tanda kiamat makin dekat ustad

Read More
Ilustrasi pusat kota Jakarta. (Foto: Dokumentasai www.jakarta.go.id/)

Sayang, Aku Telah Kembali: Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus sayang, aku telah kembali petualangan telah berakhir semua kembali terang benderang aku sadar telah tersesat saat memilih jalan di persimpangan kini jalan lurus kembali terbentang kaulah pautan hatiku sesungguhnya kita memiliki jalan sama satu hati dan satu kata sayang, terimakasih kau bersabar tak bosan mengingatkan aku untuk kembali ke jalan-Nya baru aku sadari sekarang jalan yang ku tempuh dulu kelam berjalan

Read More

Tromol Mesjid Cerpen A.R. Loebis

Masyarakat di kawasan tempatku bermukim gempar Senin pagi.  Pasalnya kotak tromol mesjid amblas isinya. Kegemparan ini terasa semakin menyesakkan, karena kejadiannya bertepatan dengan hari raya Idul Fitri. Berikut ini kejadiannya. Sekitar satu jam setelah usai solat hari raya, terdengar suara-suara berisik dari arah mesjid, yang letaknya tak jauh dari rumahku. Aku saat itu

Read More

Di Simpang Jalan, Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus

Cerpen: Djunaedi Tjunti Agus “Maaf jika saya mengganggu. Sekali lagi maaf. Tapi saya tidak sabar melihat anda duduk diam dari waktu kewaktudengan wajah sedih begitu. Pulau Maratua begitu indah, penuh pesona. Kenapa tidak anda nikmati?” Saya coba mengangkat wajah, malas, berusaha meneyilidiki apa maunya perempuan ini? “Saya perhatikan beberapa hari ini anda menghabiskan

Read More

Biarlah Berlalu Puisi Djunaedi Tjunti Agus

Tak terasa semua telah berlalu tidak ada rasa, tanpa permisi plong, rasa lega pun datang aku tak perlu lagi nyinyir bak tua bangka haus perhatian tak perlu mengawasi bak pengembala biarkan berjalan bak air mengalir hanyut ke hilir menyusuri lembah biarlah semua berlalu aku tak peduli, meski kau hanyut terombang-ambing di tengah samudra berpegangan pada namanya ambisi mencari kebebasan di lembah nista kau

Read More
ilustrasi (Foto BMKG)

Bulan Kesiangan

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   matahari mulai menyembul kau baru pertengahan jalan cahaya mu mulai memudar meredup, pucat pasi   tapi percayalah kau tetap dinantikan fungsimu tak berubah menerangi malam   tanpa mu malam kelam tanpa mu malam jadi sepi bila kau tak hadir semua sunyi aku pun merana, tak ada arti   tak peduli kau kesiangan kehadiranmu selalu dinanti bahkan ketika gerhana bulan pun kau pun jadi perhatian semua berlomba,

Read More

Menghitung Kantong Orang     Oleh Hendry Ch Bangun

Pernahkan Anda bertemu orang yang kerjanya hanya membicarakan orang lain. Setiap saat mencari-cari kekurangan orang lain. Setiap saat sibuk menghitung rezeki orang lain. Setiap saat memperhatikan tindak-tanduk orang lain. Semula saya kira itu hanya ada di sinetron, novel, dan angan-angan penulis fiksi. Tetapi ternyata orang seperti itu ada di dunia

Read More

Penghargaan kepeloporan HPN 2018 kepada media dan tokoh

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) - Panitia pusat Hari Pers Nasional (HPN) 2018 akan menganugerahkan Penghargaan Kepeloporan Media kepada tujuh media massa dan seorang tokoh yang diakui kepeloporan mereka di bidangnya. “Penghargaan itu akan diberikan pada puncak peringatan HPN 2018 di Padang pada 9 Februari 2018,” kata Penanggung jawab HPN Margiono, Kamis, di Jakarta. Seusai

Read More
ilustari (hak cipta: https://satriabajahitam.com)

Jangan Dekati Zina

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   jangan dekati zina tundukkan pandangan jika tidak ingin terjebak itu adalah godaan setan membuat orang mabuk asmara karena alasan cinta, harta tega mengorbankan keluarga lupa akan dosa-dosa mengumbar nafsu setan   zina membuat orang lupa lupa suami, istri, dan anak lupa Allah dan siksaannya meski sehari-hari tampil sopan berpakaian muslimah, muslimin bila setan telah merasuk nafsu birahi yang di kedepankan   Astaghfirullah, sadarkan mereka yang berzina

Read More
ilustrasi berdoa (karya ummi online.com)

Antara Doa dan Menggugat

 Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   Ada yang hanya mengerang Sambil lirih berucap aduh Ada yang menggugat Bertanya kepada Tuhan Apa salah saya? ***  Ada yang berdoa Mohon ampunan dan kesembuhan Ada pula yang diam seribu bahasa Tapi tak jarang berteriak tak karuan *** Allah mungkin geli tertawa Melihat tingkah manusia Yang tak pernah merasa salah Tak merasa pernah berdosa ***  Ampuni hamba ya Allah *** RS Harapan Kita 03012015

Read More

Kenangan Baik           Catatan Hendry Ch. Bangun

Seberapa seringkah kita mengenang kebaikan orang? Lebih banyak mana dibandingkan dengan mengenang keburukan orang? Manusia, dikatakan lebih mudah mengingat keburukan seseorang ketimbang kebaikannya. Jadi, sudah seperti media yang disebut-sebut berpedoman “bad news is good news”. Padahal sebenarnya itu tidak sehat untuk otak kita. Mengingat hal yang jelek, tidak enak, malah membuat emosi

Read More
Ilustrasi (Foto Dokumentasi Al Jazeera0

Tanda-Tanda Kiamat Makin Nyata

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   bila matahari terbit di ufuk barat langit runtuh porak poranda gunung berterbangan bak kapas laut pasang meratakan jagat Padang Mahsyar pun terkembang mayat-mayat bangkit bermunculan bak laron muncul setelah hujan   tanda akan kiamat makin nyata manusia tak takut berbuat dosa lesbian, gay, dianggap hak juga biseksual dan transeksual LGBT dikatakan hak asasi manusia perzinaan disebut bukan dosa dengan alasan suka

Read More
ilustrasi foto indowarta.com

Tak Mungkin Terus Bersatu

Puisi: Djunaedi Tjunti Agus   haruskah aku menyerah setiap berusaha melupakan sosokmu malah makin jelas setiap berupaya lari darimu kau makin rapat menempel hati dan pikiran pun gundah   kisah kasih di masa silam canda tawa dan merajuk perjalanan panjang tanpa batas selalu muncul, terbayang kadang aku tertawa sendiri ada kalanya mendadak cemberut kenapa semua itu tak mau hilang   ku coba berpangku tangan mengangkat bahu tinggi sekali menendang-nendangkan

Read More

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru