Wednesday, July 17, 2019
Home > Berita > Yanti mulai dari mengurus Langkitang hingga menghakimi pengedar narkoba

Yanti mulai dari mengurus Langkitang hingga menghakimi pengedar narkoba

Yanti ketika memimpin sidang di PN Pancur Batu, Sumatera Utara. (arl)

MIMBAR-RAKYAT.com (Jakarta) – “Gubrak..gubrak..gubrak..,” palu hakim ketua itu berderam di atas meja. Jangankan si pesakitan, jaksa penuntut pun terlonjak dari tempat duduknya karena terkejut. Hal seperti ini tidak jarang terjadi, sehingga tak urung selalu menjadi guyonan di luar sidang.

Ketika menyaksikan langsung kiprah hakim ketua itu saat memimpin sidang di Pengadilan Negeri Pancur Batu, Sumatera Utara, beberapa waktu lalu, gebukan palu memang sedang tidak mengejutkan,   tapi vokalnya tegas dan lantang.

“Kamu tahu apa yang dikatakan jaksa penuntut?,” katanya sedangkan si pesakitan seolah kaget dan diam sehingga si hakim ketua berujar lagi, ”Kamu tahu nggak..Kok diam.  Coba kamu bicara dengan bapak ini,” sembari menunjuk ke arah pengacara atau pembelanya yang duduk di sebelah kanan.

Mereka berdua sesaat berbicara perlahan dan tak lama kemudian si pembela mengatakan, “Silahkan sidang dilanjutkan ketua.  Tak lama kemudian,  setelah terjadi lagi tanya-jawab, si hakim ketua berujar sembari mengetokkan palu, “Sidang dilanjutkan Kamis depan.”

Si pesakitan, pria berusia 40 tahun-an, tertangkap membawa barang “haram” jenis ganja dan dikantongnya terdapat uang Rp50.000,- hasil transaksi barang terlarang itu.  Sepeda motor dan uang serta ganjanya ditahan sebagai barang bukti. Di bangku belakang pria itu, duduk istreri dan anaknya.

Kejadian dalam ruang sidang itu terasa dramatis dan penulis saksikan langsung, merupakan sidang pertama dari sekitar 60 sidang yang diadakan dalam sehari itu. Biasanya sidang dibagi dalam tiga ruangan. Terkadang terjadi mencapai 100 sidang dalam sehari, bahkan kerap pula terjadi sidang malam hari di lokasi kejadian.

Siapakah wanita hakim yang bersuara lantang dan tegas itu? Tentu ia bukan hanya memimpin sidang pengedar narkoba, tetapi berbagai kasus pidana dan perdata lainnya, selama ia bertugas empat tahun di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, Sumatera Utara.

Yaanti Suryani dilantik sebagai wakil keteua PN Pelaihari, Kalimantan Selatan, Senin. Ia (keempat dari kanan) berfoto didampingi ketua PN Pelaihari, Ita Widyaningsih, SH. MH.

Ia adalah Yanti Suryani, SH. MH, yang dikukuhkan sebagai wakil ketua Pengadilan Negeri Pelaihari, Kalimantan Selatan,  minggu kedua Juni 2019, menggantikan Budi Haryantho, SH. MH yang dipromosikan menjadi ketua PN Tanah Grogot di Kalimantan Timur.

Yanti Suryani sebelumnya bertugas sebagai hakim di Pengadilan Negeri (PN) Lubuk Pakam, Sumatera Utara selama empat tahun.  Ia juga bertugas memimpin sidang atau menjadi hakim anggota selain di Lubuk Pakam, juga di PN Pancur Batu serta di PN Serdang Bedagei di Sumatera Utara.

“Saya bertugas pertama kali sebagai calon hakim di Stabat dan pertama kali dilantik di Kuala Simpang. Lalu pindah tugas ke PN Langsa. Selanjutnya mutasi ke PN Tanjung Balai,  Asahan, kemudian mutasi ke PN Lubuk Pakam,” kata Yanti, “Akhirnya menjabat struktural sebagai wakil ketua PN Pelaihari.”

Siapakah si Langkitang?

Langkitang adalah nama kerbau milik ayah Yanti di kampung halamannya. Dalam suasana lelah dengan beban kerja, Yanti menerima kabar bahwa si Langkitang hilang, lalu dilaporkan keluarga kepadanya.

Untung kerbau lainnya – di antaranya bernama Lakicat, Bottar, Budor, tidak dibawa maling.

“Siapa malingnya? Sudahlah, kita hukum saja dia nanti, masukkan ke penjara,” kata Yanti ketika itu, saat penulis berkesempatan berkendaraan bersama dari Pematang  Siantar ke Medan.

Di sinilah penulis pernah menyaksikan Yanti memimpin sidang. (arl)

Seorang teman Yanti,  Ahmad Rivai, menuturkan, Yanti memang dikenal amat memperhatikan orang yang butuh bantuan hukum. Bahkan bila ia pulang kerja, ada saja orang yang sudah menunggu di depan rumah, ingin minta tolong masalah hukum kepadanya.

“Ada ibu tua mengaku anaknya dituduh nyolong buah lah, ada yang dituduh curi sepeda. Masyarakat awam seperti itu selalu menunggunya di rumah untuk minta tolong tentang hal remeh temeh masalah hukum,” kata Rivai.

“Banyak cerita lucu tentang Yanti berkaitan dengan masalah hukum. Banyak masyarakat awam yang bertanya dan minta bantuan. Mengapa orang berani melakukan hal ini? Karena ia orang baik dan merakyat,” kata Rivai.

Nah, apa kesan Yanti setelah dilantik di PN Pelaihari

“Semoga saya dapat dan mampu mengemban amanah yang dipercayakan kepada saya. Saya akan mencoba menjadi yang terbaik, sebagai motor pengadilan menuju peradilan yang agung,” kata ibu dua orang anak itu.

Ketua PN Pelaihari Ita Widyaningsih, SH.MH, yang juga baru beberapa hari dilantik sebagai orang nomor satu di PN itu, mengatakan, “Sebagai ketua pengadilan negeri,  saya berharap agar wakil ketua PN sebagai motor penggerak dari pengadilan menuju peradilan yang agung, dapat bekerja dengan baik sesuai dengan telah diamanatkan Mahkamah Agung.”

Yanti memimpin sidang di Pancur Batu. (arl)

Yanti Suryani, lahir di Medan, Sumatera Utara,  25 Oktober 1975,  lulusanan Fakultas Hukum Universita Sumatera Utara (USU) Medan,  menjalani “fit n proper test” untuk wakil ketua pengadilan negeri kelas dua, di Bandung, pada 4-8 Agustus 2018.

Ia adalah anak pertama dari enam bersaudara, puteri pasangan ibu Hj Tiorno Harahap dari ayah Drs. Gong Matua Siregar, yang pernah terpilih sebagai juara pertama Keluarga Sakinah Teladan pilihan Kanwil Kemenag Sumatera Utara pada 2011.

Yanti bersama saudaranya, dididik ayahnya untuk hidup disiplin dan suka membantu orang. Ia kini menjalani karirnya secara struktual di PN Pelaihari, semoga niatnya tercapai untuk berjalan di atas rel peradilan yang agung.

Selamat bekerja dan berkarya Yanti.  (ar.loebis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru