Friday, August 07, 2020
Home > Berita > Wong Kito Promosi Makanan Khas Palembang di Qatar

Wong Kito Promosi Makanan Khas Palembang di Qatar

Ilustrasi - Mpek Mpek Palembang. (wartahariankita)

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Komunitas Masyarakat Sumatera Selatan di Qatar (KOMPAQ) yang dikenal dengan Wong Kito mengadakan promosi kuliner khas Palembang di Doha pada 21 Oktober 2016.

Umumnya anggota KOMPAQ bekerja di berbagai sektor industri, dan perdagangan khususnya sektor minyak dan gas.

KOMPAQ merupakan salah satu organisasi masyarakat dari 51 ormas yang diwadahi Persatuan Masyarakat Indonesia di Qatar (Permiqa) yang dipimpin Edwin Kurniawan.

Acara promosi diikuti sekitar 100 Wong Palembang dilaksanakan di Taman Museum Islamic Art (MIA) yang merupakan salah satu icon kota Doha.

MIA adalah museum Islam yang mengoleksi berbagai benda sejarah Islam di Timur Tengah yang letaknya menjorok ke laut.

MIA memamerkan peninggalan sejarah Islam mulai dari jaman pra sejarah seperti artefak, prasasti, karpet koin kuno, senjata yang dikumpulkan dari berbagai belahan dunia.

Sedangkan MIA Park adalah kawasan reklamasi yang dikenal memiliki taman dengan panorama indah, terletak di Corniche.

Taman ini didisain menjadi tempat wisata dengan nuansa modern dan tradisional unik sehingga menjadi tempat favorit yang ramai dikunjungi turis mancanegara.

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan bersahabat, Duta Besar RI untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan promosi kuliner sekaligus ajang silaturahmi guna memperat tali persaudaraan sebagai sesama anggota KOMPAQ.

“Komunitas Wong Kito di Qatar berperan dalam mendukung misi KBRI dalam berbagai kegiatan ekonomi dan sosial budaya tidak hanya bagi kepentingan masyarakat Indonesia juga dalam berbagai event internasional di Qatar,” papar mantan anggota DPR ini.

Disampaikan bahwa tahun 2016 merupakan tahun Peringatan bagi Hubungan Diplomatik RI-Qatar ke-40 yang dimulai sejak 1976.

Oleh karena itu, Dubes mengharapkan agar komunitas Wong Kito sebagai duta bangsa untuk menjadi contoh teladan dari kepribadian bangsa Indonesia di Qatar.

“Agar selalu patuh pada aturan setempat dan menjaga rasa persatuan dan kesatuan,” ujar mantan Irjen TNI tersebut.

Pada acara ini turut dipromosikan berbagai makanan khas Palembang seperti pempek, mie celor, tekwan, pindang, martabak, sambal nanas, kue srikaya ketan, bolu kojol, kemplang, tempoyak, pindang dan lainnya.

Wakil-wakil KOMPAQ dari berbagai kota seperti Doha, Dhukan, Alkhor, Messaid dan Wakrah seolah-olah bersaing menunjukan kebolehannya dalam meramu masakan khas Palembang.

Beragam pempek dipamerkan seperti pempek kapal selam, model, kulit, lenggang, baik yang direbus atau digoreng. Promosi ini menjadi ajang kompetisi untuk memanjakan lidah.

Cara makan pempek pun diperagakan khususnya bagi warga non Wong Kito. Pempek dicocol ke kuah cuka dan jika kurang puas, maka kuahnya diminum.

Disediakan pula mangkuk kecil guna menyeruput kuah cuka tersebut. Bagi sebagian Wong Palembang, pempek dianggap sebagai makanan utama bahkan mengalahkan nasi.

“Sarapan pun yang dicari pempek”, ujar Soraya Alyahya, dokter gigi yang juga anggota Wong Kito.

Bagi yang bukan warga Palembang, promosi kuliner ini membuat lambung rasanya seperti mau pecah akibat kekenyangan.

“Lemak nian”, cetus Dubes Basri seolah-olah mencontoh logat Palembang ketika ditanya pendapatnya mengenai hidangan yang dipamerkan.

Menurut Ketua KOMPAQ, Edi Ujang, silaturahmi ini bermanfaat untuk mempererat silaturahmi serta menggalang persaudaraan dan persatuan sesama warga negara Indonesia khususnya memiliki ikatan emosional dengan Sumatera Selatan.

Acara tersebut juga bertujuan menghilangkan rasa rindu akan tanah air. “Warga Wong Kito terkenal mudah akrab dengan ciri banyak kelakar, sehingga dimanapun berada pasti penuh canda dann gurau,” ujar Edi yang bekerja di perusahaan minyak di kota Dukhan.

Ia menambahkan, dengan budaya ini Wong Palembang selalu merasa seperti keluarga dekat meski sebagian di antaranya belum pernah ketemu sebelumnya.

Acara promosi juga dimanfaatkan memaparkan pembentukan satgas guna antisipasi kondisi darurat.

Paparan yang disampaikan Pelaksana Fungsi Politik KBRI Doha, Boy Dharmawan yang menjelaskan perkembangan situasi politik dan keamanan di Timur Tengah dan sekaligus sosialisasi contigency plan guna melindungi WNI dan aset Pemerintah RI.

Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi agar masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dalam mengantisipasi situasi keamanan dengan melakukan koordinasi dengan KBRI. (bd/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru