Monday, November 12, 2018
Home > Berita > Woi..pawai obor ada apa ya?

Woi..pawai obor ada apa ya?

Pawai obor Senin malam di wilayah Kawi-Kawi Atas, Jakarta Pusat. (arl)

Benar seperti yang diduga ketua DKM Al Istiqomah, Ustad H. Rape’i, bahwa pasti banyak orang yang tidak tahu Senin malam (10/9-2018) adalah malam Tahun Baru Islam. Padahal pasti semua orang tahu besok (Selasa) adalah tanggal merah, hari libur nasional.

Ayo kita dengar sekali ujaran seseorang di tepi jalan di Pasar Johar Baru itu. “Woi..ada pawai obor..ada apa ya..”

Teriakan orang itu setidaknya merepresentasikan ketidaktahuan banyak orang. Nah, seperti tahun-tahun sebelumnya, malam ini (Senin) merupakan malam Tahun Baru Islam dan esok hari sudah menunjukkan 1 Muharram 1440 H.

Malam cerah, bulan sabit mengawasi dari kejauhan, banyak asap mengepul dari obor-obor yang dibawa para peserta pawai.

Di tepi jalan Pasar Johar yang amat ramai karena dikenal dengan pasar kuliner malam itu, orang-orang mengelukan dan kanak-kanak bergembira berteriak sembari mengangkat tangan mereka.

Peserta pawai cukup panjang, ratusan orang, terdiri atas anak kecil, remaja, orang dewasa, orang tua bahkan banyak yang sudah berkategori kakek nenek. Ada kelompok wanita mengenakan seragam putih ada pula berwarna hitam.

Ujung peserta pawai sudah berada di depan gedung Percetakan Negara di Jalan Percetakan Negara Raya, sedangkan pangkalnya masih di ujung gang RT2 di gang Jalan Percetakan Negara I, Jakarta Pusat.

Sebelum acara pawai obor, usai sholat Magrib di masjid Al Istiqomah, Ustad Rape’i, S.Sos.I, yang juga menjabat sebagai ketua RW07 Kelurahan Johar Baru, Jakarta Pusat, mengajak jamaah membaca doa meninggalkan tahun lalu dan memasuki tahun baru Islam.

Ia mengatakan, setelah usai sholat jamaah Isya akan diadakan pawai obor seperti tahun-tahun sebelumnya.  Ratusan obor dan air mineral serta makanan ringan sudah disiapkan, semua diadakan dengan dana swadaya masyarakat sekitar masjid.

“Kita nanti melakukan pawai obor. Ini untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa malam ini adalah malam tahun baru hijriah, tahun baru Islam.  Pasti banyak yang tidak mengetahui malam ini merupakan malam tahun baru Islam.  Kita rayakan secara sederhana. Kalau tahun baru masehi orang menghabiskan dana mungkin miliaran rupiah untuk merayakannya. Kita yang biasa-biasa saja,” kata Rape’i.

Pawai panjang dengan hiasan asap mengepul  itu – didahului dengan barisan paling depan membawa spanduk besar dengan kata-kata ucapan selamat tahun baru, kemudian diiringi beberapa bendera merah putih berkibar-kibar  serta dengungan sholawat dan dentaman alat-alat hadroh.

Perjalanan peserta pawai obor berlangsung sekitar 45 menit. Di beberapa bagian barisan, para peserta pawai beberapa kali harus berhenti karena ingin berfoto bersama. Di tepi jalan pun setiap orang mengeluarkan telepon smart mereka untuk merekam iring-iringan pawai obor yang meriah itu.

Barisan obor di kawasan Kawi-Kawi di jalan Percetakan Negara Jakarta Pusat, Senin malam. (arl)

Pawai obor malam tahun baru Islam,  semua peserta tua muda merasa gembira, merasa bersatu, berjalan perlahan sembari bercengkerama.

Di tengah jalan, barisan pawai obor Al Istiqomah bertemu dengan pawai obor lainnya. Saling memberi jalan dan saling sapa, diselingi teriakan Allaho Akbar.

Di berbagai tempat dan daerah di Indonesia, malam Tahun Baru 1 Muharram 1440 H diperingati dengan berbagai cara, salah satunya ya pawai obor itu.

Selamat Tahun baru Islam 1 Muharram 1440 H.  (a.r. lubis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru