Thursday, November 21, 2019
Home > Cerita > Wisata: Segarnya Mandi di Curug Sawer, Kawasan Situ Gunung di Kaki Gunung Gede Pangrango, Sukabumi

Wisata: Segarnya Mandi di Curug Sawer, Kawasan Situ Gunung di Kaki Gunung Gede Pangrango, Sukabumi

Curug Sawer di Sukabumi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Wisata) – Kawasan Sukabumi memiliki banyak keindahan yang menyegarkan. Salah satunya Situ Gunung dan Curug Sawer, sebuah danau di Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Situ Gunung terletak di kaki Gunung Gede Pangrango pada ketinggian 850 di atas permukaan laut (dpl), sekitar 16 km dari barat laut Kota Sukabumi.

Kawasan Situ Gunung yang dipenuhi hutan pinus berbukit dan berkabut, menambah kenikmatan tersendiri ketika kita tiba.

Untuk menuju lokasi danmau indah cukup mudah. Kita bisa naik bus dari Kampung Rambutan, Jakarta atau dari Terminal Baranangsiang, Bogor. Ambil jurusan Sukabumi turun di Pertigaan Cisaat. Dari situ kita bisa naik angkot ke Situ Gunung atau menggunakan ojek yang banyak terdapat di pertigaan Cisaat.

Pertigaan Cisaat ini bila dari arah Bogor lokasinya sebelum Sukabumi. Tepatnya di Alun-alun Cisaat depan Mesjid Kaum, belok kiri masuk jalan samping Kantor Polsek Cisaat. Situ Gunung masuk kawasan wisata Cinumpang.

Kalau liburan ke Puncak terus, rasanya bosan juga. Makanya Situ Gunung menjadi alternatif yang menyenangkan. Cuma kita agak lelah di perjalanan karena kawasan Sukabumi macet terus, apalagi di hari libur.

Apa saja yang ada di Situ Gunung? Selain letaknya yang tidak terlalu jauh dari Ibukota, di danau ini pelancong bisa makan siang sambil naik perahu keliling.

Makan di atas danau, sensasinya luar biasa. Suasananya seperti menyatu dengan alam. Bila ingin mengajak anak-anak berpetualang, ada area camping bernama Rakata Camp. Ada juga banyak permainan petualangan, di antaranya flying fox.

Bila ingin joging, ada juga track di Situ Gunung. Terasa nikmat lari-lari kecil di jalan yang diapit pohon damar yang tinggi dan rimbun. Segar bau tanah dan kayu damar bersatu padu dengan kabut hutan yang masih perawan.

Situ Gunung merupakan kawasan danau cukup luas. Di sekitar danau terdapat area kamping dan juga penginapan yang di kelola Situ Gunung Park (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango).

Pesona sunrise di danau ini banyak menyihir para fotografer untuk mengabadikan momen yang sangat indah, menggoda, dan sangat mengagumkan.

Bila melancong ke kawasan Situ Gunung ini, jangan pernah melewatkan Curug Sawer. Di lokasi air terjun satu ini, kita bisa berenang (mandi) basah seperti bidadari turun dari kayangan.

Curug Sawer memiliki ketinggian sekitar 25-30 meter dan berada di dalam di kawasan wisata Situ Gunung, Taman Nasional Gede Pangrango (TNGP).

Curug ini masuk dalam wilayah pengelolaan hutan termasuk RPH Cipaku, BKPH Gede Barat, KPH Sukabumi. Di lokasi ini juga akan ditemui air terjun lain lain, yakni Curug Cimanaracun, yang merupakan sumber air Situ Gunung. Curug ini berjarak sekitar 200 meter dari Wisma Situ Gunung.

Untuk menuju Curug Sawer, dapat berjalan kaki, membawa mobil sendiri atau menyewa ojek. Setibanya di area Perkemahan Cinumpang, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki (trecking) melewati jalan setapak naik turun sejauh sekitar 1 km menuju Curug Sawer.

Fasilitas penginapan di tepi Situ Gunung cukup memadai dengan tarif berkisar antara Rp400 ribu hingga Rp600 ribu per malam. Bagi pengunjung kawasan ini hanya dikenakan biaya masuk Rp 3.000/orang sudah termasuk asuransi.

Di sepanjang jalan menuju kawasan Situ Gunung juga terdapat banyak vila milik warga yang disewakan dan yang jelas tarifnya lebih murah dari penginapan atau hotel.

Fasilitas di Situ Gunung lumayan lengkap, ada musola, tempat parkir luas, serta toilet. Selaion itu banyak warung yang menyediakan berbagai jenis makanan. Karena daerah ini sering digunakan sebagai tempat outbound (perkemahan) berbagai perusahaan di sekitar Jabodetabek.

KEMPING
Di Kawasan Situ Gunung, selain bermain di danau, pelancong juga bisa ikut kemping di Perkemahan Cinumpang yang diberi nama Tanakita Campsite. Yang serunya, saat kamping kita diajak melakukan river tubing.

Apa itu? River tubing semacam body rafting (berarung jeram sendirian) di atas ban besar yang terdapat ban kecil di dalamnya. Kita duduk di atas ban tersebut dengan keadaan rileks dan meluncur menyusuri sungai 1,5 km yang memakan waktu sekitar 45 menit.

Saat tubing, kita akan menyusuri dinginnya air sungai yang jernih serta sejuk. Kita bisa melihat suasana alam sekitar yang hijau.

Apalagi di tengah perjalanan kita akan menemui perosotan perosotan kecil yang membuat kita meluncur cepat, seru memang. Selesai ber-tubing ria, kita akan disuguhi pisang goreng hangat dan minum hangat teh atau kopi yang dipanaskan di ceret pakai kayu bakar.

Setelah menghangatkan tubuh dengan sepotong pisang goreng atau combro, kita akan dijemput menuju kembali ke campsite dengan jeep atau angkot.

Setelah ber-river tubing, kita bisa melakukan acara bebas, mandi atau pun makan lagi, hanya bersantai ria. Sampai menjelang malam hari biasanya ada tukang tahu goreng dan kue bandros yang akan menemani kita di sejuknya sore sambil melihat pemandangan yang terkadang turun kabut membuat suasananya makin romantis.

Karena itu teraaasa nikmat Kemping di Tanakita Campsite, dijamin kita tidak akan kelaparan. Karena pengelola menyediakan banyak makanan. (Johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru