Tuesday, November 19, 2019
Home > Cerita > Wisata: Pesona Ujung Kulon, Hutan Tropis Terluas Tersisa di Pulau Jawa

Wisata: Pesona Ujung Kulon, Hutan Tropis Terluas Tersisa di Pulau Jawa

Naik perahu ke Ujung Kulon. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Wisata) – Membahas obyek wisata di Provinsi Banten tentu tidak akan ada habisnya. Banten dikenal memiliki sejumlah obyek wisata yang tidak kalah dengan provinsi lainnya seperti Bali atau Nusa Tenggara Timur.

Bahkan boleh dibilang, selain pemandangan yang bagus, sejumlah pantai wisata di Banten memiliki daya tarik tersendiri karena di Selat Sunda terdapat Gunung Krakatau yang terkenal.

Pelancong selain bisa menikmati sunset mereka juga bisa memandang Gunung Anak Krakatau yang terdapat di tengah laut dari pantai yang tersebar di kawasan Anyer hingga dan Pantai Carita.

Kedua pantai tersebut memang sangat terkenal keindahan panorama alamnya.

Selain dua pantai tersebut, Provinsi Banten juga memiliki obyek wisata bertaraf internasional, yakni Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Ujung Kulon sangat mempesona. Banyak pengetahuan yang kita dapatkan bila berkunjung ke TNUK ini.

Karena merupakan perwakilan ekosistem hutan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Pulau Jawa, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka Badak Jawa (Rhinoceros Sondaicus) dan satwa langka lainnya.

Bahkan di sekitar TNUK terdapat tiga tipe ekosistem di taman nasional ini, yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem rawa, dan ekosistem daratan. Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau merupakan aset nasional dan telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Taman TNUK merupakan obyek wisata alam yang menarik, dengan keindahan berbagai bentuk gejala dan keunikan alam berupa sungai-sungai dengan jeramnya, air terjun, pantai pasir putih, sumber air panas, taman laut dan peninggalan budaya/sejarah (Arca Ganesha, di Gunung Raksa Pulau Panaitan).

Kesemuanya merupakan pesona alam yang sangat menarik untuk dikunjungi dan sulit ditemukan di tempat lain.

Warga yang bermukim di sekitar Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) yaitu suku Banten yang terkenal dengan kesenian debusnya. Masyarakat tersebut pengikut agama Islam, namun mereka masih mempertahankan kebiasaan-kebiasaan, tradisi, dan kebudayaan nenek moyang mereka.

Di dalam taman nasional ini, juga terdapat tempat-tempat yang dikeramatkan bagi kepentingan kepercayaan spiritual.

Tempat yang paling terkenal sebagai tujuan ziarah adalah Goa Sanghiang Sirah, yang terletak di ujung barat semenanjung Ujung Kulon.

Uuntuk mengunjungi TNUK, rutenya dari Jakarta – Serang (1 jam via jalan tol), Serang – Pandeglang – Labuan (1 jam). Bisa juga Jakarta – Cilegon (1 1/2 jam via jalan tol). Cilegon – Labuan (1 jam),
Kalau dari Bogor – Rangkasbitung – Pandeglang – Labuan (4 jam). Setelah sampai Labuan menuju Sumur (2 jam). Dari Sumur – Pulau Peucang (1 jam dengan kapal motor nelayan) atau Labuan – Pulau Peucang (4 jam juga dengan kapal motor nelayan).

Kalau habis melancong di Banten, jangan lupa membeli oleh-oleh Sate Bandeng. Makanan yang satu ini disajikan sudah berupa sate tusuk dan dalam kondisi matang.

Namun yang unik, semua tulang bandeng dijamin lenyap dan tidak khawatir akan tersedak akibat tulang ikan yang biasanya mengganggu. Jenis makanan ini sangat mudah ditemui di sepanjang perjalanan menuju kawasan wisata. Bahkan kios-kios yang menjajakan makanan ini pun tersebar di sepanjang Kota Serang dan Cilegon.

Beberapa pedagang Sate Bandeng yang ditemui mengaku saat ini dagangan mereka lumayan laku dijual kepada wisatawan. Karena harganya cukup terjangkau. (johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru