Tuesday, November 19, 2019
Home > Cerita > Wisata: Curug Cigangsa Bertingkat Tiga di Sukabumi, Dulu Tempat Persembunyian Pejuang Kemerdekaan

Wisata: Curug Cigangsa Bertingkat Tiga di Sukabumi, Dulu Tempat Persembunyian Pejuang Kemerdekaan

Curug Cigangsa di Sukabumi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Wisata) – Curug Cigangsa disebut juga Curug Luhur. Air terjun ini bertingkat tiga, diperkirakan terbentuk akibat gempa bumi yang cukup kuat sehingga mengakibatkan longsor.

Curug Cigangsa memiliki debit air yang kecil, dikarenakan di bagian hulunya dibendung untuk irigasi.

Keunikan air terjun ini dinding batunya berwarna kehitaman sebagai landasan air mengalir. Disekitar lokasi ini terdapat sebuah batu yang oleh masyarakat sekitar disebut Batu Masigit atau Batu Mesjid, mungkin karena bentuknya seperti mesjid.

Pengunjung bisa menikmati keindahan curug ini dari dua arah, yakni dari atas maupun bawah.

Nama Gangsa diambil dari nama orang, yakni Eyang Gangsa, tokoh tepndang di daerah itu pada zaman dulu. Selain itu, tempat ini semasa penjajahan Belanda kerap dijadikan tempat persembunyian pejuang.

Curug Cigangsa berada di antara Desa Kadaleman dan Kelurahan Surade, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Jaawa Barat. Tepatnya di Kampung Batu Suhunan.

Untuk mencapai curug, pelancong harus berjalan kaki menapaki pinggiran sawah yang membentang dan melintasi sungai.

Objek wisata alam Curug Cigangsa atau Curug Luhur merupakan peninggalan bersejarah di Kecamatan Surade. Alamnya yang indah, panoramanya menakjubkan dengan bebatuan seperti ukiran candi.

Air terjun ini merupakan aliran sungai hanyutnya Nyi Putri Suradewi, putri Raden AA Jagabaya, Bupati Galuh Imbanagara tahun 1732-1751. Bupati ini adik Eyang Wirasantri Dalem Cigangsa, tokoh pendiri Surade yang menyebarkan ajaran agama Islam di Surade juga sebagai pejuang kemerdekaan dalam mengusir penjajahan Belanda.

Di kawasan ini juga terdapat Curug Ciruti dan butuh waktu perjalanan 1,5 jam berjalan kaki untuk mencapainya.

Curug ini sekitar 110 km ke arah selatan kota Sukabum atau 1 km dari Kecamatan Surade. Untuk mencapai lokasi ini cukup sulit karena harus melewati jalan setapak yang jalanannya cukup menantang dan menyeberangi sungai yang airnya cukup deras.

Curug Cigangsa dapat ditempuh melalui pertigaan Tugu Kota Surade. Kendaraan berhenti dan parkir di salah satu rumah warga.

CURUG PUTRI MALU
AIR Terjun Putri Malu, salah satu obyek wisata yang berada di wilayah Kabupaten Way Kanan, Lampung. Air terjun atau curug ini, menampilkan nuansa keindahan alam di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lampung.

Air Terjun Putri Malu tingginya sekitar 80 meter yang masih alami, ditambah udara sejuk menjadikan obyek ini sangat cocok buat petualangan alam, panjat tebing, berkemah, atau sekedar menikmati kesejukan alam bersama keluarga teman atau keluarga.

Obyek wisata ini tepatnya berada di Kecamatan Banjit yang bisa dengan mudah dikunjungi, karena dekat dari Jalinsum. Pelancong bisa masuk dari jalan persimpangan SMUN 1 Baradatu, yakni persimpangan sebelum kita memasuki kawasan penduduk teramai di Way Kanan yakni Baradatu.

Saat ini jalur menuju Air Terjun Putri Malu memang masih berupa jalan setapak. Namun dirapakna ke depan segera dibangun jalan aspal, karena obyek wisata ini dikelola Dinas Pariwisata Way Kanan.

Selain terdapat Air Terjun Putri Malu, di daerah ini juga terdapat sumber air panas di Kampung Jukuh Batu, Banjit, di dekat aliran Sungai Neki yang berbatu dan indah, serta hanya berjarak 3 km dari Kampung Cukuh Batu. Penasaran silakan mencoba!

CURUG CIGUMAWANG
Curug Cigumawang tingginya sekitar 40 meter. Sumber mata air terjunnya berasal dari Gunung Buntu. Di pusat sumber mata air ini terdapat batu besar yang menutupi sumber air tersebut sehingga membentuk aliran sungai kecil yang mengalir di sebelah kanan curug.

Di kawasan curug ini sering digunakan kegiatan panjat tebing, perkemahan, dan outbound.

Nama Cigumawang dalam bahasa Sunda berarti bawang. Konon, sekitar tahun 70an masyarakat sekitar curug bila melihat jatuhan air dengan debit masih deras menyerupai bawang.

Bahkan menurut kepercayaan tetua setempat, bila orang yang berpacaran berkunjung ke curug ini dipastikan menikah. Selain itu juga air dari Curug Cigumawang dipercaya bisa menyembuhkan segala penyakit.

Curug ini terletak di Desa Kadu Bereum, Kecamatan Padarincang, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Berjarak sekitar 25 dari Kota Serang (Terminal Pakupatan Serang) ke arah Ciomas atau sekitar 5 km ke arah barat lokasi wisata Pemandian Air Cirahab.

Bila dari jalan raya Cinangka berjarak 10 km ke arah selatan. Curug ini bisa ditempuh kendaraan umum maupun pribadi sekitar 1 jam dari Kota Serang. Ada dua pintu masuk, salah satunya melalui Pasar Padarincang.

Jika menggunakan kendaraan umum dari Kota Serang, perjalanan dimulai dari Terminal Pakupatan naik angkot warna biru jurusan Kebon Jahe ongkos Rp 2.500 dengan waktu tempuh sekitar 15 menit. Selanjutnya berganti angkot warna hijau atau kuning jurusan Pasar Padarincang ongkos Rp 7.500 dengan waktu tempuh sekitar 1 jam.

Dari Pasar Padarincang dilanjutkan dengan berjalan kaki melalui pematang sawah, kebun, dan menyebrangi sungai menuju lokasi dengan jarak tempuh sekitar 1 km atau sekitar 30 menit.

Tiket masuk cuma Rp 2.500 per orang dan parkir Rp 3.000 per kendaraan. Di kawasan lokasi air terjun terdapat beberapa fasilitas umum yang cukup lengkap seperti warung, musola, bumi perkemahan, ruang ganti dan toilet, tapi sayangnya dalam kondisi kurang terawat. (johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru