Thursday, January 23, 2020
Home > Cerita > Wisata: Berselancar di Ombak Bergulung-gulung Tanjung Setia, Lampung Barat, Wisman Betah Berbulan-bulan

Wisata: Berselancar di Ombak Bergulung-gulung Tanjung Setia, Lampung Barat, Wisman Betah Berbulan-bulan

Ombak Pantai Tanjung Setia, Lampung Barat yang menantang. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Wisata) – Tempat berselancar yang menantang, ternyata bukan hanya ada di Hawaii atau di Kuta, Bali saja. Ternyata, Provinsi Lampung, juga mempunyai obyek wisata yang digandrungi turis mancanegara (wisman).

Tempatnya di Pantai Tanjung Setia, Lampung Barat. Lokasi ini
merupakan arena berselancar yang sangat mengagumkan. Ratusan turis asing berdatangan. Mereka betah berbulan-bulan karena masih alami ini. Mereka menikmati suasana alam dan ombak tinggi yang bergulung-gulung.

Pantai Tanjung Setia yang lokasinya berada di Krui, Lampung Barat, sudah menjadi incaran para peselancar kawakan. Mereka terus berdatangan silih berganti. Karena Tanjung Setia cukup kondang di mata turis mancanegara, terutama dari Amerika, Eropa, dan Australia.

Walau harus melewati Taman Nasional Bukit Barisan (TNBB) yang masih banyak hewan liarnya, dengan rimbunnya pepohonan di kanan dan kiri, tapi tempat wisata ini selalu saja ramai dikunjungi terutama wisatawan asing.

Pantai Tanjung Setia terhampar di pesisir tengah, pesisir selatan,
Krui, Lampung Barat. Untuk sampai ke tempat ini, dari Bandara Radin Intan, Bandarlampung cukup merental mobil dengan harga dipatok Rp 800 ribu sampai di Tanjung Setia dengan memakan waktu tempuh 5 jam.

Sesampainya di lokasi, sambutan gelombang laut terlihat begitu indah dan cottage-cottage yang terlihat rapi dan masih alami dengan paduan bebatuan dan kayu sebagai bahan bangunannya.

Setiap menghadapi liburan panjang atau akhir tahun, akan terlihat
kesibukan di Bandara Radin Intan, para turis manca negara sibuk
dengan papan selancar yang mereka bawa untuk dimasukkan ke dalam bagasi mobil rental yang sudah siap menunggu dan mengantar mereka ke Tanjung Setia.

Menurut warga Tanjung Setia, wisatawan asing menyukai wisata alam karena masih asli ini, dengan rimbunnya hutan dan tingginya deburan ombak.

Di Pantai Tanjung Setia, terlihat para guide sudah menanti para
wisatawan asing dengan harga bandrol Rp 30 ribu. Rimbunan pepohonan yang tinggi, yakni pohon Damar Mata Kucing, merupakan perkebunan yang unik, karena hanya ada di daerah Krui, Lampung Barat.

Krui ini terkenal sebagai daerah penghasil Damar Mata Kucing terbesar di Indonesia dengan kualitasnya yang terbaik.

Pantai Tanjung Setia disukai dan sangat dikenal dengan ketinggian
ombaknya tidak kalah dengan Hawaii dan Bali. Panjang ombaknya bergulung sampai 200 meter, berwarna kemilau di siang hari.
Selain itu, pantai yang berada di sebuah teluk kecil, selain menjadi
tempat untuk berselancar, juga sebagai tempat berkemah, apalagi ada cottage yang representatif bahkan alami. Bangunan cottage itu menyatu dengan alam dengan harga yang relatif murah. Cukup merogoh kocek Rp 100 ribu semalam.

Pantai Tanjung Setia yang masuk wilayah Desa Bumiagung, Kecamatan Pesisir Selatan, jaraknya hanya sekitar 22 km dari Krui, ibukota Kabupaten Lampung Barat. Pantai ini dijuluki mutiara terpendam. Ombak di Tanjung Setia ini langsung menghadap ke Samudera Hindia.

Deburan ombaknya tidak kalah dengan yang ada Hawaii, Bali dan Nias. Selain itu, kondisi pasir pantai yang halus, putih bak mutiara,
kebersihan pantai masih terjaga, serta gugusan terumbu karang yang benar-benar masih alami.

Bagi wisatawan asing, terutama yang hobi berselancar (surfing), Pantai Tanjung Setia merupakan tujuan yang sangat menantang untuk dijajal, karena keindahan alam laut dan pepohonan yang rimbun masih alami dengan ketinggian ombaknya.

Para wisatawan asing yang datang mengatakan, mereka ke Pantai Tanjung Setia khusus untuk merasakan deburan ombak dan gelombang di pantai tersebut.

Umumnya mereka mengetahui keberadaan pantai tersebut dari internet dan dari rekan-rekan mereka yang pernah mengunjungi Tanjung Setia. Wisatawan manacanegara sangat suka dengan suasana yang masih alami dan tenang.

“Mereka ke sini benar-benar untuk liburan, jadi sebisa mungkin tidak mau diganggu. Nah, Tanjung Setia ini tempat yang tepat menurut mereka,” ungkap salah seorang guide di Tanjung Setia.

Dengan bentangan alam pantai sepanjang kurang lebih 210 km yang
melintas dari arah barat laut ke tenggara dengan topografi dataran rendah, pantai yang berpasir, hingga berbukit terjal yang berhadapan langsung dengan Samudera Indonesia sampai berbatasan dengan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di sebelah barat Indonesia.

Dengan demikian, berdasarkan kondisi alam di atas, maka potensi
pengembangan pariwisata di Lampung Barat ini cukup potensial dan menjadi daya tarik wisata yang unik dan spesifik.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Barat terus mempromosikan sejumlah objek-objek wisata potensial, dan salah satu yang diandalkan untuk menarik sebanyak mungkin wisatawan asing maupun domestik adalah Pantai Tanjung Setia, di Kecamatan Pesisir Selatan.

Guntur Supriyadi, pemerhati wisata Lampung Barat yang telah menggeluti bisnis wisata selama beberapa tahun mengatakan, bisnis
wisata sport khususnya surfing (selancar) cepat sekali berkembang di Krui, Lampung Barat.

Bahkan Guntur Supriyadi mengistilahkannya bisnis menambang dolar, artinya dengan banyaknya orang asing yang datang bermain selancar, maka berdatanganlah dolar.

Menurut Guntur, bisnis selancar di Krui tergantung dari ombak, istilahnya bisnis jual ombak. Karena ombak bagus hanya 6 (enam)
bulan.

Sedangkan 6 bulan berikutnya musim barat tidak bisa berselancar.
Perkembangan hotel, penginapan, cottage tumbuh pesat. Dulu di tahun 2004 hanya 3 penginapan, sekarang telah tumbuh puluhan penginapan.

Sebenarnya banyak tempat untuk bermain surfing di Krui, Lampung Barat, seperti Pantai Way Jambu, Tree Sister, Mendiri, tapi jantungnya tentu Pantai Tanjung Setia. (Johan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru