Sunday, March 29, 2020
Home > Berita > Waspadai Eskalasi Konflik, WNI di Messaid Siapkan Langkah Antisipasi

Waspadai Eskalasi Konflik, WNI di Messaid Siapkan Langkah Antisipasi

Dubes RI di Qatar Marsekal Madya TNI (Purn) Muhamad Basri Sidehabi.

MIMBAR-RAKYAT.com (Doha) – Memanasnya situasi keamanan di Yaman dan di Suriah berdampak terhadap kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah akhir-akhir ini.

Adanya berbagai teror dan serangan yang menggunakan rudal balistik yang ditujukan ke kota Khamis Musheit dan Jizan di Saudi Arabia menimbulkan kekawatiran kemungkinan terjadinya eskalasi memburuknya kondisi keamanan di kawasan khususnya Qatar yang berbatasan langsung dengan Saudi Arabia.

Dubes RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhamad Basri Sidehabi menghimbau agar WNI tetap tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan meningkatkan kewaspadaan dan selalu mencermati perkembangan situasi keamanan di sekitarnya melalui berbagai sarana.

Selain berkoordinasi dengan pihak keamanan, KBRI berkerjasama dengan Tim Tanggap Darurat dan Satgas KBRI Doha guna memantau perkembangan sekiranya keadaan memburuk.

Berdasarkan pemantauan, situasi di Qatar pada umumnya berjalan normal, namun terdapat beberapa penjagaan khususnya kawasan yang dianggap vital seperti pusat pemerintahan, tempat-tempat ibadah,  bandara, stasiun, terminal bis, fasilitas publik serta pusat perbelanjaan yang biasanya ramai dikunjungi masyarakat.

Menurut Dubes Basri, KBRI sedang menyiapkan langkah antisipasi dan simulasi. Di antaranya, bersama Satgas Tanggap Darurat di Kota Messaid guna mengantisipasi kondisi darurat guna melindungi WNI dan aset Pemerintah RI di Qatar di Messaid pada tanggal 15 Oktober 2016.

Mantan anggota DPR ini mengatakan, persiapan yang dilakukan KBRI dilakukan mengingat besarnya jumlah WNI di Qatar. Berdasarkan informasi International Organisation for Migration (IOM) jumlah WNI pada tahun 2015 sekitar 43 ribu. WNI tersebut tersebar di seluruh Qatar, terutama di Al Khor, Dukhan, Umm Said, Al Shamal, Doha dan daerah di sekitarnya.

Dijelaskan pula bagaimana peliknya proses evakuasi WNI seperti ketika terjadi konflik di Yaman dan Libya yang hanya berjumlah ribuan. “Evakuasi WNI di Yaman merupakan evakuasi terbesar dalam sejarah Indonesia, bagaimana jika itu terjadi di Qatar dengan jumlah 40 ribuan WNI,” papar mantan Pilot F-16 pertama Indonesia itu.

Febi Ardiyansah, Koordinator Tanggap Darurat Komunitas Indonesia di kota Messaid, menyambut baik upaya antisipasi guna menghadapi kondisi darurat agar para WNI lebih waspada dan mengerti garis komando.

“Sinergi ormas dengan KBRI berdampak positif guna meredakan ketegangan yang dialami para WNI dalam menyikapi kondisi keamanan di Timur Tengah akhir akhir ini.” ujar Febi yang bekerja pada Qatar Petrochemical Company (Qapco) dan bermukim satu dekade di Messaid.

Baban Robana, salah satu tokoh ormas Baraya Sunda Qatar (BSQ) Messaid asal Sukabumi, juga mengapresiasi kebijakan KBRI dalam upaya melindungi dan melayani WNI di Qatar. “Upaya antisipasi harus dilakukan agar masyarakat tahu apa yang perlu dilakukan,” cetus karyawan Qatar Alumunium (Qatalum) yang telah bermukim delapan tahun di Qatar.

Menurut Kuasa Usaha Ad-interim KBRI Doha, Boy Dharmawan, KBRI melakukan  koordinasi dan kerjasama dengan wakil-wakil  dari 51 organisasi masyarakat di Qatar dalam membuat contingency plan.

“Kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi kondisi darurat guna melindungi WNI dan aset Pemerintah RI di Qatar,” papar Pejabat Pelaksana Fungsi Politik ini.  Dibeberkan bahwa KBRI menggunakan dua pendekatan skenario yaitu Skenario Alpha dan Skenario Bravo. Skenario  Alpha jika terjadi konflik negara tetangga Qatar, sedangkan yang kedua, jika terjadi di Qatar.

Guna memaksimalkan pelayanan masyarakat, KBRI secara simultan membuka pelayanan Warung Kekonsuleran guna melayani  WNI di kota Messaid, sekitar 40 km dari Ibukota Qatar, Doha.

Pelayanan disesuaikan dengan kegiatan masyarakat dan diselenggarakan pada akhir pekan agar memudahkan bagi komunitas Indonesia yang tidak bisa hadir di KBRI pada hari kerja.

Menurut Pelaksana Fungsi Protokol dan Konsuler, Zaenur Rofid, kegiatan itu merupakan bentuk jemput bola dalam pelayanan masyarakat.  Kegiatan meliputi pengurusan paspor, legalisasi dokumen, konsultasi kekonsuleran dan ketenagakerjaan serta mendata jumlah WNI di Messaid.  (bd/arl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru