Friday, May 29, 2020
Home > Berita > Warga Jember Salat Jumat Berjarak dan Tanpa Karpet di Masjid

Warga Jember Salat Jumat Berjarak dan Tanpa Karpet di Masjid

Salat Jumat di Jember.

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jember) – Sejumlah masjid di Jember terus berupaya untuk menaati imbauan pemerintah agar menjalankan shaf berjarak guna mencegah penularan virus corona. Salah satunya dalam penyelenggaraan salat Jumat di Masjid Sunan Kalijaga, Jember.

“Kita sebenarnya sudah sampaikan kepada jemaah bahwa dalam kondisi saat ini, salat Jumat bisa diganti dengan salat zuhur berjemaah di rumah. Tetapi kita tidak bisa melarang mereka yang ingin salat Jumat di sini,” ujar Alfian Futuhul Hadi atau yang akrab disapa Gus Ucuk, takmir Masjid Sunan Kalijaga, Jember, Jumat (3/4).

Masjid Sunan Kalijaga menjadi salah satu masjid yang letaknya cukup strategis di pusat kota Jember, yakni di depan kampus Universitas Jember (Unej). Masjid ini didirikan oleh (almarhum) KH Muchith Muzadi, salah satu mustasyar (penasehat) PB NU yang juga kakak kandung almarhum KH Hasyim Muzadi.

Pihak takmir masjid, lanjut Alfian, sebenarnya sudah berupaya menjalankan protokol pencegahan virus Covid-19 serta anjuran dari MUI Jember. “Kita kemarin sudah pesan alat detektor suhu. Kalau untuk masjid, harganya bisa Rp 2,5 juta. Tetapi pelaksanaannya agak susah, karena kita juga tidak mungkin menolak jemaah yang suhu tubuhnya tinggi,” tambah Alfian.

Selain sudah tidak memakai karpet, pihak takmir juga sudah menandai lantai masjid agar jemaah disiplin berjarak satu sama lain. Saat salat Jumat biasanya, kapasitas Masjid Sunan Kalijaga akan terisi penuh, bahkan meluber ke pinggir jalan.

“Karena itu kalau dijarangkan, perkiraan kita kapasitas hanya bisa mampu sekitar sepertiga dari total saat normal. Kita beri pengertian ke masyarakat, kalau memang tidak tertampung, bisa salat di rumah,” ujar pria yang juga dosen statistika di FMIPA Universitas Jember (Unej) ini.

Sebelum pelaksanaan salat Jumat, takmir juga membagikan Masker kepada para jemaah. “Tadinya kita mau beli Masker ke Toko Senyum Media, tetapi ketemu pemiliknya malah dikasih sumbangan, gratis,” papar Alfian.

Senyum Media merupakan salah satu toko stationery milik salah satu tokoh pengusaha Muhammadiyah di Jember, Kholid Ashari dan adik-adiknya.

Pada pelaksanaan salat Jumat hari ini, jemaah di Masjid Sunan Kalijaga juga diajak untuk membaca Qunut nazilah dan setelah membaca Wirid khusus untuk menolak wabah. Qunut nazilah merupakan doa yang khusus dibaca umat Islam saat kondisi darurat seperti sedang terjadi perang atau wabah penyakit. Tak lupa, dalam pelaksanaan khutbah, sang khatib mengajak jemaah untuk tetap bersemangat melawan virus corona antara lain dengan mematuhi anjuran pemerintah.

“Kita harus mematuhi keputusan pemerintah dan anjuran otoritas yang pakar di bidang kesehatan dalam mencegah corona. Kita harus ikhtiar mengantisipasi sebelum tawakal (berserah) diri kepada Allah swt,” ujar Suwardi, dosen hukum Islam Unej yang menjadi khatib salat Jumat. (M/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru