Saturday, October 21, 2017
Home > Berita > Wapres JK: Tumbuhnya Penjualan Mobil Indikasikan Pendapat Kelas Menengah Tidak Turun

Wapres JK: Tumbuhnya Penjualan Mobil Indikasikan Pendapat Kelas Menengah Tidak Turun

Wapres Jusuf Kalla didampingi Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi meninjau display mesin mobil terbaru Isuzu di GIIAS 2017 di ICE BSD City, Tangerang, Banten. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Wapres Jusuf Kalla mengatakan, terus tumbuhnya penjualan mobil mengindikasikan pendapatan golongan menengah tidak turun dan menunjukkan daya beli golongan menengah masih cukup baik, dan tidak rendah seperti yang diberitakan selama ini.
“Masih ada masyarakat golongan menengah yang mampu membeli mobil, mungkin secara kredit. Tapi itu menunjukkan kemampuan daya beli,” tutur Wapres, diajang GIIAS 2017, kemarin.

Tentang pertumbuhan industri mobil di dalam negeri, menurutnya peningkatan penjualan mobil juga bisa didorong dari peluncuran model terbaru.

“Ajang GIIAS tidak hanya meningkatkan penjualan di dalam negeri, namun dapat menyasar pasar ekspor,” kata Wapres Jusuf Kalla di ajang GIIAS 2017.

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil domestik hingga Juni 2017 mencapai 533.537 unit atau naik 0,3 persen. Diproyeksikan pada 2017 penjualan mobil bisa mencapai 1,1 juta unit.

Sedangkan, untuk ekspor Juni 2017 mencapai 113.269 unit atau naik 20,5 persen. Kemudian, industri otomotif nasional juga meningkatkan performanya dengan menambah kapasitas produksi menjadi 2,2 juta unit per tahun.

Ketua Umum GAIKINDO Yohanes Nangoi menjelaskan, penyelenggaraan GIIAS 2017 menjadi satu bentuk kontribusi GAIKINDO yang fokus untuk membangun dan membesarkan industri otomotif di Indonesia menuju era masa depan.

Di sisi lainnya, menjadi tempat berbagi informasi baik dari produk maupun teknologi terbaru yang ditampilkan selama masa pameran.

“Untuk tahun ini sejumlah APM mempercayakan Indonesia sebagai negara untuk peluncuran perdana kendaraan terbaru mereka melalui gelaran GIIAS 2017,” ungkapnya.

Pameran yang berlangsung pada tanggal 10-20 Agustus 2017 ini diikuti sebanyak 32 merek kendaraan penumpang dan kendaraan niaga serta 10 merek kendaraan roda dua.

GIIAS 2017 juga akan menghadirkan 40 mobil baru yang diluncurkan, di antaranya terdapat kendaraan yang pertama kali dalam debut dunia, regional, maupun domestik.

Sementara itu, Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan, Kemenperin bersama pemangku kepentingan terkait sedang melakukan finalisasi penyusunan roadmap industri otomotif yang sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional dan target penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

“Diharapkan peta jalan ini akan menjadi pegangan pihak terkait dalam menjalankan program-program ke depan yang akan mendukung ketercapaian target energi sesuai dengan amanat KEN dan RUEN, serta sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca sesuai dengan komitmen pemerintah di hadapan forum COP21,” paparnya.

Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi gas rumah kaca sebesar 29% dengan upaya sendiri, dan 41% dengan bantuan internasional sampai tahun 2030.

Dalam peta jalan tersebut, menurut Putu, pertumbuhan industri otomotif ke depan diarahkan pada pengembangan kendaraan-kendaraan ramah lingkungan, dan dikembangkan secara bertahap dengan mempertimbangkan keberlanjutan investasi, pertumbuhan industri otomotif, pencapaian komitmen penurunan emisi gas rumah kaca, dan kontribusi sektor otomotif terhadap perekonomian nasional.(joh)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru