Tuesday, January 28, 2020
Home > Berita > Wapres JK: TNI Perlu Serang Balik KKSB Papua Jika Tak Mau Damai

Wapres JK: TNI Perlu Serang Balik KKSB Papua Jika Tak Mau Damai

Wapres JK. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai penyerangan Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) yang menewaskan prajurit TNI di Kabupaten Nduga, Papua beberapa hari lalu sebagai bentuk gerakan separatis, apalagi mereka menuntut referendum. Atas dasar itu, JK mempercayakan kepada TNI untuk menumpas gerakan separatis seperti itu.

“Separatis namanya kalau begitu, tentu kita akan berpegang kepada TNI, pemerintah pusat tidak bisa menerima seperti itu,” ujar JK di kantor wakil presiden, Jakarta, Selasa (23/7).

JK mengatakan, selama ini pemerintah telah berupaya menyelesaikan konflik yang terjadi dengan cara damai. Namun ia tak menampik bahwa prajurit TNI yang bertugas di Nduga dapat menyerang balik anggota KKSB jika memang kelompok tersebut tak mau berdamai.

“Tentu yang terbaik menyelesaikan secara damai. Tapi kalau tidak mau damai, hanya menyerang, tentara harus membalas, ya kan?” katanya.

JK menuturkan, pemerintah selama ini selalu mengevaluasi proses pengamanan di lokasi tersebut. Namun menurutnya, kelompok tersebut secara terang-terangan terus menyerang proyek infrastruktur pemerintah.

“Tentu evaluasi pasti ada, tapi tugas tentara melindungi pekerja-pekerja infrastruktur. Itu malah diserang semua. Kita juga sudah adakan dialog, tapi memang ada kelompok yang ingin bikin separatisme, kelompok bersenjata,” katanya.

Selain itu, JK juga menyampaikan belasungkawa pada prajurit TNI yang tewas akibat serangan KKSB. Ke depan perlu kerja sama dari pemerintah daerah untuk memastikan pengamanan di lokasi tersebut. Termasuk proses evakuasi warga di sekitar lokasi yang terdampak peristiwa.

“Kita belasungkawa pada prajurit yang tewas. Itu tugas Pemda setempat untuk evaluasi, tidak perlu pusat, cukup bupati, gubernur periksa berapa jumlah pengungsi, karena yang butuh bantuan daerah,” kata JK.

“Masyarakat juga bantu tentara untuk beri informasi bagaimana keamanan di sana sehingga dapat dijaga,” imbuhnya.

KKSB yang diduga dari kelompok Egianus Kogoya melakukan penembakan di wilayah proyek pembangunan jembatan Sungai Yuguru, Kabupaten Nduga, pada Sabtu (20/7) lalu. Akibat serangan ini, satu anggota TNI tewas tertembak.

Anggota TNI sendiri sudah berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran terhadap KKSB. Namun, dengan pertimbangan keamanan karena medan yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan.

Amunisi KKSB Hasil Rampasan

Kapendam XVII Cenderawasih Kol Inf M Aidi menduga amunisi yang saat ini dimiliki Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) di Nduga, Papua pimpinan Egianus Kogoya diduga hasil rampasan. Amunisi itu direbut saat kawanan Egianus menyerang pos aparat keamanan di beberapa lokasi.

“Namun belum dapat dipastikan sumber amunisi yang dimiliki KKSB yang beroperasi di wilayah Kabupaten Nduga,” katanya menjawab pertanyaan wartawan di Jayapura, Selasa (23/7)..

Aidi menjelaskan, amunisi yang dimiliki KKSB bisa saja dipasok dari berbagai pihak selain rampasan di pos-pos aparat keamanan juga diperoleh dari kelompok-kelompok tertentu yang mendukung KKSB.

Dia mengatakan apalagi Nduga yang merupakan daerah terbuka karena selain dapat dijangkau lewat darat dari Wamena juga dapat melalui Timika-Asmat-Kenyam.

Bahkan, kata Aidi, pada Agustus 2018 WNA berkebangsaan Polandia ditangkap dan dihukum karena terlibat jual beli amunisi ke KKSB dan tidak tertutup kemungkinan ada amunisi-amunisi yang lolos dan sampai ke kelompok tersebut.

Ketika ditanya tentang foto yang beredar terkait amunisi yang dimiliki Egianus dan kondisinya masih baru, mantan Dandim Jayawijaya mengatakan kemungkinan saja amunisi tersebut sebelum berada di dalam dus dan belum terpakai sehingga terlihat baru. Kecil kemungkinan amunisi tersebut diperoleh dari anggota karena saat ini pengawasan makin ketat.

KKSB pimpinan Egianus, Sabtu (20/7) menyerang camp anggota Yonif 755 Yalet yang sedang istirahat makan siang di kampung Yuguru. Dalam insiden yang diwarnai kontak senjata, satu anggota TNI AD meninggal akibat luka tembak d ibagian perut sebelah kanan yakni Pratu (anumerta) Usman Hambela. (A/C/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru