Monday, December 16, 2019
Home > Sosok > Wanita Besi Dari Surabaya

Wanita Besi Dari Surabaya

TRI RISMAHARINI atau sangat dikenal dengan nama Risma tetap memimpin  Surabaya. Keraguannya yang sempat muncul, tetap atau mundur, akhirnya mendapat kepastian setelah awal Maret lalu bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, di Surabaya. Dia tetap menjadi Wali Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Bu Risma itu wali kota yang cerewet. Lebih cerewet dibandingkan saya, tetapi bisa membuat Surabaya seperti sekarang ini,” kata Megawati, saat menyampaikan kuliah umum dengan tema “Memperkokoh Kebhinekatunggalikaan Indonesia” di Universitas Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (1/3).

Ketua Umum PDIP itu menilai, semua persoalan terkait isu mundurnya Risma sudah selesai. Penetapan Whisnu Sakti Buana sebagai Wakil Wali Kota Surabaya juga tidak ada masalah. “Saya minta Bu Risma tetap teguh menjadi pemimpin Surabaya beserta Pak Whisnu untuk bekerja bersama,” kata Megawati.

Risma memang sempat mengalami kegalauan, antara mundur atau tetap sebagai Wali Kota Surabaya. Itu akibat  penetapan Whisnu sebagai Wakil Wali Kota Surabaya oleh DPRD Surabaya yang dinilainya tidak sesuai prosedur.

Whisnu yang kader PDIP , partai yang mengusung Risma, ketika masih memimpin DPRD Surabaya merupakan sosok yang pernah berusaha melengserkan Risma dari kursi Wali Kota Surabaya. Whisnu adalah putra dari Soetjipto,  mantan Sekretaris Jenderal PDIP.

Risma boleh disebut sebagai wanita perkasa, terutama dalam membela kepentingan rakyat. Dia merupakan  sedikit pemimpin yang tidak perlu sibuk menjaga citra, karena justru rakyat sudah lebih dulu mencintainya.

Bukti bahwa dia dicintai rakyat adalah bertubi-tubinya datangnya dukungan pada  Wali Kota Surbaya ke-23 itu agar tidak mundur dari posisi Wali Kota Surabaya. Ibu-ibu pengajian, masyarakat dari berbagai lapisan di Surabaya, pengusaha, atau pegawai negeri (PNS) atau pegawai swasta sudah terlanjur “jatuh cinta” pada Risma.

Sejumlah elite negeri mendorongnya agar melanjutkan jabatan dan programnya sebagai Wali Kota. Wakil Ketua DPR Priyo Budi S, mengundang khusus Risma datang ke DPR dalam upaya memberi dukungan. Beberapa pengurus partai berebut menawari Risma untuk pindah partai.

Pejabat Karier

Risma, wanita kelahiran Kediri, Jawa Timur, 52 tahun lalu, persisnya  20 November 1961, merupakan birokrat sejati. Dia pejabat karier yang merintis  dari bawah, meniti karier sebagai seorang pegawai negeri sipil (PNS) Kota Surabaya sejak dekade 1990-an, kemudian berpindah-pindah dari kepala seksi, kepala cabang,  kepala bagian, kepala dinas, , hingga akhir dipilih warga Surabaya sebagai Wali Kota sejak 28 September 2010.

Jabatan yang disandangnya sebelum menjadi wali kota adalah; Kepala Seksi Tata Ruang dan Tata Guna Tanah Bappeko Surabaya (1997-2000); Kepala Seksi Pendataan dan Penyuluhan Dinas Bangunan Kota Surabaya (2001); Kepala Cabang Dinas Pertamanan Kota Surabaya (2001); Kepala Bagian Bina Bangunan (2002); Kepala Bagian Penelitian dan Pengembangan (2005); Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya (2005); Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya (2008).

Menurut Wikipedia, istri  Ir Djoko Saptoadji, serta ibu dari Fuad Bernardi  dan Tantri Gunarni  ini  merupakan wanita pertama yang terpilih sebagai Wali Kota Surabaya sepanjang sejarah.  Insinyur lulusan Arsitektur dan pasca sarjana Manajemen Pembangunan Kota Institut Teknologi Sepuluh November ini juga tercatat sebagai wanita pertama di Indonesia yang dipilih langsung menjadi wali kota melalui pemilihan kepala daerah sepanjang sejarah demokrasi di Indonesa pasca Reformasi 98. Melalui pemilihan langsung, ia menggantikan Bambang DH.

Dalam pendidikan pun dia tidak jauh-jauh dari Surabaya. Setelah menamatkan SD Negeri Kediri (lulusan 1973), Risma menjalani pendidikan SMP Negeri 10 Surabaya (lulus 1976), SMU Negeri 5 Surabaya (1980),  S-1 Arsitektur Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya (1987), S-2 Manajemen Pembangunan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya (2002).

Tri Rismaharini begitu dipercaya menduduki posisi wali kota langsung  menata Kota Surabaya. Dari pengalamannya pernah dipercaya menjadi  Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, Risma tahu persis dari mana harus memulai menata Surabaya yang yang sebelumnya belum tertata betul.   Di tangannya  Surabaya kemudian  menjadi lebih asri dan tertata dengan baik, lebih hijau dan lebih segar. Hasilnya pujian tidak hanya dari masyarakat, tetapi berbagai penghargaan pun datang untuk Risma, termasuk dari luar negeri.

Sejumlah taman kota yang dibangun Risma adalah pemugaran taman bungkul di Jalan Raya Darmo dengan konsep all-in-one entertainment park, taman di Bundaran Dolog, taman buah Undaan, serta taman di Bawean, dan di beberapa tempat lainnya yang dulunya mati sekarang tiap malam dipenuhi dengan warga Surabaya.

Selain itu Risma juga membangun jalur pedestrian dengan konsep modern di sepanjang jalan Basuki Rahmat yang kemudian dilanjutkan hingga jalan Tunjungan, Blauran, dan Panglima Sudirman.

Risma juga menjadi “ibu”  bagi rakyat miskin, anak-anak terlantar. Dia sangat memperhatikan kesejahteraan warganya, menyadarkan para pengemis atau gelandangan agar hidup secara normal tanpa harus mengemis. Dia juga menyediakan penampungan  bagi anak-anak terlantar, serta menyekolahkan anak-anak putus sekolah dari kalangan warga tidak mampu. Dia pun tidak khawatir mendatangi para pelacur, membujuk mereka agar tidak lagi menjual diri.

Namun segala perjuangannya Risma itu tidak ada artinya bagi kalangan legislatif, mereka yang mendamakan diri sebagai wakil rakyat di Surabaya. Nyatanya, belum setahun menjabat, pada tanggal 31 Januari 2011, Ketua  DPRD Surabaya Whisnu Wardhana-yang kini menjadi wakilnya-mendongkel Risma dengan hak angketnya.  

Yang dijadikan alasan adalah keputusan Risma menaikkan pajak reklame melalui peraturan daerah dinilai melanggar undang-undang.  Hak angket itu didukung 6 dari 7 fraksi politik yang ada di DPRD Kota Surabaya, termasuk PDIP. Hanya fraksi PKS yang menolak dengan alasan tindakan pemberhentian dirasa “terlalu jauh” dan belum cukup bukti dan data.

Upaya DPRD Kota Surabaya itu batal setelah Mendagri Gamawan Fauzi angkat bicara. Gamawan menegaskan,  Risma tetap menjabat sebagai Wali Kota Surabaya dan menilai alasan pemakzulan Risma mengada-ngada. Belakangan, seperti ditulis Wikipedia, beredar kabar bahwa upaya DPRD Kota Surabaya itu  akibat banyaknya kalangan DPRD Kota Surabaya yang tidak suka sepak terjang Risma yang tidak  kompromi dalam membangun Kota Surabaya.

Risma pantas disebut wanita yang berani melawan risiko. Jika di dunia kita menengenal Margaret Thatcher (ketika menduduki jabatan PM Inggris) dijuluki sebagai “wanita besi”, maka Risma pantas kita sebut sebagai “wanita besi” dari Surabaya (Indonesia). Dia tidak takut di lengserkan demi rakyat. Dia bisa meledak-ledak bila menemukan hal yang tidak beres, termasuk terkait berbagai proyek.  Karena itu dia pas disebut-sebut sebagai salah seorang bakal calon presiden.

Risma merupakan sedikit pejabat yang berani “menatang arus”. Dia tidak mempan  rayuan suap, sehingga programnya sebagai Wali Kota Surabaya hingga hingga ini dinilai masih lurus, tidak mampu dimasuki para koruptor, apalagi para calo proyek. Dia siap mati demi menegakkan kebenaran dan keadilan bagi rakyat.

Di tengah negeri yang sedang sakit, digerogoti tikus-tikus got yang kotor, para koruptor yang tidak mengenal takut, Risma boleh disebut sebagai manusia langka. Dia tegar menghadapi rongrongan, tetapi dia bisa mendadak menangis menemukan ibu-ibu miskin yang sedang linglung di tengah kota.  

Karena itu, kita semua, apalagi warga Surabaya boleh lega, ternyata Risma tidak mengikuti keinginan lawan-lawannya untuk mundur. “Saya akan teruskan jabatan saya sebagai Wali Kota,” katanya baru-baru ini di Surabaya. Suatu jawaban yang dinanti-natikan para pendukungnya.

 Tidak sia-sia usaha para koleganya, seperti Jokowi, Rano Karno, Ahok, serta sejumlah pejabat dan kepala daerah lainnya, termasuk Presiden SBY membujuk Risma. Dia kini siap melanjutkan tugas, memajukan Surabaya dan melawan siapa pun yang coba menjegalnya. Selamat bekerja Bu Risma.***Janet

Email: kumpulankawanlama@yahoo.com

 

One thought on “Wanita Besi Dari Surabaya

  1. pada suatu hari…… seorang cowok bernama Fuad Benardi yg mana anak dari orang terpandang, walikota surabaya Ibu Tri Risma Harini. suka sama seorang cewek…. bernama Fitriana Bahaswan. dideketin lah si fitri ini……. padahal fuad ini aslinya udah punya pacar, Era namanya.

    waktu terus berjalan….. ga kerasa fuad dan fitri sudah berhubungan dekat selama 5th. dan fuad masih tetap jalan dengan era juga.

    pada suatu waktu, fitri hamil. janin yg di kandung fitri benar benar anak fuad. fitri menyimpan banyak bukti yg nyata. dan dia siap di test dna saat anak itu lahir.
    saat fuad tau fitri ini hamil, tindakan yg fuad pilih adalah dia buru” ngehamilin era biar ngga perlu tanggung jawab sm fitri. biar tanggung jawabnya sm era aja. yg aku bingungkan, dimana letak hatinya fuad ? benar-benar licik pikiran nya.

    di suatu malam fuad pernah bilang ke si fitri “aku harus nikahin era dulu, ntar yaapa caranya setelah nikah era ini mati. trus biar aku bisa nikah sama kamu deh”

    ternyata… pacarnya keguguran! tepat di hari jum’at.
    dan fuad sudah pernah nyemplungin obat keguguran ke minuman fitri di suatu cafe saat mereka sedang nongkrong berdua. saat fitri kekamar mandi di suatu cafe itu, fuad buru” masukin obat yg dia bawa ke minuman fitri sambil diaduk2. fuad gatau, kalo sebelah meja mrk ada teman nya fitri. dan teman nya fitri ini cerita ke fitri ttg kejadian fuad memasukkan obat kedalam minuman fitri pas di cafe pas fitri ini kekamar mandi. untung fitri tetap selamat, sehat, berkat tangan Tuhan…….

    ternyata…. dia tidak hanya menghamili 2 perempuan dan membuat mereka keguguran. ada bbrp lagi…..

    fuad….. dimanapun km berada…. walaupun km telah angkat tangan terhadap tanggung jawabmu…. walaupun km telah kabur. aku hanya ingin kamu tau, ini yg sudah kamu lakukan terhadapku. anak ini, akan ku besarkan sendiri :) terimakasih telah menghamiliku dan lari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru