Tuesday, November 19, 2019
Home > Berita > Walikota Medan Dzulmi Eldin Ditangkap KPK, Staf Protokol Kabur Diburu

Walikota Medan Dzulmi Eldin Ditangkap KPK, Staf Protokol Kabur Diburu

Wali Kota Medan Dzulmi Eldin (tengah) digiring petugas setibanya di gedung KPK, Jakarta. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Medan) – Polrestabes Medan menyatakan siap membantu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencari keberadaan seorang staf protokol Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang melarikan diri saat operasi tangkap tangan (OTT). Staf yang melarikan diri tersebut diketahui berinisial AND.

Sementara Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang ditangkap sudah berada di Gedung KPK Jakarta dan ditahan.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto mengatakan, pihaknya akan langsung mencari staf tersebut jika pihak KPK secara resmi meminta bantuan Polisi. “Kalau diminta bantuan, kita siap,” kata Eko, Rabu (16/10/2019).

Diberitakan sebelumnya, AND melarikan diri saat KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kota Medan, Selasa (15/10) malam.

“Salah satu pihak yang dicari KPK tadi malam mencoba melarikan diri, dan hampir menabrak tim KPK di lapangan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu. Lebih lanjut, Febri pun menjelaskan kronologi terkait upaya penangkapan terhadap staf protokol Wali Kota Medan itu.

Pada Selasa (15/10) malam sekitar pukul 21.25 WIB ketika tim mendatangi rumah Kepala Dinas PU, terpantau sebuah mobil Avanza silver yang diduga dikendarai oleh staf protokol Wali Kota Medan, saudara AND.

“Merasa diikuti, pengemudi melajukan mobil dengan kencang di salah satu ruas jalan di Kota Medan. Sampai akhirnya dalam posisi yang sudah diapit oleh tim, mobil berhenti, namun saudara AND tidak turun,” ungkap Febri.

Selanjutnya, kata dia, tim menghampiri mobil tersebut dan menyampaikan bahwa tim berasal dari KPK sekaligus menunjukkan kartu identitas KPK.

“Akan tetapi, pengemudi justru memundurkan mobil dan memacu kecepatan hingga hampir menabrak tim KPK. Dua orang tim selamat karena langsung meloncat untuk menghindari kecelakaan,” ungkap Febri.

Febri kemudian mengingatkan pada seluruh pihak yang ada agar tidak menghambat pelaksanaan tugas KPK dan bersikap kooperatif.

“Kepada saudara AND agar segera menyerahkan diri dan tidak berupaya menghindar dari petugas,” ujar dia.

Saat ini, kata Febri, tim KPK terus melakukan pencarian keberadaan AND karena diduga menerima tambahan Rp 50 juta dari kepala dinas yang akan diperuntukkan pada Wali Kota Medan.

Warga Medan Kecewa

Warga Kota Medan, Bobi Septian, merasa kecewa Wali Kota Medan Dzulmi Eldin terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Bobi meminta kasus dugaan suap yang menjerat Dzulmi diusut tuntas. Eldin ditangkap bersama 7 orang dan disita barang bukti Rp 200 juta)

“Kita sangat prihatin dengan kondisi Kota Medan saat ini. Permasalahan banjir dan lainnya belum tuntas, Wali Kota malah ditangkap KPK,” ujar Bobi, Rabu (16/10/2019).

Bobi ingin penyelenggaraan pemerintahan di Medan bebas dari korupsi. Dengan begitu, menurut Bobi, pembangunan di Medan tidak terhambat.

“KPK harus usut tuntas kasus ini. Jadi biar tidak ada lagi korupsi, sehingga dana yang harusnya untuk pembangunan Kota Medan tidak lagi masuk kantong,” imbuhnya. “Selain itu, pembangunan dan pembenahan Kota Medan tidak terhambat,” sambung Bobi. (S/C/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru