Saturday, January 18, 2020
Home > Berita > Walikota Espinosa Mati Dalam Bakutembak di Penjara

Walikota Espinosa Mati Dalam Bakutembak di Penjara

Walikota Ronaldo Espinosa (kiri,) ketika berbicara dengan Kepala Kepolisian Nasional Filipina Ronald dela Rosa, Agustus lalu. (Aljazeera/AFP)

Walikota Ronaldo Espinosa (kiri,) ketika berbicara dengan Kepala Kepolisian Nasional Filipina Ronald dela Rosa, Agustus lalu. (Aljazeera/AFP)

Mimbar-Rakyat.com (Albuera) – Polisi Filipina mengumumkan menembak mati Rolando Espinosa, seorang Walikota Kota Albuera di pulau tengah Leyte yang diduga terlibat penjualan narkotika. Korban ditembak mati dipenjara provinsi, dalam tembak menembak dengan penjaga penjara, Sabtu (5/11) pagi.

Espinosa menjadi walikota kedua di Filipina, dalam sebulan terakhir, yang tertembak mati dalam bakutembak terkait pemberantasan obat-obat terlarang.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte, yang baru memimpin kekuasaan tertinggi di Filipina bulan Mei lalu, memang memiliki program khusus untuk pemberantasan perdagangan obat-obatan ilegal.

Duterte ( 71) menginstruksikan menumpas penjahat narkoba guna mencegah agar Filipina tidak menjadi “pasar” narkoba. Hasilnya perang terhadap obat-obatan berbahaya itu telah menewaskan lebih dari 4.000 orang, jumlah yang tak pernah terjadi sebelumnya.

Menurut laporan Al Jazeera, Duterte mengancam sejumlah pejabat lokal , termasuk polisi dan hakim yang diduga terlibat perdagangan obat-obatan terlarang, agar menyerah.

Agustus lalu dia menuduh Rolando Espinosa, walikota kota Albuera di pulau tengah Leyte, dan putranya terlibat perdagangan barang haram dan meminta keduanya menyerahkan diri. Bahkan memperbolehkan polisi “tembak di tempat” jika keduanya menolak penangkapan.

Espinosa kemudian menyerah kepada polisi nasional bulan lalu dan Sabtu pagi tewas di selnya di penjara provinsi, setelah dia menembak petugas yang sedang melakukan penyisiran di penjara mencari senjata ilegal.

“Dia menembaki petugas,” kata Inspektur Kepala Leo Laraga dari polisi daerah kepada kantor berita AFP, seperti dikutip Aljazeera. Pada kesempatan sama juga tertembak mati satu tahanan lainnya yang juga terlibat dalam penembakan aparat.

Kepala polisi Ronald dela Rosa sebelumnya mengatakan, Espinosa telah tercatat di catatan resmi sebagai “pelindung obat” terlarang. Anaknya Kerwin menguasai perdagangan narkotika di wilayah Albuera.

Kerwin ditangkap di Uni Emirat Arab bulan lalu dan dipuilangkan ke Filipina untuk menghadapi tuduhan perdagangan narkoba.

Agustus lalu enam pendukung Espinosa mati dalam tembak-menembak dengan polisi di luar properti milik walikota di Albuera. Kawanan itu memiliki sejumlah senjata dan beberapa granat.

Satu Walikota lain yang dituduh terlibat perdagangan narkoba dan tewas tertembak akhir Oktober lalu adalah Samsudin Dimaukom. Walikota salah satu kota di Filipina selatan itu bentrok dengan personil keamanan, ketika polisi anti-narkotika memberhentikan kendaraan mereka di sebuah pos pemeriksaan atas dugaan membawa obat-obatan terlarang.

Wartawan Al Jazeera, Jamela Alindogan, melaporkan dari Tacloban – ibukota provinsi Leyte – tindakan menambak mati terduga penjahat narkoba itu mendapat kritikan pedas dan kutukan dari penggiat hak asasi manusia, serta dari sejumlah tokoh, termasuk beberapa senator.***(janet)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru