Thursday, February 21, 2019
Home > Berita > Visum dan Rekam Medis Buktikan Penganiayaan 2 Penyelidik KPK, Hidung Terpaksa Dioperasi

Visum dan Rekam Medis Buktikan Penganiayaan 2 Penyelidik KPK, Hidung Terpaksa Dioperasi

Ilustrasi. (ist)

MIMBAR-RAKYAT.Com (Jakarta) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memvisum dua penyelidik (pegawainya) usai dianiaya sekelompok orang di Hotel Borobudur Jakarta. Hasil visum akan dijadikan bukti bahwa keduanya dianiaya saat tengah mengintai adanya dugaan tindak pidana korupsi.

“Terkait dengan hasil visum yang telah dilakukan, nanti tentu akan menjadi bagian dari pembuktian adanya penganiayaan terhadap pegawai KPK,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (6/2/2019).

Selain langsung menjalani visum, dua penyelidik lembaga antirasuah itu juga langsung dilarikan ke rumah sakit setelah dianiaya. Bahkan salah satu hidung penyelidik langsung dioperasi.

“Rekam medis termasuk operasi juga dapat menjadi fakta yang menguatkan. Bukti-bukti seperti ini kami yakini akan berbicara dengan sendirinya tentang kondisi yang bersangkutan,” kata Febri.

Febri masih enggan membeberkan pihak-pihak yang diduga pelaku penganiayaan. Terkait hal tersebut, Febri menyerahkan kepada pihak kepolisian yang sedang menangani kasus ini.

“Untuk pertanyaan siapa yang melakukan penganiayaan, tentu akan lebih baik jika kita mempercayakan hal tersebut pada tim Polri yang sudah mulai bekerja,” kata dia.

Diketahui, dua penyelidik KPK dianiaya oleh sekelompok orang saat menelisik adanya tindak pidana korupsi di Hotel Borobudur. Saat itu sedang terjadi rapat antara Pemprov Papua dengan DPRD Papua terkait review RAPBD Papua.

“Untuk menindaklanjuti KPK resmi laporkan ke Polda Metro Jaya, sudah diterima di sentra pelayanan terpadu dan setelah melaporkan akan ditangani oleh pihak jatanras krimum PMJ,” kata Febri. (M/d)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Hallo kawan, silahkan klik tombol Like / Follow untuk mendapatkan berita dan tulisan terbaru